Deeptalk.co.id – Beberapa orang harus mengunjungi dokter saat merasa kondisi fisiknya sedang terganggu. Hal ini dilakukan tentu untuk mendapatkan pengobatan agar bisa sembuh dari rasa sakit yang dialami. Tentu saja ini merupakan kondisi yang lumrah untuk semua orang.
Namun, tahukah kamu bahwa beberapa orang justru memiliki ketakutan berlebih untuk berjumpa dengan dokter. Tidak peduli seberapa butuhnya mereka akan bantuan dari dokter, mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk tidak mengunjungi dokter. Kondisi ini merupakan salah satu gangguan kesehatan mental yang dikenal dengan istilah gangguan iatrofobia.
Artikel ini akan membahas secara khusus mengenai gangguan iatrofobia. Namun sebelum masuk ke pembahasan, perlu diperhatikan bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis.
Jika para pembaca menemukan kesamaan kondisi antara isi artikel dan diri sendiri atau orang disekitar, sebaiknya segera melakukan konsultasi lebih lanjut dengan Psikolog untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Pengertian Gangguan Iatrofobia
Gangguan iatrofobia merupakan sebuah kondisi dimana seseorang memiliki kecemasan atau ketakutan berlebih terhadap dokter atau hal-hal mengenai dokter. Dengan demikian, gangguan iatrofobia juga berkaitan dengan rasa takut terhadap rumah sakit, suntikkan, operasi, bahkan terhadap lingkungan yang steril.
Gangguan iatrofobia merupakan salah satu gangguan kesehatan mental yang juga bagian dari gangguan fobia. Sama halnya dengan gangguan fobia lainnya, sumber rasa takut yang dimiliki oleh penderita gangguan iatrofobia cukup tidak rasional. Umumnya orang-orang akan meminta pertolongan kepada dokter, namun mereka justru menghindari untuk bertemu dengan dokter.
Penderita gangguan iatrofobia memiliki tingkat keparahan kondisi yang berbeda-beda antara satu penderita dengan penderita yang lain. Dalam kasus yang cukup serius, penderita gangguan iatrofobia bahkan akan menghindari untuk tidak bertemu dokter walau kondisinya sangat membutuhkan pertolongan dari dokter.
Hal tersebut tentu akan memperburuk kondisi kesehatan fisik dan mental penderita gangguan ini. Untuk itulah kondisi ini perlu mendapatkan perhatian yang serius. Kondisi ini memang umum terjadi pada anak-anak. Meski demikian, orang dewasa tidak menuntut kemungkinan juga mengalami gangguan iatrofobia.
Penyebab Gangguan Iatrofobia

Sayangnya gangguan iatrofobia sendiri belum diketahui penyebab pastinya hingga saat ini. Meski demikian, beberapa faktor dipercaya dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami gangguan iatrofobia. Berikut faktor yang dimaksud:
Pengaruh film
Beberapa orang akan dengan mudah terpengaruh oleh tontonan mereka. Hal ini bisa jadi membuat seseorang meningkatkan resiko gangguan iatrofobia. Khususnya jika film yang ditonton membahas seputar medis atau dunia kesehatan.
Pengaruh berita
Tidak hanya film, berita-berita yang beredar di masyarakat juga sering kali membuat seseorang akhirnya merasa takut untuk mengunjungi dokter. Misalnya anak yang mendengarkan berita mengenai betapa sakitnya cabut gigi. Hasilnya anak akan enggan untuk mengunjungi dokter gigi.
Baca juga : Tokophobia : Rasa Takut Berlebih Akan Hamil dan Melahirkan
Pecandu alkohol dan obat-obatan terlarang
Bagi sebagian besar pecandu alkohol dan obat-obatan terlarang, mengunjungi dokter akan membuat mereka dipaksa untuk melepaskan apa yang menjadi candu bagi mereka. Karena tidak menginginkan hal tersebut, mereka akhirnya membentuk rasa takut untuk mengunjungi dokter.
Selain beberapa penyebab di atas, tentunya masih banyak penyebab-penyebab lain yang akhirnya membuat seseorang menjadi trauma untuk berobat kepada dokter.
Gejala Gangguan Iatrofobia

Kondisi ini umumnya akan dengan mudah dikenali. Terutama saat meminta penderita untuk berobat ke dokter. Namun, kamu dapat memperhatikan beberapa gejala dari gangguan iatrofobia berikut untuk dapat memastikannya:
Cemas atau ketakutan berlebih
Sudah jelas dari pengertian gangguan iatrofobia, gejala umum dari gangguan ini adalah adanya kecemasan atau perasaan takut berlebih untuk mengunjungi dokter. Contohnya pada anak dengan gangguan iatrofobia, mereka bisa langsung mengalami tantrum jika berada di ruangan pemeriksaan atau sekedar mendengar wacana untuk ke dokter.
Menolak untuk ke dokter
Sepenting apapun penanganan dokter terhadap dirinya, penderita gangguan iatrofobia akan mencoba berbagai cara untuk tidak ke dokter. Hal ini tentu akan menghambat proses kesembuhannya. Terutama jika kondisinya memang benar-benar membutuhkan bantuan medis. Tidak hanya untuk pengobatan, penderita gangguan iatrofobia bahkan akan merasa takut walau sekedar untuk melakukan imunisasi, medical check up, periksa gigi rutin, dan sebagainya.
Berbagai gejala fisik
Penderita gangguan iatrofobia akan menunjukkan beberapa gejala fisik saat berhadapan atau sekedar merencanakan untuk ke dokter. Adapun gejala fisik yang umum dialami bisa berupa jantung berdebar kencang, keringat berlebih, panas dingin, tekanan darah yang tidak normal, dan masih banyak lagi.
Seperti itulah pembahasan singkat mengenai gangguan iatrofobia. Gangguan yang satu ini sebenarnya bisa disembuhkan dengan menerapkan beberapa terapi psikologis. Sayangnya, penderita gangguan iatrofobia enggan untuk melakukan hal tersebut karena berkaitan dengan pemicu rasa takutnya.
Meski demikian, di zaman modern ini sudah cukup banyak pelayanan kesehatan yang bisa diakses secara online. Hal ini tentu akan meminimalisir rasa takut dibandingkan harus berhadapan langsung. Maka dari itu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Psikolog atau Psikiater mengenai kondisi mu itu.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Autophobia : Rasa Takut Berlebih Saat Sendirian
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



