Deeptalk.co.id – Mendapatkan loyalitas karyawan merupakan harapan bagi hampir setiap perusahaan dan para pemimpin perusahaan. Pasalnya, karyawan yang loyal terhadap perusahaan akan memberikan seluruh kemampuannya demi kemajuan perusahaan. Selain hasil kerja yang efektif dan efisien, karyawan yang memiliki loyalitas terhadap perusahaan juga lebih bertahan lama dalam perusahaan tersebut. Hal ini tentu akan membantu perusahaan mengurangi biaya operasional untuk proses rekrutmen dan pengembangan karyawan.
Namun sebenarnya seperti apa karyawan yang loyal itu? Banyak orang yang beranggapan bahwa karyawan yang loyal adalah mereka yang menghabiskan banyak waktu untuk pekerjaan. Tidak peduli dengan kondisi kesehatan fisik dan mentalnya. Namun tahukah kamu bahwa karyawan yang tetap memaksakan diri untuk bekerja walau dalam kondisi sakit justru bisa mendatangkan kerugian bagi perusahaan. Kondisi semacam itu dikenal dengan istilah presenteeism.
Presenteeism adalah situasi dimana seorang karyawan tetap memaksakan diri untuk bekerja, walau dalam kondisi yang tidak sehat, baik secara fisik maupun mental. Untuk mengetahui dampak presenteeism terhadap perusahaan, artikel kali ini akan membahas mengenai hal tersebut dan bagaimana cara perusahaan menanganinya.
Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi. Jika kamu menginginkan informasi lebih mengenai hal ini, maka segera lakukan konsultasi kepada orang-orang yang ahli di bidangnya, seperti Psikolog di bidang Psikologi Industri Organisasi, konsultan bisnis, dan lain sebagainya.
Dampak Presenteeism Karyawan Bagi Perusahaan

Seperti yang sudah dijelaskan secara singkat di awal, kondisi presenteeism pada karyawan bisa mendatangkan berbagai masalah bagi perusahaan, diantaranya:
Penurunan kualitas kerja karyawan
Walaupun karyawan tetap bekerja, namun kondisi fisik atau mental yang tidak sehat akan membuat kinerja karyawan menurun. Dengan demikian, karyawan akan memberikan hasil kerja yang tidak maksimal.
Penurunan produktivitas karyawan
Selain mempengaruhi hasil kerja karyawan, tingkat produktivitas karyawan saat bekerja juga semakin menurun. Misalnya, di hari biasa karyawan bisa menyelesaikan 5 laporan dalam sehari, saat masuk dalam kondisi tidak sehat, karyawan hanya bisa menyelesaikan 3 laporan sehari. Hal ini dikarenakan ruang gerak yang dimiliki karyawan bisa jadi berkurang karena kondisi tubuh yang tidak sehat.
Baca juga : Kenali Dampak Presenteeism Pada Karyawan dan Cara Mengatasinya
Penularan penyakit antar karyawan
Beberapa jenis penyakit bisa saja menular. Misalnya penyakit flu, bahkan penyakit mental seperti depresi dan stress. Untuk itu, karyawan yang sakit sebaiknya beristirahat di rumah agar tidak menularkan penyakit kepada karyawan lainnya. Jika hal itu terjadi, tentu akan banyak hambatan dalam perusahaan tersebut.
Peningkatan kerugian perusahaan
Tahukah kamu bahwa sebuah penelitian yang dilakukan oleh Burton dan Edington membuktikan bahwa 60% kerugian ekonomi perusahaan disebabkan oleh kesehatan karyawan yang memburuk. Selain itu, penelitian lain yang dilakukan oleh Jiansi Xiaoqia di China, menyatakan bahwa produktivitas karyawan bisa mengalami penurunan akibat presenteeism, hal ini lebih besar 50% dibandingkan dengan absenteeism.
Cara Perusahaan Mengatasi Presenteeism Pada Karyawan

Setelah mengetahui berbagai dampak perusahaan akibat presenteeism di atas, tentu bagi setiap pertinggi perusahaan perlu memperhatikan kondisi yang satu ini. Terlebih lagi presenteeism bisa mengakibatkan perusahaan mendapatkan kerugian.
Bagi Anda para HR dan petinggi perusahaan, ada baiknya mencoba beberapa hal berikut untuk mengatasi presenteeism pada karyawan:
Perhatikan kesejahteraan karyawan
Investasi dalam perusahaan juga bisa dilakukan dengan memperhatikan kesejahteraan karyawan. Karyawan yang sehat secara fisik dan mental akan mendatangkan hasil kerja yang maksimal, dan tentunya dapat menunjang perkembangan perusahaan.
Jangan menganggap bahwa karyawan yang tidak masuk karena sakit adalah karyawan yang malas. Justru sebaliknya, tidak ada salahnya perusahaan menunjukkan kepedulian kepada karyawan yang sakit untuk bisa beristirahat di rumah. Selain dapat mengurangi presenteeism, tindakan semacam ini juga akan meningkatkan loyalitas karyawan. Karena karyawan merasa dihargai keberadaannya.
Cuti sakit sebagai hak karyawan
Cuti sakit sebenarnya sudah banyak diterapkan oleh perusahaan. Cuti sakit artinya memberikan kesempatan bagi karyawan untuk beristirahat di rumah karena sakit, namun tetap membayarkan upahnya. Sayangnya masih ada saja perusahaan yang merasa dirugikan akan hal ini. Padahal, jika karyawan masuk justru bisa mendatangkan kerugian yang lebih besar.
Program kesehatan karyawan
Hampir setiap perusahaan sudah memberikan berbagai fasilitas penunjang kesehatan bagi karyawannya. Misalnya dengan memberikan jaminan kesehatan bagi setiap karyawan. Namun tidak sampai disitu saja, perusahaan juga bisa menyediakan sarana olahraga untuk menjaga agar karyawan sehat secara fisik. Bisa juga dengan mengadakan layanan konseling gratis untuk menjaga karyawan sehat secara mental.
Selain itu, perusahaan juga bisa membuat program khusus untuk pemeriksaan karyawan secara rutin. Misalnya dengan melakukan medical check up massal, atau pemeriksaan kesehatan mental secara rutin.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai dampak presenteeism terhadap perusahaan, dan cara yang bisa dilakukan perusahaan untuk mengatasi situasi tersebut. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Presenteeism : Memaksakan Diri Bekerja Walau Dalam Kondisi Tidak Sehat
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



