Deeptalk.co.id – Setelah melahirkan, seorang Ibu mengalami banyak sekali perubahan dalam hidupnya. Mulai dari bentuk tubuh, kebiasaan sehari-hari, dan lain sebagainya. Ditambah lagi Ibu perlu membiasakan diri dalam merawat seorang bayi yang baru saja dilahirkan. Kondisi ini mungkin tidak akan mudah bagi sebagian orang, terlebih lagi mereka yang baru menjadi Ibu.
Tahukah kamu bahwa sekitar 10% Ibu melahirkan mengalami depresi yang dikenal dengan istilah depresi postpartum. Tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa kondisi tersebut sama dengan baby blues. Namun pada kenyataannya depresi postpartum dan baby blues adalah dua kondisi yang berbeda, dimana baby blues lebih kepada perubahan emosi yang mengakibatkan Ibu menjadi mudah menangis, cemas, dan kesulitan untuk tidur yang terjadi beberapa hari setelah melahirkan.
Sedangkan untuk depresi postpartum sendiri akan kamu jelaskan secara khusus dalam artikel ini. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis.
Jika kamu menemukan seseorang dengan kriteria yang dituliskan dalam artikel ini, sebaiknya segera arahkan untuk berkonsultasi dengan Psikolog atau Psikiater. Dengan begitu, orang tersebut akan mendapatkan diagnosis dan juga penanganan yang tepat.
Pengertian Depresi Postpartum

Sama halnya dengan baby blues, depresi postpartum juga mengakibatkan seseorang mengalami kesedihan, perasaan bersalah, dan gejala depresi pada umumnya. Namun bisa dikatakan bahwa depresi postpartum merupakan tahap yang lebih tinggi dan berlangsung lebih lama dibandingkan dengan baby blues.
Depresi postpartum atau juga dikenal dengan depresi pasca melahirkan dapat membuat seorang Ibu merasa putus asa dan merasa tidak bisa menjadi sosok Ibu yang baik untuk anaknya. Dalam beberapa kasus, seseorang yang mengalami depresi postpartum tidak mau mengurusi atau bahkan sekedar melihat anak yang baru saja dilahirkannya.
Depresi postpartum memang umumnya dialami oleh Ibu yang baru saja melahirkan. Namun tidak menuntut kemungkinan kondisi ini juga dialami oleh Ayah yang baru saja menyaksikan kelahiran anaknya. Seorang Ayah akan lebih mudah mengalami depresi postpartum jika istrinya juga mengalami kondisi yang sama. Dalam hal ini, Ayah umumnya akan mengalami depresi postpartum saat 3 sampai 6 bulan setelah kelahiran sang buah hati.
Penyebab Depresi Postpartum

Sayangnya penyebab pasti dari depresi postpartum ini belum diketahui hingga saat ini. Meski demikian, terdapat beberapa faktor yang dipercaya dapat meningkatkan resiko Ibu mengalami depresi postpartum, yaitu:
Perubahan fisik
Tidak bisa dipungkiri bahwa tampilan fisik menjadi faktor yang sangat diperhatikan oleh sebagian besar kaum wanita. Namun, setelah melahirkan Ibu akan mengalami perubahan fisik yang sangat signifikan. Hal inilah yang sering menjadi pikiran tersendiri bagi para Ibu.
Selain itu, setelah melahirkan seorang Ibu akan mengalami perubahan hormon. Hormon yang berperan dalam pembentukan mood yang baik terutama pada wanita adalah hormon estrogen dan progesteron. Setelah melahirkan, umumnya Ibu akan mengalami penurunan produksi hormon estrogen dan progesteron. Penurunan hormon ini tentu akan mempengaruhi suasana hati seseorang dan berdampak pada kondisi depresi.
Baca juga : Mampu Melihat Makhluk Halus? Ini Dia Penjelasan Mengenai Halusinasi
Masalah mental
Memiliki anak membutuhkan kesiapan yang baik dari segala segi. Baik itu materi, fisik, bahkan mental seseorang. Setelah melahirkan seorang bayi, Ibu akan mengalami perubahan yang signifikan dalam pola hidupnya. Terlebih dalam menghadapi bayi yang perlu mendapatkan perhatian 24 jam sehari. Beberapa Ibu bahkan akan merasa cemas dan tidak percaya diri untuk bisa melakukan segala tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang Ibu. Jika perasaan tersebut berlangsung cukup lama dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat, tidak menuntut kemungkinan seseorang akan mengalami depresi.
Kurang tidur
Hampir semua orang tua baru mengalami kurang tidur. Pasalnya mengasuh anak bukanlah hal yang mudah, terutama untuk mereka yang baru menjadi orang tua. Sayangnya kurang tidur ini bisa mengakibatkan emosi menjadi tidak stabil dan beresiko mengalami depresi. Untuk itu diperlukan kerjasama yang baik antar Ibu dan Ayah dalam mengasuh anak.
Tuntutan sosial
Tuntutan sosial bagi Ibu-Ibu muda bukanlah yang yang bisa dilalui dengan mudah. Banyak sekali keharusan yang perlu dilakukan dan dihindari. Hal ini membuat Ibu mengalihkan kebahagiaannya dan berusaha untuk menjadi sosok Ibu yang baik menurut pandangan orang-orang sekitar. Beberapa Ibu justru menjadi stress dan depresi karena harus menjalani aturan-aturan yang ada di masyarakat. Terlebih lagi perhatian yang diberikan oleh orang lain kebanyakan untuk bayi dan tidak memperhatikan Ibunya.
Selain beberapa faktor di atas, terdapat beberapa kondisi yang dipercaya dapat meningkatkan resiko depresi postpartum. Kondisi tersebut adalah kehilangan pekerjaan, masalah keuangan, konflik dalam rumah tangga, komplikasi kehamilan, kelahiran bayi kembar, dan kondisi bayi dengan gangguan tertentu.
Seperti itulah penjelasan singkat mengenai gangguan depresi postpartum. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Ini Dia Pengertian dan Jenis-Jenis Delusi
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



