Deeptalk.co.id – Jika kamu tidak familiar dengan istilah sindrom othello, kamu pasti tahu dengan istilah cemburu buta. Sindrom othello sendiri merupakan gangguan psikologi yang ditandai dengan rasa ketidakpercayaan atau cemburu terhadap pasangan tanpa didasari oleh sebab yang jelas. Selain dikenal dengan istilah sindrom othello, kondisi ini lebih dikenal dengan istilah cemburu buta.
Perasaan cemburu umumnya merupakan respon tubuh yang wajar akibat rasa kasih sayang yang cukup besar. Seseorang yang mencintai pasangannya tidak ingin pasangannya berpaling ke orang lain dan meninggalkannya. Hal inilah yang membuat para pasangan selalu was-was jika melihat pasangannya dekat dengan orang lain. Berbeda dengan penderita sindrom othello, mereka justru tetap akan cemburu walau pasangannya tidak menunjukkan gelagat selingkuh sama sekali.
Sindrom othello ini sering kali dikaitkan dengan hubungan yang tidak sehat. Pasalnya, saat seseorang mengalami sindrom othello, mereka akan cenderung menjadi sangat posesif dan melakukan segala cara untuk memastikan apakah pasangannya tetap setia atau tidak. Sayangnya walau kekhawatirannya tidak terbuktikan, mereka masih terus merasa bahwa pasangannya sedang berbuat curang di belakangnya. Dengan demikian, siklus tersebut akan terus berulang.
Penderita sindrom othello tidak hanya sekedar mencurigai pasangannya saja, melainkan mereka juga akan menunjukkan perubahan mental yang perlu menjadi perhatian. Perubahan mental ini bisa berupa kecenderungan menjadi lebih agresif, emosional, dan mudah tersinggung. Kondisi semacam ini tentu akan sangat mengganggu pasangannya. Dengan demikian, penderita sindrom othello perlu mendapatkan penanganan yang tepat agar dapat memiliki hubungan yang positif.
Artikel ini akan secara khusus membahas mengenai gejala, bahaya, dan juga penanganan dari kasus sindrom othello. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan rujukan self diagnosis. Jika merasa membutuhkan bantuan profesional, jangan ragu untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater.
Gejala Sindrom Othello

Penderita sindrom othello bisa jadi menunjukkan gejala yang berbeda-beda dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda pula. Meski demikian, beberapa dari mereka bisa saja mengalami gejala-gejala berikut:
· Selama merasa bahwa pasangan tidak setia, walau perasaan tersebut tidak dilandaskan oleh alasan yang jelas.
· Cenderung melampaui privasi pasangan untuk membuktikan bahwa pasangan sudah berselingkuh. Bahkan dalam beberapa kasus, penderita sindrom othello juga menguntit atau membajak handphone pasangannya.
· Menunjukkan perasaan cemburu secara ekstrim. Penderita menjadi kasar secara fisik maupun verbal karena merasa pasangan telah mengkhianatinya.
· Selalu mencari gegala cara untuk membuktikan prasangka buruknya. Walaupun tidak terbukti, mereka masih meyakini apa yang ada di pikirannya.
Baca juga : Memiliki Pasangan Pencemburu? Waspada Gejala Sindrom Othello
Bahaya Sindrom Othello

Kondisi ini bukanlah hal yang bisa dibiarkan begitu saja. Pasalnya, sindrom othello dapat berbahaya untuk diri sendiri dan juga orang disekitar. Berikut beberapa bahaya dari sindrom othello:
Hubungan yang tidak sehat
Penderita sindrom othello memiliki hubungan yang tidak sehat dengan pasangannya. Jika dilihat dari gejala yang ditimbulkan, maka hal ini sudah sangat tepat. Penderita tidak akan ragu melakukan kekerasan secara fisik maupun verbal karena dirangsang oleh rasa cemburu yang tidak berlandaskan. Mereka juga tidak ragu untuk melanggar privasi pasangan yang tentunya akan membuat pasangan menjadi tidak nyaman.
Percobaan bunuh diri
Penderita sindrom othello beresiko melakukan percobaan untuk bunuh diri. Hal ini tentu saja dirangsang oleh perasaan cemburu yang tidak berlandaskan. Mereka tidak bisa membedakan kenyataan dan imajinasi mereka. Hal ini akhirnya mengakibatkan depresi dan beresiko melakukan bunuh diri. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Dosen FKIK Unismuh Makassar, Dito Anurogo yang menyatakan bahwa Sekitar 20% penderita sindrom othello telah melakukan percobaan bunuh diri.
Beresiko melakukan pembunuhan
Berani melakukan kekerasan, tidak menuntut kemungkinan penderita sindrom othello memutuskan untuk membunuh pasangan mereka. Selain itu, kecemburuan yang dirasakan bisa juga menimbulkan hasrat untuk menyakiti bahkan membunuh orang-orang yang diperkirakan akan merusak hubungannya.
Penanganan Pada Penderita Sindrom Othello
Mengingat betapa berbahayanya kondisi ini, kita tentu perlu mengatasi dan memberikan penanganan yang tepat saat sedang berada pada kondisi sindrom othello. Berikut beberapa penanganannya:
Konsultasi dengan ahli
Konsultasi dengan Psikolog atau Psikiater merupakan langkah yang baik dalam menangani kasus ini. Dengan demikian, kamu akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berpikir positif
Jika masih ragu untuk mengunjungi Psikolog atau Psikiater, kamu bisa mulai untuk memperbaiki pola pikir mu. Mulailah untuk berpikir positif dan menghindari untuk membayangkan hal yang tidak sebenarnya terjadi.
Dapatkan kesibukan yang positif
Jika berpikir positif masih cukup sulit, maka carilah kesibukan yang bisa mengalihkan pikiran mu. Tentunya temukan kesibukan yang positif seperti olahraga, membaca buku, menonton film, atau melakukan hobi yang kamu senangi.
Dengan menerapkan beberapa tips tersebut, maka kecemburuan berlebih yang kamu rasakan akan secara berangsur-angsur meredah. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Menderita Saat Melihat Karya Seni yang Indah? Waspada Sindrom Stendhal
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



