Deeptalk.co.id – Hiperseksual atau juga dikenal dengan istilah hiperseks merupakan kondisi dimana seseorang mengalami kecanduan untuk melakukan hubungan seksual. Hal ini membuat penderita memfokuskan kehidupannya terhadap kegiatan-kegiatan seksual. Sama halnya dengan jenis kecanduan lainnya, penderita hiperseksual juga mengalami kesulitan untuk menghentikan atau mengontrol keinginan untuk melakukan hubungan seksual.
Pada dasarnya melakukan hubungan seksual memang aktivitas yang menyenangkan. Jika dipikir secara sekilas, tidak ada yang salah dengan penyimpangan seksual yang satu ini. Sayangnya jika kondisi hiperseksual dibiarkan begitu saja, kondisi ini bisa merugikan diri sendiri dan orang-orang disekitarnya. Karena hal tersebutlah mengapa kondisi ini masuk dalam kategori gangguan mental, lebih tepatnya gangguan obsesif kompulsif atau kecanduan. Sama halnya dengan gangguan mental lainnya, penderita hiperseksual juga harus mendapatkan penanganan yang serius untuk dapat meminimalisir gejala yang ada.
Karena beberapa hal di atas, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai dampak dan penanganan terhadap kondisi hiperseksual. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu menemukan orang dengan gejala hiperseksual, maka segera sarankan untuk melakukan konsultasi dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Berikut pembahasan mengenai dampak dan penanganan terhadap kondisi hiperseksual.
Dampak Hiperseksual

Kondisi hiperseksual akan sedikit banyak mengganggu kehidupan penderitanya. Bahkan beberapa kondisi hiperseksual juga mendatangkan masalah untuk orang-orang disekitarnya. Berikut beberapa dampak dari kondisi hiperseksual:
Kehilangan pekerjaan
Kondisi hiperseksual sering kali membuat penderitanya kesulitan untuk fokus terhadap hal-hal lain diluar hal-hal yang berhubungan dengan konteks seks. Karena hal tersebut, tidak sedikit dari penderita hiperseksual mengalami kehilangan pekerjaan. Selain kesulitan untuk fokus terhadap pekerjaan, penderita hiperseksual sering kali mendapatkan masalah dengan lawan jenis di kantor. Hal ini dikarenakan mereka kesulitan untuk bisa mengontrol nafsu seksual mereka.
Masalah rumah tangga
Bagi penderita hiperseksual yang sudah berkeluarga, tidak jarang dari mereka yang mengalami masalah dalam berumah tangga. Mengingat penderita yang kesulitan untuk mengontrol nafsu seksualnya, tidak sedikit pasangan yang merasa risih dan kelelahan untuk memenuhi nafsu seksual penderita hiperseksual. Hal ini membuat penderita mengambil pelarian lain dengan mencari wanita atau pria hiburan diluar rumah. Tidak sedikit dari mereka yang berakhir di sidang perceraian.
Beresiko terjangkit infeksi menular seksual
Penderita hiperseksual sering kali tidak merasa puas hanya dengan satu pasangan. Hal ini membuat mereka melakukan hubungan seksual dengan lebih dari satu pasangan. Tidak hanya itu, menggunakan jasa pekerja seks komersial juga erat kaitannya dengan penderita hiperseksual. Hal inilah yang membuat mereka beresiko tinggi terjangkit akan infeksi menular seksual. Tidak hanya beresiko untuk dirinya sendiri, namun juga untuk pasangan dan orang-orang yang melakukan hubungan seks dengan penderita.
Kecanduan konten pornografi
Tidak hanya kecanduan akan hubungan seksual, tidak sedikit penderita hiperseksual yang juga mengalami kecanduan terhadap konten pornografi. Walaupun awalnya konten pornografi ditonton sebagai pelarian terhadap hasrat seksual mereka, namun hal ini bisa berlangsung terus menerus. Seperti yang diketahui, menonton konten pornografi juga dapat beresiko terhadap hal-hal lain, seperti merusak otak sehingga menimbulkan perasaan bersalah.
Baca juga : Hiperseksual : Kecanduan Aktivitas Seksual
Penanganan Pada Penderita Hiperseksual

Seperti yang sudah dibahas pada poin di atas, kondisi hiperseksual memang cukup berdampak negatif untuk diri sendiri dan orang lain. Karena itulah kondisi ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa gejala hiperseksual, maka segera konsultasikan kondisi tersebut dengan Psikolog atau Psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut beberapa penanganan pada penderita hiperseksual:
Psikoterapi
Jenis penanganan yang satu ini biasa dilakukan oleh Psikolog atau Terapis. Psikoterapi yang diberikan kepada penderita hiperseksual juga bisa beragam, mulai dari terapi kognitif behavior, terapi kelompok, hingga terapi keluarga dan pasangan. Tentu saja jenis terapi yang diberikan akan disesuaikan dengan kebutuhan penderita.
Obat-obatan
Pemberian obat-obatan tentu harus melalui peresepan oleh Dokter atau Psikiater. Obat yang dikonsumsi juga harus sesuai dengan resep yang dianjurkan. Beberapa obat yang diberikan kepada penderita hiperseksual berhubungan dengan pengurangan perilaku obsesif kompulsif, dan menormalkan beberapa hormon yang berhubungan dengan nafsu seks.
Perlu diketahui bahwa penanganan jenis apapun tidak bisa menyembuhkan kondisi hiperseksual secara 100%. Jenis penanganan yang diberikan berguna untuk meminimalisir gejala dari hiperseksual tersebut. Karena hal tersebut, penderita hiperseksual tetap harus menjalani penanganan untuk dapat mengontrol hasrat seksual dan mencegah kemunculan gejala hiperseksual tersebut.
Meski demikian, bukan berarti penderita hiperseksual tidak bisa menjalin hubungan yang sehat dengan pasangannya atau menjalankan kehidupan normal seperti orang-orang pada umumnya. Selama mereka menjalani penanganan dan mengikuti semua anjuran dari Psikolog atau Psikiater, kondisi mereka bisa tetap stabil.
Seperti itulah pembahasan mengenai dampak dan penanganan hiperseksual. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Tips Menghadapi Seorang Ekshibisionisme (Memamerkan Alat Kelamin)
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



