Deeptalk.co.id – Depresi psikotik merupakan bagian dari gangguan depresi yang dimana penderitanya akan mengalami gejala dari gangguan depresi, sekaligus gejala dari gangguan psikotik. Penderita depresi psikotik akan mengalami kesedihan yang mendalam dan berdampak pada kurangnya minat terhadap aktivitas sehari-hari, disisi lain mereka juga mengalami gangguan psikosis seperti delusi dan halusinasi.
Kondisi penderita depresi psikotik perlu mendapatkan perhatian yang lebih, pasalnya kondisi ini merupakan depresi dengan tingkat keparahan yang cukup tinggi. Kondisi ini juga sangat berpengaruhi terhadap kehidupan penderitanya dan orang-orang di sekitar.
Penderita depresi psikotik akan mengalami kesulitan untuk membedakan kenyataan dan yang bukan kenyataan. Dalam beberapa kasus yang kucup berat, penderita depresi psikotik justru mendengar bisikkan-bisikkan untuk menyakiti diri atau orang-orang disekitarnya. Tidak sedikit dari penderita gangguan ini juga melakukan percobaan bunuh diri.
Sayangnya sama halnya dengan kondisi depresi pada umumnya, penyebab pasti dari depresi psikotik ini juga belum diketahui secara pasti. Meski demikian, beberapa faktor seperti genetik, faktor lingkungan, dan adanya riwayat gangguan mental, dipercaya dapat meningkatkan resiko seseorang mengalami depresi psikotik.
Artikel ini akan membahas mengenai dampak dan penanganan pada kondisi depresi psikotik. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika pembaca merasa mengalami kondisi serupa, sebaiknya segera konsultasikan dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan juga penanganan yang tepat.
Dampak Depresi Psikotik

Kondisi depresi psikotik bukanlah kondisi yang bisa dibiarkan begitu saja. Kondisi ini perlu mendapatkan penanganan yang tepat agar gejala yang ditimbulkan dapat berkurang sedikit demi sedikit. Berikut beberapa dampak atau bahaya dari depresi psikotik:
Menarik diri dari lingkungan
Penderita depresi psikotik cenderung menarik diri dari lingkungan. Hal ini mengakibatkan mereka memiliki hubungan sosial yang buruk dengan orang-orang disekitarnya.
Kehilangan minat
Sama halnya dengan gangguan depresi pada umumnya, penderita depresi psikotik juga cenderung kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari. Hal ini tentu akan mengganggu produktivitas penderitanya. Pada penderita depresi psikotik yang masih sekolah, bisa jadi kondisi ini mengakibatkan penurunan prestasi. Sedangkan bagi penderita depresi psikotik yang sudah bekerja, kondisi ini akan berdampak pada kualitas pekerjaan mereka.
Delusi dan halusinasi
Banyak orang yang beranggapan bahwa delusi dan halusinasi merupakan satu hal yang sama. Pada dasarnya keduanya cukup berbeda. Delusi merupakan kepercayaan seseorang terhadap hal-hal yang tidak nyata, sedangkan halusinasi merupakan kondisi dimana seseorang melihat, mendengar, merasakan, atau mencium hal-hal yang tidak nyata. Penderita depresi psikotik cenderung mengalami delusi dan halusinasi sebagai gejala dari gangguan psikotiknya.
Baca juga : Kenali Ciri-Ciri Depresi Psikotik
Menyakiti diri sendiri
Penderita depresi psikotik juga beresiko menyakiti diri sendiri. Hal ini diduga sebagai upaya untuk pelampiasan depresi yang mereka alami. Namun, beberapa penderita juga melakukan tindakan tersebut karena mendapatkan bisikkan-bisikkan dari suara-suara yang tidak nyata sebagai gejala dari gangguan psikotiknya. Dengan demikian, kondisi ini bukan hal yang tidak mungkin untuk akhirnya dilakukan oleh penderita gangguan depresi psikotik.
Percobaan bunuh diri
Selain menyakiti diri, beberapa penderita gangguan depresi psikotik juga berakhir pada keputusan bunuh diri. Sama halnya dengan dampak sebelumnya, kondisi ini bisa jadi upaya untuk menangani kondisi depresi, atau juga karena adanya bisikkan yang tidak nyata.
Penanganan pada Kondisi Depresi Psikotik

Setelah mengetahui betapa berbahayanya kondisi depresi psikotik ini, tentu kita sama-sama paham bahwa situasi ini bukanlah hal yang bisa dibiarkan begitu saja. Untuk itu, jika kamu atau orang di sekitar mu merasakan gejala dari depresi psikotik, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Psikolog atau Psikiater sesegera mungkin. Pasalnya kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlangsung lama agar gejala yang ditimbulkan tidak semakin parah.
Setelah melakukan konsultasi lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater, umumnya kamu akan mendapatkan diagnosis terhadap kondisi yang kamu alami. Dari hasil diagnosis tersebutlah baru akan ditentukan penanganan apa yang bisa didapatkan.
Setiap penderita bisa jadi menunjukkan gejala yang berbeda-beda, dengan tingkat keparahan gejala yang berbeda-beda pula. Untuk itu, penanganan yang diberikan antara satu penderita dengan penderita lainnya juga bisa jadi berbeda. Pada dasarnya penanganan ini diberikan sesuai dengan gejala yang dialami oleh penderita. Untuk itulah pemeriksaan perlu dilakukan oleh orang yang ahli dibidangnya.
Psikiater umumnya akan melakukan penanganan dengan meresepkan beberapa obat-obatan yang dapat mengurangi gejala yang ditimbulkan. Obat yang umum diberikan untuk kasus ini adalah obat antidepresan dan antipsikotik. Tentu saja kedua obat tersebut harus dikonsumsi sesuai dengan anjuran dari Psikiater.
Sedangkan Psikolog tidak memiliki hak untuk meresepkan obat-obatan, untuk itu penanganan yang diberikan berupa psikoterapi. Jenis psikoterapi yang umum diberikan untuk kasus ini adalah terapi perilaku kognitif.
Seperti itulah penjelasan mengenai dampak dan penanganan pada kondisi depresi psikotik. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Tips Tetap Sehat Secara Mental di Tengah Rekan Kerja yang Toxic
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



