Deeptalk.co.id –Masokisme merupakan salah satu penyimpangan seksual, yang dimana penderitanya memiliki ketertarikan atau mencapai kepuasan seksual dengan mendapatkan kekerasan dari pasangannya.
Membahas mengenai masokisme rasanya kurang pas jika tidak dikaitkan dengan sadisme yang juga merupakan penyimpangan seksual ini. Sadisme sendiri merupakan seseorang yang memiliki ketertarikan atau mencapai kepuasan seksual dengan melakukan kekerasan terhadap pasangannya.
Dengan demikian tentu timbul pertanyaan “apakah jika seorang sadisme bertemu dengan masokisme akan memiliki kehidupan seksual yang normal?” jawabannya tentu saja tidak. Walaupun keduanya bisa mendapatkan kepuasan seksual dari ketertarikan seksual yang dimiliki masing-masing diantara mereka, namun hal ini tidak menjadikan tindakan tersebut menjadi normal.
Baik sadisme maupun masokisme merupakan salah satu gangguan mental yang juga bagian dari gangguan parafilia. Dengan demikian, keduanya perlu mendapatkan penanganan yang tepat dari ahlinya.
Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai dampak dari gangguan masokisme, serta bagaimana penanganan pada penderita masokisme. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi. Jika kamu atau orang sekitar memiliki beberapa gejala masokisme, maka segera lakukan konsultasi lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut pembahasannya.
Dampak Gangguan Masokisme

Seperti yang telah diketahui bahwa penderita masokisme memiliki kecenderungan atau ketertarikan dengan mendapatkan kekerasan. Mendapatkan kekerasan dalam hal ini tidak selalu dengan kekerasan fisik, namun juga dengan non fisik.
Penderita masokisme sering kali menyiksa dirinya sendiri dengan bekerja berlebihan hingga kelelahan, hingga menunjukkan kelainan perilaku dalam melakukan hubungan seksual dengan pasangannya.
Sebuah kondisi bisa masuk dalam kategori gangguan atau penyimpangan jika kondisi tersebut mengganggu diri sendiri atau orang-orang disekitar. Tentu saja dalam kasus masokisme ini juga mendatangkan berbagai dampak negatif. Berikut beberapa dampak dari gangguan masokisme:
Masalah kehidupan seksual
Setiap orang tentu memiliki cara yang berbeda-beda untuk bisa mencapai kepuasan seksualnya. Bagi setiap pasangan tentu mengharapkan pasangannya mencapai kepuasan seksual. Sayangnya kondisi masokisme merupakan penyimpangan seksual yang tidak semua orang bisa memaklumi kondisi tersebut. Hal ini bisa menimbulkan kesalahpahaman antara pasangan dan mengalami masalah dalam kehidupan seksualnya.
Baca juga : Kenali Gejala dan Diagnosis Gangguan Masokisme
Beresiko menjadi sadisme
Perlu diketahui bahwa penderita masokisme dan sadisme cenderung bertukar posisi untuk mendapatkan variasi dalam hubungan seksual mereka. Seorang penderita masokisme bisa jadi memiliki ketertarikan untuk mencoba berada di posisi sadisme, begitu juga sebaliknya. Karena hal tersebut tidak menuntut kemungkinan seorang masokisme juga berperan sebagai sadisme.
Asfiksiofilia
Istilah asfiksiofilia ini memang terdengar sedikit asing di telinga. Meski demikian, istilah yang satu ini sangat akrab dengan penderita masokisme. Dimana asfiksiofilia merupakan kondisi dimana seseorang mendapatkan kepuasan seksual dengan membatasi pernapasan mereka.
Tindakan yang satu ini sangat mungkin untuk dilakukan oleh penderita masokisme, dimana mereka akan meminta pasangannya untuk mencekik atau menyekap dirinya. Tindakan yang satu ini tentu sangat berbahaya dan cukup mengancam nyawa penderita masokisme.
Cedera bahkan kehilangan nyawa
Secara psikologis, penderita masokisme memang akan dengan senang hati menerima setiap siksaan yang didapatkan dari pasangannya. Tindakan tersebut bahkan dapat membuatnya terangsang secara seksual. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa fisik memiliki batasan untuk bisa menahan setiap sakit yang didapatkan. Tidak sedikit penderita masokisme yang mengalami luka serius atau cedera setelah melakukan aktivitas seksual. Bahkan tindakan kekerasan yang didapatkan ini juga bisa membuat penderita kehilangan nyawa tanpa disengaja.
Penanganan Pada Penderita Masokisme

Setelah mengetahui dampak dari gangguan masokisme yang bahkan dapat mengancam nyawa penderitanya, tentu kita perlu tahu bagaimana cara menangani kondisi yang satu ini. Tentu saja untuk dapat memastikan setiap orang memiliki gangguan mental termasuk masokisme, perlu melalui pemeriksaan lebih lanjut oleh Psikolog atau Psikiater. Pemeriksaan ini juga beragam, mulai dari pemeriksaan fisik, pengecekkan laboratorium, hingga evaluasi psikologis.
Setelah melakukan pemeriksaan dan ditemukan diagnosis masokisme, Psikolog atau Psikiater akan menyarankan berbagai bentuk penanganan sesuai dengan gejala yang ditimbulkan. Berikut beberapa jenis penanganan yang umum diberikan bagi penderita masokisme:
Psikoterapi
Penanganan yang satu ini biasanya akan diberikan jika kamu melakukan pemeriksaan dengan Psikolog. Psikoterapi ini juga cukup beragam jenisnya. Salah satu yang paling populer adalah terapi kognitif perilaku, yang bertujuan untuk merekonstruksi minat seksual dan mendorong penderita untuk mendapatkan dorongan seksual yang sehat.
Obat-obatan
Untuk bisa mendapatkan penanganan dengan obat-obatan, diperlukan konsultasi terlebih dahulu oleh Psikiater. Hal ini dikarenakan Psikolog tidak memiliki wewenang untuk meresepkan obat. Jika Psikolog merasa terapi yang diberikan membutuhkan bantuan obat-obatan, maka Psikolog akan merujuk kepada Psikiater.
Obat-obatan yang diberikan untuk penderita masokisme juga cukup beragam dan disesuaikan dengan kebutuhan penderita. Misalnya penekan hormon dan antidepresan. Sekali lagi, obat-obatan ini hanya dikonsumsi sesuai dengan resep dokter.
Seperti itulah penjelasan mengenai dampak dan penanganan pada penderita masokisme. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Masokisme : Ketertarikan Seksual Setelah Mendapatkan Kekerasan Dari Pasangan
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



