Deeptalk.co.id – Gangguan skizofrenia adalah gangguan mental kronis yang mengharuskan penderitanya menjalani penanganan dalam jangka waktu yang cukup lama. Gangguan ini mungkin sudah tidak asing lagi di telinga. Meski demikian, tahukah kamu bahwa gangguan skizofrenia katatonik terbagi lagi ke dalam beberapa gangguan. Salah satunya adalah gangguan skizofrenia katatonik.
Artikel ini akan secara khusus membahas mengenai gangguan skizofrenia katatonik. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis.
Jika kamu menemukan orang dengan kondisi yang sama seperti yang dijelaskan pada artikel ini, maka bantulah mereka untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater. Dengan begitu, orang tersebut akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Pengertian Gangguan Skizofrenia Katatonik

Gangguan skizofrenia katatonik merupakan salah satu bagian dari gangguan skizofrenia yang ditandai dengan adanya ciri khas, yaitu adanya gejala katatonia. Gangguan katatonia sendiri merupakan kondisi dimana seseorang memiliki serangkaian perilaku yang tidak normal, seperti tubuh menjadi kaku atau adanya gerakan berulang.
Sama halnya dengan kondisi gangguan skizofrenia pada umumnya, penderita gangguan skizofrenia katatonik juga mengalami delusi dan halusinasi. Hal ini mengakibatkan penderita gangguan skizofrenia katatonik kesulitan untuk membedakan mana yang nyata dan tidak nyata.
Penderita gangguan skizofrenia katatonik mengalami dua periode, yaitu periode aktif dan periode sedikit bergerak. Pada periode aktif, penderita akan menjadi terlalu aktif tanpa sebab dan berkali-kali melakukan gerakan aneh dan berlebihan. Berbeda dengan kejang, penderita gangguan skizofrenia katatonik pada periode ini melakukan hal tersebut secara sadar. Sedangkan pada periode sedikit bergerak, penderita cenderung kesulitan untuk mengikuti instruksi yang diberikan untuknya.
Karena perilaku aneh yang ditunjukkan oleh penderita gangguan skizofrenia katatonik, mereka sering kali mendapatkan julukkan “gila” dari orang-orang disekitarnya. Penderita gangguan skizofrenia katatonik sebagian besar dirawat dirumah oleh keluarganya, dan hanya sedikit yang dirawat di rumah sakit.
Dengan berbagai kondisi yang dirasa cukup mengganggu aktivitas sehari-hari, penderita gangguan skizofrenia katatonik sebenarnya bisa saja terjun ke masyarakat dan menjalani kehidupan seperti orang-orang pada umumnya. Namun untuk dapat melakukan hal tersebut, penderita perlu mendapatkan penanganan secara medis untuk meminimalisir gejala yang mungkin saja akan ditimbulkan.
Penyebab Gangguan Skizofrenia Katatonik

Sayangnya hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti dari gangguan skizofrenia katatonik. Meski demikian beberapa faktor berikut dianggap dapat meningkatkan resiko seseorang mengalami gangguan skizofrenia katatonik:
Genetik
Seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan skizofrenia katatonik akan 10% lebih beresiko mengalami gangguan yang sama. Sedangkan seseorang yang memiliki kedua orang tua dengan gangguan skizofrenia katatonik 40% beresiko mengalami gangguan yang sama. Resiko tersebut bisa meningkat menjadi 50% pada orang dengan kembar identik.
Baca juga : Jangan Dianggap Remeh! Ini Dia Dampak dan Penanganan Gangguan Skizoafektif
Lingkungan
Faktor lingkungan cukup mempengaruhi kesehatan mental seseorang. Dipercaya bahwa ibu yang semasa mengandung tidak mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang akan beresiko melahirkan anak dengan gangguan skizofrenia katatonik. Selain itu, tinggal di lingkungan dengan tinggi stress juga akan meningkatkan resiko gangguan mental ini.
Kondisi otak
Ketidak seimbangan kimia pada otak, khususnya hormon dopamin dan glutamat dapat meningkatkan resiko gangguan skizofrenia katatonik. Selain itu, adanya perbedaan dalam ukuran otak juga dapat menjadi resiko gangguan skizofrenia katatonik.
Obat-obatan terlarang
Mengkonsumsi obat-obatan terlarang juga dapat meningkatkan resiko gangguan skizofrenia katatonik.
Gejala Gangguan Skizofrenia Katatonik

Setiap penderita gangguan skizofrenia katatonik bisa jadi menunjukkan gejala dan tingkat keparahan gejala yang berbeda-beda. Meski demikian mereka pada umumnya akan menunjukkan gejala gangguan skizofrenia dan katatonik. Berikut gejala yang dimaksud:
Gejala skizofrenia
Gejala skizofrenia sendiri terdiri dari delusi, halusinasi, perilaku tidak terkontrol, dan timbulnya gejala negatif seperti tidak bisa merasakan emosi, kehilangan minat pada aktivitas sehari-hari, atau tidak ada ketertarikan pada suatu hal.
Gejala katatonik
Sedangkan gejala katatonik terdiri dari suptor (tidak dapat merasakan rangsangan apapun), katalepsi (kaku pada seluruh tubuh), agitasi (perasaan mudah marah dan gelisa), kelelahan, echopraxia (mengikuti gerakan orang lain), tubuh meliuk tidak lazim, stereotypy (melakukan gerakan berulang), negativisme (tidak merespon adanya rangsangan dari luar), posturing (keadaan badan melawan gravitasi dalam jangka waktu lama), mannerism (adanya gerakan aneh berlebihan), mutism (kondisi diam dan tidak berbicara sama sekali), dan adanya ekspresi wajah yang tidak normal.
Saat orang sekitar mengalami satu atau lebih dari beberapa gejala di atas, maka sebaiknya segera konsultasikan dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan itulah akan diberikan diagnosis dan penanganan yang sesuai dengan gejala yang ditimbulkan oleh penderita.
Penanganan untuk kasus skizofrenia katatonik umumnya dengan mengkonsumsi obat, psikoterapi, atau gabungan dari keduanya. Tentunya dalam mengkonsumsi obat harus disesuaikan dengan resep dari Psikiater.
Seperti itulah pembahasan sekitar penyebab dan gejala gangguan skizofrenia katatonik. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Mengenal Gangguan Skizoafektif
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



