Semua artikel
Keluarga

Identifikasi Kesehatan Mental Pada Anak Sejak Dini

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Saat ini, istilah kesehatan mental atau yang juga sering desebut dengan mental health tidak menjadi istilah yang asing di telinga. Pada dasarnya, kesehatan mental memang perlu mendapatkan perhatian yang setara dengan kesehatan fisik. Pasalnya, kedua hal tersebut saling mempengaruhi satu sama lain.

Kesehatan mental yang terganggu akan mempengaruhi aktifitas fisik seseorang, begitu juga sebaliknya. Hal tersebut tidak hanya terjadi pada usia dewasa, melainkan juga terjadi pada anak-anak.

Anak-anak akan mengalami perkembangan fisik yang cukup pesat. Walau tidak terlihat, mental anak juga ikut berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Para orang tua sudah sepantasnya memastikan perkembangan fisik dan mental anak sesuai dengan apa yang mereka butuhkan.

Usia anak merupakan usia dimana mereka akan dengan mudah mempelajari banyak hal. Sayangnya, terlalu banyak belajar akan mendekatkan anak dengan kondisi stress. Kondisi ini tidak membawa dampak positif untuk perkembangan belajarnya, justru kebalikannya. Contoh sederhana semacam ini tentu perlu menjadi pertimbangan bagi orang tua untuk selalu mengawasi masalah kesehatan mental yang terjadi pada anak.

Agar dapat memastikan anak memiliki kesehatan mental yang baik, tentunya orang tua perlu untuk mengetahui rangkaian proses perkembangan pada anak. Untuk itu, pada artikel ini akan dipaparkan ciri-ciri kesehatan mental berdasarkan proses perkembangan anak, yaitu:

Proses Biologis

Proses perkembangan biologis ditandai dengan perubahan fisik pada tubuh anak. Misalnya, bertambahnya berat badan dan tinggi badan anak, atau meningkatnya keterampilan motorik, dan masih banyak lagi.

Walaupun perkembangan biologis umumnya diwarisi oleh gen orang tua, namun untuk menunjang hal tersebut dibutuhkan kegiatan dan asupan gizi tertentu. Untuk itu, orang tua tetap perlu memperhatikan faktor-faktor penunjang eksternal semacam itu.

Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, kesehatan fisik akan mempengaruhi kesehatan mental, begitu juga sebaliknya. Dengan demikian, untuk menunjang proses perkembangan bilogis pada anak dibutuhkan mental yang sehat. Anak yang sehat secara mental dapat melakukan aktivitas yang produktif seperti bermain dan belajar sesuai dengan kapasitas intelektual dan usianya.

Jika Anda melihat anak kesusahan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang seharusnya sudah bisa diselesaikan oleh anak seusianya, akan lebih baik untuk mendapatkan pertolongan dari psikolog anak.

Proses Kognitif

Jika proses biologis ditandai dengan perubahan bentuk fisik pada anak, pada proses kognitif ditandai dengan perkembangan otak anak. Seiring dengan berjalannya waktu, anak akan mengalami perkembangan dalam pola berpikir mereka, termasuk kemampuan berpikir kreatif, kemampuan bahasa, kemampuan berpikir kritis, dan kemampuan lainnya yang melibatkan kinerja otak.

Anak yang sehat secara mental akan menunjukkan kemauan untuk belajar dan mengenal hal-hal baru, seperti rasa ingin tahu yang tinggi, peningkatan kemampuan bahasa, pemecahan masalah sederhana, pengambilan keputusan, termasuk pengendalian diri.

Untuk mengetahui anak melalui proses perkembangan kognitif dengan baik tentu diperlukan observasi yang lebih jauh. Untuk itu, dalam hal ini diperlukan kepedulian dari orang tua, guru, dan orang-orang dewasa lainnya.

Proses Sosial-Emosional

Perkembangan proses sosial-emosional pada anak akan melibatkan perubahan emosi, kepribadian, hubungan dengan orang lain, dan lingkungan sosial. Anak yang sehat secara mental memiliki kembampuan untuk mengekspresikan emosi yang dimiliki dengan baik. Anak juga mampu menempatkan diri dengan baik saat berada di lingkungan sosial.

Walaupun anak menghabiskan banyak waktu dengan orang tua dan merasa aman saat berada di rumah, namun anak dengan mental yang sehat tidak akan ragu untuk berbaur dalam lingkungan sosialnya. Misalnya, anak mampu bersosialisasi dengan teman baru di sekolah, atau sekedar bermain dengan teman baru di playgraund.

Proses perkembangan anak memang perlu menjadi perhatian bagi orang tua untuk memastikan anak melalui tahap-tahap perkembangan dengan baik. Selain perkembnagan, orang tua juga perlu memperhatikan emosi dan prilaku anak, untuk memastikan anak sehat secara mental.

Cukup banyak orang tua mengabaikan emosi anak, terutama untuk menyalurkan emosi-emosi negatif seperti sedih dan marah. Melihat anak ceria memang suatu kebahagiaan bagi orang tua, namun anak yang menahan kesedihan dan amarah akan membawa dampak negatif bagi kesehatan mental anak. Dengan demikian, orang tua perlu menjadi media untuk mengajarkan anak mengekspresikan emosi-emosi tersebut.

Selain memperhatikan emosi anak, orang tua juga bisa mengidentifikasi gangguan kesehatan mental pada anak melalui perilaku mereka. Perilaku dalam hal ini bisa berupa kebiasaan tidur, makan, dan bermain. Jika anak memiliki perilaku yang berbeda dari anak seusianya, tentu perlu menjadi perhatian lebih untuk orang tua.

Mengidentifikasi adanya kemungkinan gangguan kesehatan mental sejak ini akan membantu anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat agar tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih parah lagi kedepannya. Hal ini juga tentunya akan menyelamatkan masa depan anak.

Dengan demikian, sudah menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memperhatikan sehatan anak. Baik itu kesehatan fisik, maupun kesehatan mental. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait