Semua artikel
Gangguan Psikotik

Halusinasi : Mendengar Merasa Mencium atau Melihat Sesuatu yang Tidak Nyata

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Pada dasarnya manusia memiliki lima indra yang akan membantunya dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Kelima indra ini akan mendapatkan respon dari faktor eksternal manusia. Misalnya mata mampu melihat pemandangan, hidung mampu mencium wangi bunga, telinga dapat mendengar kicauan burung, lidah dapat mengecap manisnya gula, dan kulit dapat merasakan tekstur kasar pada batu.

Namun bagaimana jika seseorang mampu melihat, mendengar, mencium, merasa, atau mengecap hal-hal yang tidak nyata? Jika melihat orang dengan kondisi tersebut umumnya kita akan mengaitkannya dengan hal-hal mistis. Namun tahukah kamu bahwa hal tersebut dibahas secara logis dalam ilmu psikologi.

Kondisi seperti yang dipaparkan di atas biasa dikenal dengan istilah halusinasi. Lantas seperti apa sebenarnya halusinasi itu? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai halusinasi.

Sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi, atau pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Berikut pembahasan mengenai halusinasi.

Pengertian Halusinasi

Seperti yang sudah terpapar dalam judul artikel ini, halusinasi adalah kondisi dimana seseorang mendengar, merasa, mencium, melihat, atau mengecap sesuatu yang pada dasarnya tidak nyata. Kondisi semacam ini membuat penderita mengalami kesulitan untuk membedakan antara kenyataan dengan imajinasinya.

Banyak orang yang memiliki anggapan bahwa halusinasi sama dengan delusi. Walaupun keduanya sama-sama membuat penderitanya kesulitan membedakan kenyataan dan imajinasi, namun delusi dan halusinasi memiliki perbedaan yang mendasar.

Dapat dilihat dari pengertian dari halusinasi yang melibatkan kelima indra dalam kasusnya. Sedangkan halusinasi hanya sebatas kepercayaan akan hal-hal yang tidak nyata. Meski demikian, halusinasi sering kali diiringi dengan delusi.

Penderita halusinasi cenderung mengalami masalah dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Mereka sering kali dianggap aneh oleh orang-orang disekitarnya. Pasalnya apa yang mereka rasakan tidak dialami oleh kebanyakan orang pada umumnya.

Penyebab Halusinasi

Sama halnya dengan delusi, penyebab utama dari halusinasi juga belum diketahui hingga saat ini. Meski demikian, beberapa faktor dipercaya dapat memperbesar kemungkinan seseorang mengalami halusinasi. Adapun faktor-faktor yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Gangguan mental

Beberapa kondisi mental memang memiliki gejala halusinasi di dalamnya. Maka dari itu gangguan mental seperti gangguan bipolar, borderline personality disorder (BPD), post-traumatic stress disorder (PTSD), skizofrenia, demensia, delirium, dan depresi dengan gangguan psikotik, bisa memicu halusinasi pada penderitanya.

Baca juga : Delusi : Keyakinan Terhadap Sesuatu yang Tidak Nyata

Masalah fisik

Selain gangguan mental tertentu, beberapa masalah fisik juga mampu membuat seseorang mengalami halusinasi. Masalah fisik yang dimaksud adalah penyakit alzheimer, penyakit parkinson, demam tinggi, epilepsi, migrain, sindrom charles bonnet, stroke, gangguan keseimbangan asam basa, gangguan elektrolit, cedera kepala berat, gangguan tidur, gangguan pada mata, tumor otak, dan gangguan pada telinga bagian dalam.

Penyalahgunaan NAPZA dan konsumsi alkohol berlebihan

Seperti yang kita ketahui bahwa penyalahgunaan NAPZA dan konsumsi alkohol secara berlebihan cukup membahayakan tubuh. Salah satu bahayanya adalah dapat menimbulkan halusinasi. Maka tidak heran jika orang-orang dalam pengaruh alkohol atau NAPZA cenderung kehilangan akal, dan bertindak diluar kontrol mereka.

Gejala Halusinasi

Cukup sulit untuk seseorang dapat menyadari dirinya sedang dalam kondisi halusinasi atau tidak. Maka untuk dapat memastikan maka dibutuhkan konsultasi lebih lanjut dengan para profesional. Namun secara garis besar, kamu bisa melihat dari beberapa gejala halusinasi berikut:

·         Halusinasi penglihatan, yaitu penderita melihat hal-hal yang tidak nyata. Misalnya melihat manusia, benda, atau objek lainnya yang tidak dilihat oleh orang lain.

·         Halusinasi pendengaran, yaitu penderita mendengar hal-hal yang tidak nyata. Misalnya mendengar bisikan, suara alat musik, ancaman, perintah, atau lain sebagainya yang pada dasarnya tidak didengar oleh orang lain.

·         Halusinasi penciuman, yaitu penderita mencium hal-hal yang tidak nyata. Misalnya mencium wewangian atau bau yang tidak sedap, namun orang disekitarnya tidak mencium bau yang sama.

·         Halusinasi pengecapan, yaitu penderita mengecap rasa yang tidak nyata. Misalnya mengecap rasa logam atau rasa aneh lainnya pada makanan atau minuman tertentu. Namun saat dirasakan orang lain maka orang tersebut tidak mengecap rasa yang sama.

·         Halusinasi sentuhan, yaitu penderita merasa seakan disentuh atau meraba sesuatu yang tidak nyata. Misalnya merasa tepukan di pundak, namun pada kenyataan tidak ada orang atau benda yang menyentuh pundaknya.

Itu dia penjelasan mengenai halusinasi. Dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya halusinasi bukan salah satu gangguan mental, namun menjadi gejala dari gangguan mental yang cukup serius. Untuk itu penting bagi kita mewaspadai kondisi yang satu ini.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Tahap Perkembangan Kognitif Menurut Jean Piaget

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Halusinasi : Mendengar Merasa Mencium atau Melihat Sesuatu yang Tidak Nyata — DeepTalk