Deeptalk.co.id – Depresi merupakan salah satu gangguan mental yang cukup sering kita dengar pembahasannya. Depresi ditandai dengan rasa sedih mendalam yang membuat penderitanya kehilangan minat, bahkan terhadap hal-hal yang sangat disukai.
Kamu mungkin pernah dengar berita mengenai kasus bunuh diri akibat depresi. Hal tersebut sangat mungkin terjadi. Pasalnya, pada kasus depresi yang cukup berat, penderita bahkan memiliki pikiran untuk mengakhiri kehidupannya, dan beberapa dari mereka merealisasikan pikiran tersebut.
Walaupun depresi sering menjadi pembahasan, namun depresi yang dibahas kebanyakan berhubungan dengan orang dewasa. Mulai dari depresi yang disebabkan oleh pekerjaan, hubungan romantis, dan masih banyak lagi. Namun tahukah kamu bahwa depresi tidak hanya menyerang orang dewasa. Anak-anak juga berpotensi mengalami depresi.
Depresi pada anak lebih sulit untuk dideteksi dibandingkan depresi pada orang dewasa. Anak cenderung belum matang secara emosional. Beberapa anak bahkan kesulitan untuk mengenal emosi yang mereka rasakan. Tidak hanya itu, anak juga kesulitan untuk menyampaikan perasaan mereka. Hal-hal semacam itulah yang membuat depresi pada anak sulit untuk dideteksi. Maka dari itu orang tua belu lebih peka lagi terhadap kondisi emosional anak.
Berbeda dengan orang dewasa yang pada umumnya sudah pandai dalam mengontrol emosi, anak tidak seperti itu. Maka jangan heran jika hal-hal sepele bagi orang dewasa bisa jadi pemicu depresi bagi anak. Untuk itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai penyebab depresi pada anak.
Sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu memiliki anak dengan beberapa gejala depresi, maka jangan ragu untuk konsultasi atau lakukan pemeriksaan dengan dokter atau psikiater terdekat.
Untuk lebih memahami kondisi depresi pada anak, berikut beberapa penyebab depresi yang dialami oleh anak-anak:
Perceraian atau Pertengkaran Orang Tua

Walaupun perceraian atau pertengkaran orang tua memang merupakan masalah serius, terlepas dari berapa usia anak pada saat itu. Namun, tahukah kamu bahwa semakin kecil usia anak, maka dampak perceraian orang tua akan semakin terasa.
Bagi beberapa orang mungkin beranggapan bahwa anak kecil belum paham apapun mengenai perceraian dan pertengkaran orang tuanya. Hal tersebut memang tidak sepenuhnya salah. Namun anak juga memiliki perasaan, dan masih cukup rentan akan perasaan tersebut.
Anak yang tinggal dalam keluarga yang tidak harmonis akan berpotensi sangat besar mengalami depresi. Perceraian orang tua akan membuat anak mengalami perubahan hidup, dan harus beradaptasi dengan perubahan tersebut. Bagi orang dewasa adaptasi memang tidak sesulit yang dibayangkan. Namun anak-anak membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih besar untuk bisa beradaptasi dengan baik.
Selain itu, menyaksikan pertengkaran orang tua merupakan kondisi yang sangat menegangkan bagi anak. Anak bisa mengalami tekanan yang cukup besar, dan tidak menuntut kemungkinan akan mengalami depresi.
Baca juga : Mengenal Gejala Depresi Pada Anak
Bullying

Dunia anak adalah dunia belajar dan bermain. Dimana hal tersebut banyak dijumpai di sekolah. Namun, sekolah juga bisa menjadi tempat yang sangat menyeramkan bagi beberapa anak. Seperti yang kita ketahui, kasus bullying atau perundungan cukup sering terjadi di sekolah. Kabar buruknya, anak-anak korban bullying ini berpotensi lebih besar mengalami depresi, walaupun di luar sekolah tindakan bullying juga bisa saja terjadi.
Saat menjadi korban bullying, anak akan mendapatkan berbagai tekanan dari para pelaku bullying. Tidak hanya mendapatkan perlakuan fisik yang tidak pantas, korban bullying juga mendapatkan serangan mental yang bisa membuat mereka terjerumus dalam kondisi depresi.
Kekerasan dan Pelecehan Seksual

Sebagai orang tua dan orang dewasa, sudah sepantasnya bagi kita menghadirkan tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Sebisa mungkin untuk menjauhkan anak dari hal-hal yang berbahaya, termasuk dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab seperti pelaku kekerasan dan pelecehan seksual.
Anak yang menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual akan mengalami rasa sedih yang mendalam. Walaupun tindakan seksual yang dialami tidak sepenuhnya dimengerti oleh beberapa anak. Namun tindakan jahat tersebut secara otomatis dipahami sebagai hal yang tidak pantas mereka dapatkan. Dimana tindakan tersebut bisa memicu depresi bagi anak.
Kematian atau Kehilangan Orang Terdekat

Anak-anak umumnya memiliki orang-orang terdekat yang sangat mereka cintai. Misalnya orang tua, saudara, sahabat, dan lain sebagainya. Orang-orang itu akan sangat berpengaruh bagi kehidupan sang anak. Bisa jadi mereka akan menjadi sosok role model bagi anak, atau menjadi sosok yang sangat dikagumi.
Namun sayangnya beberapa anak justru kehilangan orang terdekat tersebut. Bisa jadi karena kematian, atau pindah tempat tinggal. Kondisi semacam itu bisa membuat anak merasa sangat terpukul. Dengan demikian, hal tersebut bisa memicu depresi bagi anak.
Itu dia beberapa penyebab anak mengalami depresi. Tentu masih banyak penyebab lainnya yang belum dipaparkan dalam artikel ini. Namun yang perlu dipahami bahwa anak perlu dilindungi dari hal-hal berbahaya.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Gejala dan Cara Mengatasi Separation Anxiety Disorder
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



