Deeptalk.co.id – Kamu tentu sudah tidak asing lagi dengan gangguan fobia. Gangguan fobia merupakan salah satu bagian dari gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan adanya rasa cemas atau takut berlebih terhadap suatu kondisi atau objek tertentu.
Gangguan fobia sendiri memiliki banyak sekali bagian berdasarkan dengan sumber rasa takut yang dimiliki. Gangguan yang satu ini terbilang cukup unik karena, apa yang menjadi rasa takut terbesar seorang penderita gangguan fobia merupakan hal yang biasa saja bagi kebanyakkan orang dan cenderung tidak mengancam nyawa.
Salah satu jenis gangguan fobia yang cukup unik adalah haphephobia atau dikenal juga dengan istilah fobia sentuhan. Artikel ini akan membahas secara khusus mengenai haphephobia. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini merupakan media edukatif, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnostik.
Jika pembaca menemukan kesamaan kondisi antara isi artikel dengan keadaan pribadi atau orang disekitar, sebaiknya segera melakukan konsultasi dengan Psikolog agar mendapatkan diagnostik dan penanganan yang tepat.
Pengertian Gangguan Haphephobia
Haphephobia merupakan salah satu bagian dari gangguan fobia spesifik yang ditandai dengan adanya rasa takut berlebih terhadap suatu sentuhan fisik. Jenis fobia yang satu ini merupakan kondisi yang cukup jarang ditemui.
Sentuhan sering kali menjadi bahasa cinta atau sekedar menyampaikan sesuatu. Sayangnya, bagi penderita gangguan haphephobia, sentuhan fisik merupakan sesuatu yang bisa membuat mereka cemas dan takut berlebih.
Penderita gangguan haphephobia merasa takut jika disentuh atau menyentuh orang lain. Selain dikenal dengan istilah haphephobia, gangguan ini juga dikenal dengan sebutan lain seperti chiraptophobia, thixophobia, dan aphenphosmphobia.
Gangguan ini cukup mengganggu kegiatan sehari-hari penderitanya. Terutama jika penderita memerlukan banyak aktivitas di luar rumah. Untuk itu, gangguan ini bukanlah gangguan yang bisa dibiarkan begitu saja. Gangguan ini juga dapat semakin buruk jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat.
Penyebab Gangguan Haphephobia

Penyebab pasti dari gangguan haphephobia belum diketahui hingga saat ini. Meski demikian, beberapa faktor dipercaya dapat meningkatkan resiko seseorang mengalami gangguan haphephobia. Berikut faktor-faktor yang dimaksud:
Genetik
Seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit gangguan kecemasan, jenis fobia lain, atau gangguan haphephobia itu sendiri, akan beresiko lebih besar mengalami gangguan haphephobia.
Baca juga : Merasa Sakit Padahal Sehat? Hati-Hati Gejala Hipokondria
Pengalaman traumatis
Seseorang yang memiliki pengalaman traumatis seperti menjadi korban pelecehan, mendapatkan kekerasan secara fisik, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan sentuhan, akan beresiko mengalami gangguan haphephobia.
Adanya gangguan tertentu
Seseorang yang juga memiliki gangguan kesehatan mental seperti gangguan kecemasan sosial, atau fobia kuman juga beresiko mengalami gangguan haphephobia.
Takut terkontaminasi
Seseorang yang merasa khawatir mengenai kebersihan dan juga kesehatan cenderung mengalami gangguan haphephobia. Pasalnya mereka cenderung enggan bersentuhan dengan orang lain karena takut akan terkontaminasi dengan kotoran atau penyakit tertentu.
Gejala Gangguan Haphephobia
Jika dilihat dari pengertian gangguan haphephobia, sudah cukup jelas bahwa gejala utama dari gangguan ini adalah adanya rasa takut atau cemas berlebih saat bersentuhan dengan orang lain. Meski demikian, seseorang dengan gangguan haphephobia cenderung menunjukkan beberapa gejala fisik dan psikologis sebagai berikut:
Gejala fisik
Seorang penderita gangguan haphephobia, saat disentuh atau menyentuh orang lain akan menunjukkan beberapa gejala fisik seperti gatal-gatal, merasa mual, jantung berdebar cepat, kesulitan bernafas, hingga kehilangan kesadaran.
Gejala psikologis
Selain menunjukkan gejala fisik, penderita gangguan haphephobia juga menunjukkan beberapa gejala psikologis seperti adanya rasa takut dan cemas berlebih jika bersentuhan dengan orang lain, mengalami serangan panik, dan cenderung melakukan penghindaran terhadap tempat-tempat yang memiliki banyak orang.
Setiap penderita gangguan haphephobia bisa jadi akan menunjukkan gejala fisik dan psikologis yang berbeda-beda dan dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda pula. Untuk itu, agar dapat menentukan kondisi ini dengan baik maka dibutuhkan bantuan dari para ahli seperti Psikolog atau Psikiater.
Penanganan Pada Penderita Gangguan Haphephobia

Setelah mendapatkan diagnosis yang tepat, barulah dapat ditentukan penanganan apa yang cocok dan sesuai dengan gejala serta tingkat keparahan gangguan haphephobia yang dialami. Adapun penanganan yang umum diberikan kepada penderita gangguan haphephobia, yaitu:
Terapi perilaku kognitif
Terapi yang satu ini merupakan jenis terapi yang sangat umum digunakan untuk kasus-kasus gangguan fobia. Terapi ini bertujuan untuk mengubah pola pikir mengenai sentuhan yang tadinya ditakuti, menjadi sesuatu yang tidak perlu ditakuti lagi.
Terapi paparan
Jenis terapi selanjutnya tidak kalah populer dengan terapi perilaku kognitif. Terapi paparan juga cukup sering digunakan untuk kasus gangguan fobia. Terapi paparan bertujuan untuk membantu penderita berhadapan dengan rasa takut yang dimiliki.
Latihan relaksasi
Penanganan terakhir dapat kamu lakukan tanpa arahan dari para ahli. Kamu bisa melatih diri agar lebih rileks dengan melakukan beberapa teknik relaksasi. Cukup banyak teknik relaksasi yang bisa kamu pelajari di internet. Selama dilakukan dengan konsisten, tidak hanya membuat gangguan haphephobia berkurang, melainkan juga membuat kondisi mental menjadi jauh lebih baik.
Seperti itulah penjelasan sekilas mengenai gangguan haphephobia. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Workaholic Baik Atau Buruk?
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



