Deeptalk.co.id – Sebagai pasangan suami istri, melakukan seks atau hubungan intim lumrahnya akan mendatangkan kebahagiaan tersendiri bagi pasangan tersebut. Aktivitas ini juga dapat mempererat hubungan dan menjaga keharmonisan dalam rumah tangga. Bahkan bagi sebagian besar orang, melakukan hubungan intim mampu menghilangkan energi-energi negatif yang dirasakan.
Namun tahukah kamu bahwa tidak semua orang merasa nyaman dengan melakukan hubungan intim atau hubungan seksual. Beberapa orang justru merasakan ketakutan atau kecemasan berlebih saat hendak melakukan aktivitas tersebut. Kondisi semacam ini bisa jadi pertanda adanya suatu gangguan psikologis yang dikenal dengan istilah genophobia.
Untuk mengenal lebih jauh mengenai kondisi genophobia, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai kondisi tersebut. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokkan self diagnosis.
Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa gejala serupa dengan apa yang dipaparkan dalam artikel ini, segera lakukan konsultasi lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut pembahasan mengenai genophobia.
Pengertian Genophobia

Salah satu gangguan mental yang umum dialami oleh orang-orang adalah fobia. Fobia atau phobia sendiri adalah kondisi dimana seseorang memiliki rasa takut berlebih terhadap suatu objek, situasi, atau aktivitas tertentu. Pada artikel kali ini kita akan membahas salah satu jenis fobia, yaitu genophobia.
Genophobia adalah kondisi dimana seseorang memiliki rasa takut berlebih untuk melakukan hubungan seksual. Pengidap genophobia tidak hanya sekedar tidak menyukai aktivitas seksual atau merasa jijik dengan aktivitas tersebut, melainkan mereka akan dihadapkan dengan rasa takut atau kecemasan yang tinggi saat melakukan hubungan seksual.
Bahkan dalam beberapa kasus, penderita genophobia akan merasakan ketakutan yang tinggi dengan hanya sekedar membayangkan aktivitas hubungan seksual. Tentu kondisi ini cukup mengganggu, terlebih lagi bagi mereka yang sudah menjalin hubungan suami istri.
Penyebab Genophobia

Kondisi genophobia ini tidak ada begitu saja, melainkan disebabkan oleh beberapa kondisi. Sayangnya hingga saat ini belum dapat dipastikan penyebab utama dari kondisi tersebut. Meski demikian, beberapa faktor dipercaya dapat memperbesar resiko seseorang mengalami genophobia, yaitu:
Vaginismus
Wanita yang mengalami vaginismus bisa jadi juga mengalami genophobia. Vaginismus adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalami ketegangan otot vagina saat penetrasi. Hal ini akan menimbulkan rasa sakit dalam berhubungan seksual, dan bisa mendatangkan rasa takut yang berasa terhadap aktivitas seksual.
Baca juga : Dunning Kruger Effect : Merasa Paling Pintar
Disfungsi ereksi
Orang-orang yang mengalami disfungsi ereksi juga sering kali mengalami genophobia. Disfungsi ereksi adalah kondisi dimana seseorang kesulitan mempertahankan ereksi. Hal ini membuat penderita merasa malu, dan akhirnya takut melakukan hubungan seksual.
Pelecehan seksual
Tidak sedikit korban pelecehan seksual yang akhirnya mengalami genophobia. Pengalaman tidak menyenangkan itu menimbulkan trauma mendalam, dan akhirnya membuat korban takut untuk melakukan hubungan seksual. Walaupun pada pasangannya sendiri.
Performa seksual yang buruk
Beberapa orang merasa tidak ahli dalam melakukan hubungan seksual. Hal ini juga sering kali memicu kondisi genophobia. Pasalnya mereka merasa malu dengan pasangannya akan kemampuannya yang dianggap kurang memadai.
Dysmorphia
Beberapa orang memiliki pandangan negatif terhadap tubuhnya. Kondisi semacam ini dikenal dengan istilah dysmorphia. Orang-orang semacam ini cenderung merasa malu dengan pasangan karena bentuk tubuh yang dianggap kurang menarik. Maka beberapa dari mereka merasa takut untuk melakukan hubungan seksual.
Itu dia beberapa kondisi yang bisa membuat seseorang mengalami genophobia. Selain beberapa faktor di atas, tentu masih ada faktor-faktor lain yang secara pribadi dirasakan oleh masing-masing penderita.
Gejala Genophobia

Beberapa orang mungkin menganggap bahwa kondisi genophobia ini sebagai sesuatu yang tidak perlu dijadikan masalah. Beberapa lainnya juga menganggap penderita genophobia hanya membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Namun pada kenyataannya menyadari kondisi genophobia secepatnya akan membantu penderita mengatasi kondisi tersebut lebih cepat. Untuk itu penting bagi kita memahami apa saja gejala dari kondisi genophobia berikut:
· Mengalami rasa takut dan kecemasan yang berlebih saat akan melakukan hubungan seksual. Walaupun aktivitas tersebut dilakukan bersama orang yang dicintai.
· Mengalami beberapa gejala fisik saat hendak melakukan hubungan seksual, seperti mual, pusing, badan gemetar, keringat dingin, jantung berdebar, dan lain sebagainya.
· Cenderung menghindar untuk melakukan hubungan seksual.
· Tidak mampu mengatasi rasa takut berlebih yang muncul saat akan melakukan hubungan seksual.
Itu dia beberapa gejala yang ditunjukkan oleh penderita genophobia. Tentu saja setiap penderita bisa mengalami gejala dan tingkat keparahan gejala yang berbeda-beda. Untuk itu diperlukan konsultasi lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater untuk dapat memastikan kondisi penderita.
Dari hasil pemeriksaan itulah akan ditentukan penanganan yang cocok bagi penderita. Langkah-langkah tersebut diperlukan untuk menghindari kesalahan diagnosa dan kesalahan pemberian penanganan.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Kenali Gejala dan Cara Penanganan Gangguan Kepribadian Skizotipal
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



