Semua artikel
Gangguan Psikotik

Ini Dia Pengertian dan Jenis-Jenis Delusi

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Delusi atau waham merupakan kondisi psikologis yang cukup sering menjadi salah satu gejala dari berbagai masalah kesehatan mental. Banyak orang yang masih salah mengartikan delusi sebagai halusinasi. Walaupun keduanya sering kali ada dalam suatu masalah gangguan mental, namun delusi dan halusinasi merupakan dua kondisi yang berbeda.

Delusi sendiri lebih mengarah kepada pola pikir dan kepercayaan terhadap sesuatu yang tidak nyata, sedangkan halusinasi melibatkan kelima indera manusia. Dimana orang yang mengalami halusinasi dapat melihat, mendengar, merasakan, dan mencium sesuatu yang sebenarnya tidak nyata.

Untuk lebih jelasnya, artikel ini akan membahas secara khusus mengenai delusi dan jenis-jenis dari delusi itu sendiri. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis.

Pengertian Delusi

Delusi merupakan kondisi dimana seseorang memiliki kepercayaan yang sangat kuat tanpa bukti dan alasan yang jelas, terhadap hal-hal yang sebenarnya tidak nyata atau tidak realistis. Orang yang mengalami delusi cenderung kesulitan untuk membedakan mana yang menjadi imajinasi mereka, dan mana yang benar-benar nyata.

Delusi sendiri sering kali menjadi salah satu gejala dari gangguan mental seperti skizofrenia, paranoid, depresi berat, dan lain sebagainya. Saat orang dengan kondisi delusi menceritakan apa yang menjadi keyakinannya, mereka cenderung dipandang aneh atau cenderung terlihat seperti membesar-besarkan pandangan mereka. Hal ini tidak mengherankan mengingat apa yang mereka percayai memang tidak realistis dan berbeda dengan orang-orang pada umumnya.

Dalam kondisi depresi yang ringan, penderita masih bisa bersosialisasi dan menjalani kehidupan selayaknya orang-orang pada umumnya. Namun dalam kondisi yang berat, penderita depresi cenderung berperilaku aneh dan hidup dengan pemikiran-pemikiran tidak realistis yang mereka miliki.

Kabar baiknya, delusi sendiri bisa membaik dengan mengkonsumsi obat-obatan atau melakukan serangkaian psikoterapi. Karena itulah orang yang mengalami delusi perlu mendapatkan penanganan sesegera mungkin. Hal ini bertujuan agar delusi yang dialami tidak semakin parah dan tidak sampai menimbulkan berbagai gangguan mental yang lebih serius.

Jenis-Jenis Delusi

Delusi sendiri terbagi ke dalam beberapa jenis berdasarkan dengan kondisi yang dialami oleh penderita. Berikut jenis-jenis delusi:

Delusi penganiayaan

Jenis delusi yang satu ini merupakan jenis yang paling umum dialami oleh penderita. Orang dengan delusi penganiayaan merasa bahwa dirinya sedang terancam atau ada yang yang hendak berusaha untuk melukai dan menyakiti dirinya. Mereka juga merasa bahwa ada orang yang sedang mengintai atau memata-matai dirinya.

Hal tersebut membuat penderita meningkatkan kewaspadaannya. Bahkan dalam beberapa kasus, penderita tidak ragu untuk melaporkan apa yang dipercayai kepada polisi. Orang dengan delusi penganiayaan cenderung mengalami kecemasan yang tinggi, kesulitan tidur, depresi, dan timbulnya pikiran-pikiran negatif terhadap diri sendiri.

Baca juga : Ketahui Gejala dan Penanganan Gangguan Psikotik Bersama

Delusi erotomania

Kamu mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah “menguntit”. Orang dengan delusi erotomania memiliki kecenderungan tersebut. Hal ini dikarenakan penderita merasa orang lain telah jatuh cinta terhadap dirinya. Orang yang menjadi target menderita umumnya adalah orang-orang dengan status sosial yang lebih tinggi, seperti artis, atau orang-orang terkenal lainnya.

Kepercayaan bahwa dirinya memiliki daya tarik yang membuat orang lain jatuh cinta padanya inilah yang akhirnya membuat mereka melakukan hal-hal diluar batas. Seperti menguntit secara langsung atau secara virtual di media sosial.

Delusi grandiose

Orang dengan delusi grandiose cenderung memiliki harga diri yang tinggi. Mereka merasa bahwa dirinya lebih unggul dibandingkan dengan orang-orang disekitarnya. Penderita bahkan merasa dirinya memiliki bakat yang sangat hebat atau telah menemukan suatu penemuan yang sangat penting.

Delusi grandiose sering terjadi pada penderita bipolar dan skizofrenia. Contoh perilaku dari delusi grandiose adalah kepercayaan bahwa dirinya memiliki kekuatan super, menganggap dirinya terkenal, mengklaim dirinya sebagai Tuhan atau Nabi, percaya bahwa dirinya dapat menyembuhkan orang dari sakit, dan lain sebagainya.

Delusi cemburu

Jenis delusi yang satu ini cukup mengganggu hubungan asmara penderitanya. Pasalnya, orang dengan delusi cemburu cenderung meragukan kesetiaan pasangannya tanpa adanya alasan yang jelas. Kondisi ini berbeda dengan rasa cemburu yang dialami oleh orang-orang pada umumnya. Penderita bahwa tetap merasa cemburu walau kecurigaannya terbukti salah.

Delusi somatik

Delusi somatik merupakan kondisi dimana seseorang merasa ada yang salah dengan kesehatannya. Mereka beranggapan bahwa dirinya sedang mengalami suatu gangguan kesehatan tertentu. Hal ini membuat penderita melakukan serangkaian pemeriksaan medis yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Sayangnya walaupun dugaannya terbukti salah, penderita justru beranggapan bahwa kesalahan terletak pada proses pemeriksaan.

Delusi campuran atau tidak menentu

Seperti namanya, delusi campuran atau delusi tidak menentu merupakan kondisi dimana seseorang memiliki lebih dari satu delusi yang sudah dijelaskan di atas. Delusi yang tidak termasuk dalam beberapa jenis di atas juga masuk dalam jenis delusi yang satu ini.

Seperti itulah penjelasan mengenai delusi dan jenis-jenisnya. Intinya delusi merupakan salah satu gejala psikologis yang ditandai dengan adanya pemikiran atau kepercayaan yang tidak realistis. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Mengadopsi Delusi? Ini Dia Penjelasan Mengenai Gangguan Psikotik Bersama

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait