Deeptalk.co.id – Hubungan intim merupakan aktivitas yang seharusnya menyenangkan untuk setiap pasangan. Sayangnya, beberapa orang justru mengalami kesedihan mendalam sesaat setelah melakukan hubungan intim. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang menangis sebagai media pelampiasan emosi yang dirasakan. Kondisi semacam ini biasa dikenal dengan istilah poscoital dysphoria.
Istilah poscoital dysphoria sendiri memang masih cukup asing ditelinga. Untuk itu, artikel ini akan secara khusus membahas beberapa fakta unik dari kondisi poscoital dysphoira. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan self diagnosis. Jika kamu membutuhkan bantuan secara profesional, melakukan konsultasi dengan Psikolog atau Psikiater merupakan langkah yang paling bijak.
Untuk mengenal lebih jauh mengenai kondisi poscoital dysphoria, berikut beberapa fakta unik seputar kesedihan setelah berhubungan intim atau poscoital dysphoria:
Gejala Mirip Depresi

Orang yang mengalami poscoital dysphoria akan menunjukkan beberapa gejala yang hampir mirip dari depresi. Mereka akan mengalami penyesalan, perasaan tidak berharga, frustasi, agitasi, penurunan rasa percaya diri, hingga amarah yang tak terbendung. Meski demikian, kondisi ini hanya dialami sesaat setelah melakukan hubungan intim, dan tidak dialami di waktu-waktu yang lain.
Beberapa orang yang mengalami poscoital dysphoria merasa menyesal telah melakukan hubungan intim atau langkah yang telah diambil saat melakukan hubungan intim. Dengan demikian, mereka akan merasa sedih setelahnya. Tidak sedikit dari mereka juga merasa tidak berharga dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Hal ini bisa saja dipicu oleh bullying yang dialami.
Bukan Gangguan Mental

Walaupun kondisi poscoital dysphoria bisa dibilang cukup aneh dan tidak wajar, namun kondisi tersebut sebenarnya bukanlah bagian dari gangguan mental. Tentu saja hal ini selama tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun kondisi ini bisa menjadi lebih buruk jika dibiarkan begitu saja.
Selain itu, kondisi poscoital dysphoria sebenarnya tidak benar-benar asing, pasalnya cukup banyak orang yang mengalami kondisi poscoital dysphoria. Hanya saja karena pembahasan mengenai hubungan intim masih terbilang tabu, maka hal ini jarang menjadi perbincangan.
Sebuah jurnal penelitian yang ditulis pada tahun 2015 dan diterbitkan oleh Sexual Medicine, menyatakan bahwa 46% dari 230 responden yang merupakan mahasiswi mengaki pernah mengalami poscoital dysphoria. Selain itu, penelitian lain yang diterbitkan oleh Journal of Sex & Marital Therapy pada tahun 2019, menyatakan bahwa laki-laki cukup banyak yang pernah mengalami kondisi poscoital dysphoria. Dimana terdapat 41% dari 1.208 responden laki-laki pernah mengalami poscoital dysphoria. Berdasarkan penelitian-penelitian tersebut dan beberapa penelitian lain dapat disimpulkan bahwa kondisi poscoital dysphoria lebih banyak dialami oleh perempuan dibandingkan dengan laki-laki.
Baca juga : Ini Dia Tips Mengatasi Kesedihan Akibat Berhubungna Intim (Poscoital Dsphoria)
Penyebab yang Beragam

Kondisi poscoital dysphoria tentu terjadi bukan tanpa alasan. Orang bisa saja mengalami kondisi poscoital dysphoria karena pernah melalui peristiwa traumatis di masa lalu. Misalnya pernah menjadi korban kekerasan seksual, keguguran, atau meninggalnya anak yang masih kecil.
Selain pengalaman traumatis, peningkatan dan penurunan hormon serotonin dianggap dapat berpengaruh terhadap kondisi poscoital dysphoria. Dimana pada saat melakukan hubungan intim, seseorang akan secara alami memproduksi hormon serotonin dalam tubuhnya. Hal ini akan meningkatkan suasana hati orang tersebut. Sayangnya setelah mencapai orgasme, orang tersebut akan mengalami penurunan hormon serotonin secara drastis dan bisa saja mengakibatkan poscoital dysphoria. Meski demikian belum ada penelitian lebih lanjut mengenai dugaan yang satu ini.
Masih banyak lagi penyebab dari kondisi poscoital dysphoria, seperti perasaan tidak nyaman terhadap tubuh sendiri, orgasme yang tidak tercapai, perasaan bersalah, dan lain sebagainya.
Memerlukan Dukungan Pasangan

Orang yang mengalami poscoital dysphoria sangat memerlukan dukungan dan pengertian dari pasangannya. Untuk itulah mengapa kondisi poscoital dysphoria bukanlah sesuatu yang perlu disembunyikan dari pasangan. Justru saat pasangan mengetahui kondisi yang dialami, pasangan akan lebih paham akan respon-respon yang kamu tunjukkan. Disisi lain, pasangan juga bisa memberikan dukungan dan saran untuk bisa menjalani hubungan intim dengan nyaman.
Adanya dukungan dari pasangan ini akan membuat penderita menjadi lebih rileks dan kesedihan akan secara berangsur-angsur berkurang. Hal ini tentu akan baik untuk diri sendiri dan hubungan bersama pasangan.
Bisa Diatasi

Secara umum kondisi poscoital dysphoria sebenarnya tidak terlalu membutuhkan pertolongan secara profesional. Kamu yang mengalami kondisi poscoital dysphoira bisa melakukan beberapa tips untuk terlepas dari kondisi poscoital dysphoria. Salah satunya dengan tidak menyalahkan diri sendiri akibat keadaan yang sedang kamu jalani.
Meski demikian, jika kondisi poscoital dysphoria sudah terlalu buruk. Terlebih lagi jika sudah mengganggu hubungan dan aktivitas sehari-hari, tentu saja hal ini perlu mendapatkan perhatian lebih banyak dengan melakukan konsultasi lebih lanjut bersama Psikolog atau Psikiater.
Seperti itulah sekilas tentang fakta unik kesedihan setelah berhubungan intim atau poscoital dysphoria. Semoga dengan artikel ini kamu mendapatkan informasi yang bermanfaat.
Baca juga : Menangis Setelah Berhubungan Intim? Kenali Poscoital Dysphoria
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



