Deeptalk.co.id – Disabilitas intelektual merupakan salah satu gangguan mental yang ditandai dengan keterbatasan intelektual, keterampilan, dan perilaku adaptif untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Hal ini membuat penyandang disabilitas intelektual membutuhkan bantuan dari orang-orang sekitar untuk dapat menjalani kehidupan dengan baik.
Kabar baiknya, total populasi penyandang disabilitas intelektual ini bisa dibilang cukup minim. Hanya sekitar 1% dari popilasi dunia, dan 85% dari mereka menyandang disabilitas intelektual ringan. Dengan demikian cukup banyak penyandang disabilitas yang mampu mempelajari informasi dan keterampilan baru selama mereka mendapatkan stimulus yang baik.
Meski demikian, penting bagi kita memahami bagaimana kondisi penyandang disabilitas intelektual untuk dapat membantu mereka menjalani kehidupan dengan baik. Kondisi disabilitas intelektual ini sebenarnya sudah dapat diprediksi sejak usia perkembangan. Dimana pada proses tersebut orang tua bisa melihat dimana anak mengalami keterlambatan dalam perkembangan mereka.
Selain itu, penting juga bagi kita memahami penyebab dan faktor resiko apa yang dapat meningkatkan kemungkinan anak mengalami disabilitas intelektual. Untuk itu artikel kali ini akan secara khusus membahas hal tersebut.
Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu menemukan anak dengan kecenderungan disabilitas intelektual, maka segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut pembahasannya.
Penyebab Disabilitas Intelektual

Disabilitas intelektual memang berhubungan dengan terjadinya gangguan pada perkembangan otak. Meski demikian, hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan hal tersebut. Namun, disabilitas intelektual diperkirakan dapat disebabkan oleh beberapa kondisi pada beberapa masa kehidupan manusia, yaitu:
Masa prenatal
Masa prenatal bisa dikatakan sebagai periode pertama perkembangan manusia. Dimana saat masa ini kandungan diperkirakan mengalami sindrom genetik seperti sindrom down dan fragile x syndrome, inborn errors of metabolism, gangguan pembentukan otak otak seperti ukuran kepala bayi lebih kecil dari normal, hingga kondisi medis yang diderita ibu, misalnya ibu kurang gizi, sering merokok, preeklampsia, dan ibu yang semasa kehamilan mengkonsumsi alkohol, obat-obatan, toksin, dan teratogen, dapat melahirkan anak dengan kondisi disabilitas intelektual.
Masa perinatal
Masa perinatal merupakan masa dimana anak berada dalam kandungan pada usia 28 minggu sampai 7 hari setelah kelahiran. Periode yang satu ini tidak kalah penting dengan masa prenatal. Dimana jika terjadi komplikasi saat proses persalinan seperti kadar oksigen yang rendah dalam tubuh, dan kelahiran bayi prematur yang mengakibatkan belum matangnya paru-paru dengan sempurna yang dapat membuat bayi kekurangan oksigen saat lahir, akan beresiko membuat anak mengalami disabilitas intelektual.
Baca juga : Kenali Gejala Gangguan Intelektual Sejak Dini
Masa postnatal
Masa postnatal merupakan masa setelah kelahiran. Dimana pada masa ini anak akan terus mengalami perkembangan. Saat di masa ini anak mengalami kondisi medis yang menyebabkan menurunnya kadar oksigen dalam darah, trauma kepala, infeksi, kejang berulang, malnutrisi berat, hingga intoksikasi zat beracun, maka akan berpotensi anak mengalami disabilitas intelektual.
Dengan demikian, para orang tua perlu memperhatikan dan menjaga anak baik saat masih di dalam kandungan hingga lahir kedunia. Karena sejak dalam kandung anak sudah mulai mengalami perkembangan. Selain gangguan-gangguan yang dialami pada tiga fase tersebut, faktor genetik juga dipercaya menyumbang 45% penyebab seseorang mengalami gangguan disabilitas intelektual.
Faktor Resiko Disabilitas Intelektual

Selain memperhatikan setiap proses perkembangan anak, orang tua juga perlu memperhatikan beberapa faktor resiko yang diperkirakan dapat meningkatkan resiko anak mengalami disabilitas intelektual. Berikut beberapa faktor resiko yang dapat memperbesar kemungkinan anak mengalami disabilitas intelektual:
Infeksi selama masa kehamilan
Penting bagi setiap ibu untuk menjaga masa kehamilan agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Saat ibu mengalami infeksi selama masa kehamilan, maka akan beresiko kepada bayi mengalami disabilitas intelektual. Infeksi ini bisa berupa infeksi CMV atau rubella saat kehamilan
Faktor genetik
Seperti yang sudah diungkapkan sebelumnya bahwa faktor genetik cukup berperan dalam meningkatkan resiko anak mengalami disabilitas intelektual. Dimana anak yang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan kromosom seperti down syndrome maka akan meningkatkan resiko disabilitas intelektual.
Faktor metabolik
Faktor metabolik dalam hal ini juga dapat meningkatkan resiko disabilitas intelektual pada anak. Contohnya anak yang mengalami penyakit phenylketonuria, dimana pada kondisi ini tubuh tidak dapat mengubah salah satu jenis asam amino dalam protein.
Faktor nutrisi
Baik sejak masih di dalam kandungan, hingga anak lahir kedunia, kebutuhan nutrisi anak perlu untuk dipenuhi. Hal ini penting untuk meminimalisir kemungkinan anak mengalami disabilitas intelektual. Dimana kondisi anak dengan malnutrisi yang cukup parah dapat meningkatkan resiko disabilitas intelektual.
Trauma fisik
Selain memperhatikan kebutuhan nutrisi, anak yang mengalami trauma fisik baik saat masih di dalam kandungan, maupun setelah kelahiran juga beresiko mengalami disabilitas intelektual.
Itu dia beberapa penyebab dan faktor resiko yang dapat membuat anak mengalami disabilitas intelektual. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Ini Dia Tanda Bahwa Kamu Adalah Korban Gaslighting Dalam Hubungan Asmara
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



