Semua artikel
Seksual

Ini Dia Penyebab dan Gejala Gangguan Necrophilia

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Pernahkah kamu mendengar istilah necrophilia? Jika belum pernah, maka itu bukanlah hal yang aneh, pasalnya gangguan necrophilia memang merupakan jenis penyimpangan seksual yang cukup jarang terjadi. Meski demikian, gangguan necrophilia sendiri sebenarnya sudah ada sejak zaman Yunani Kuno.

Gangguan necrophilia juga sudah tercatat dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 5th Edition (DSM-5) yang merupakan rujukan diagnosis gangguan mental untuk Psikolog dan Psikiater di seluruh dunia. Meski demikian, dalam DSM-5 sendiri, gangguan necrophilia masih merupakan bagian dari gangguan parafilia dan tidak berdiri sendiri. Gangguan parafilia sendiri merupakan gangguan mental yang ditandai dengan adanya minat atau aktivitas seksual yang tidak umum atau menyimpang.

Gangguan necrophilia merupakan salah satu penyimpangan seksual yang ditandai dengan adanya ketertarikan seksual terhadap mayat atau jasad yang sudah tidak bernyawa. Penderita necrophilia juga menyalurkan hasrat seksual mereka dengan cara yang berbeda-beda, ada yang hanya sekedar berfantasi, melakukan role play, hingga melakukan aktivitas seksual secara langsung dengan mayat.

Melihat dari pengertian gangguan necrophilia, bisa dikatakan bahwa jenis penyimpangan seksual yang satu ini cukup mengerikan dan berbahaya. Pasalnya, dalam beberapa kasus penderita necrophilia tidak segan untuk membunuh orang agar bisa bersetubuh dengan mayat orang tersebut.

Untuk mengenal lebih jauh mengenai kondisi gangguan necrophilia, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai penyebab dan gejala dari gangguan necrophilia itu sendiri. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis.

Jika kamu menemukan kesamaan kondisi antara isi artikel dengan keadaan pribadi atau orang sekitar, maka segera lakukan konsultasi lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Berikut penjelasan mengenai penyebab dan gejala gangguan necrophilia:

Penyebab Gangguan Necrophilia

Sayangnya, penyebab dari gangguan necrophilia atau jenis gangguan parafilia yang lain belum diketahui hingga saat ini. Meski demikian terdapat beberapa kondisi yang dianggap membuat seseorang beresiko mengalami gangguan necrophilia. Berikut kondisi yang dimaksud:

Perasaan takut berkomunikasi dengan pasangan yang masih hidup

Sebuah artikel yang diterbitkan oleh fimela.com menyatakan bahwa penderita necrophilia bisa jadi memiliki ketakutan tersendiri untuk berkomunikasi bahkan melakukan hal-hal yang berhubungan dengan aktivitas seksual bersama orang yang masih hidup. Bagi mereka, mayat tidak akan menimbulkan ancaman dan tidak akan menolak mereka untuk melakukan aktivitas seksual. Hal inilah yang akhirnya menimbulkan ketertarikan secara seksual terhadap mayat tersebut.

Baca juga : Necrophilia : Ketertarikan Seksual Terhadap Mayat

Kurangnya norma sosial dan hati nurani

Masih dengan artikel yang sama, kondisi necrophilia ini juga dianggap akan lebih beresiko dialami oleh orang yang yang memiliki pengetahuan mengenai norma sosial yang cukup minim. Selain itu, hati nurani yang minim juga dapat meningkatkan resiko necrophilia. Sebagai contoh, seorang psikopat bisa jadi lebih beresiko mengalami gangguan necrophilia karena dianggap kurang memahami norma sosial dan hati nurani.

Obsesi terhadap seseorang

Artikel terbitan fimela.com juga menyebutkan bahwa obsesi terhadap seseorang memungkinkan orang tersebut mengalami necrophilia. Pada dasarnya salah satu jenis necrophilia adalah necrophilia romantisme, dimana penderitanya hanya memiliki ketertarikan seksual terhadap mayat yang dicintainya. Dengan demikian, adanya obsesi atau rasa cinta yang berlebihan terhadap seseorang, akan memungkinkan orang tersebut menjadi penderita necrophilia jika pasangannya sudah meninggal.

Gangguan perkembangan psikologis pada masa kanak-kanak

Artikel lain yang diterbitkan oleh kompas.com menyatakan bahwa adanya masalah perkembangan psikologis pada masa kanak-kanak juga bisa meningkatkan resiko seseorang mengalami gangguan necrophilia. Misalnya kesulitan mengendalikan temperamen, pembentukan relasi awal, pengulangan trauma, dan perkembangan seksual yang terganggu.

Gejala Gangguan Necrophilia

Pada dasarnya untuk dapat mengetahui apakah seseorang benar-benar mengalami gangguan necrophilia, adalah dengan melakukan pemeriksaan secara medis yang dilakukan oleh Psikolog atau Psikiater. Namun, umumnya penderita gangguan necrophilia akan menunjukkan beberapa gejala seperti:

·         Kecenderungan untuk tidak membangun relasi baik dengan orang lain.

·         Memiliki ketertarikan dengan bau yang tidak sedap.

·         Menyukai pembahasan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kematian.

·         Tidak peka terhadap tragedi kematian.

·         Tidak memiliki empati.

·         Ketertarikan terhadap teknik atau alat pemusnahan.

·         Mudah terpesona dengan kerangka.

·         Memiliki kecenderungan merusak atau memutilasi hal-hal kecil.

Jika kamu atau orang sekitar memiliki beberapa gejala di atas, maka segera lakukan konsultasi lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater. Pada umumnya setiap penderita necrophilia akan menunjukkan gejala dan tingkat keparahan gejala yang berbeda-beda. Untuk itu diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk bisa memastikan apakah orang tersebut mengalami gangguan necrophilia atau tidak.

Dapat disimpulkan bahwa penyebab pasti dari gangguan necrophilia memang belum diketahui hingga saat ini, namun beberapa faktor dipercaya dapat memicu gangguan necrophilia. Adapun untuk memastikan seseorang mengalami gangguan necrophilia, perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Psikolog atau Psikiater.

Seperti itulah pembahasan mengenai penyebab dan gejala gangguan necrophilia. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Tips Melindungi Anak Dari Para Pedofil

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Ini Dia Penyebab dan Gejala Gangguan Necrophilia — DeepTalk