Deeptalk.co.id – Berbelanja memang merupakan kegiatan yang menyenangkan. Bahkan beberapa orang lakukan kegiatan tersebut untuk mengatasi stress berlebih yang mereka rasakan. Namun bagaimana jika kegiatan berbelanja tersebut justru terkesan berlebihan? Jika demikian, kondisi tersebut bisa jadi pertanda shopping addiction.
Shopping addiction mungkin tidak asing lagi bagi beberapa orang. Shopping addiction sendiri merupakan perilaku berbelanja secara berlebihan atau perilaku impulsif dalam berbelanja. Selain dikenal dengan istilah shopping addiction, kondisi serupa juga dikenal dengan istilah shopaholic, atau kecanduan belanja dalam bahasa Indonesia.
Shopping addiction pada dasarnya perilaku menyimpang yang cukup sederhana. Hanya saja, dampak dari tindakan tersebut bisa sangat berbahaya. Dampak paling nyata berhubungan dengan masalah keuangan, hubungan sosial, dan tidak sedikit mengganggu kondisi mental penderitanya.
Sayangnya, banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami shopping addiction. Beberapa orang beranggapan bahwa perilaku tersebut normal adanya. Hal inilah yang sering kali membuat penderita shopping addiction tidak melakukan upaya untuk mendapatkan pertolongan psikologis. Dalam banyak kasus, penderita shopping addiction yang mendapatkan pertolongan hanya jika kondisinya sudah sangat parah dan sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Untuk mengenal lebih jauh mengenai kondisi shopping addiction, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai gejala shopping addiction. Namun sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami beberapa gejala seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Pada dasarnya, gejala utama dari shopping addiction adalah perilaku berbelanja yang berlebihan sehingga mengganggu diri sendiri dan orang di sekitar. Untuk lebih detailnya, berikut beberapa gejala yang umum dialami oleh penderita shopping addiction:
Merasa Bad Mood Jika Tidak Berbelanja

Gejala pertama pada penderita shopping addiction adalah timbulnya perasaan bad mood jika tidak berbelanja. Perlu diketahui bahwa kondisi shopping addiction ini memang sangat mempengaruhi kondisi mental, termasuk perasaan penderitanya.
Penderita shopping addiction akan merasakan berbagai emosi negatif jika mereka tidak bisa berbelanja. Hal inilah yang membuat mereka kesulitan dalam mengendalikan perilaku berbelanjanya. Dalam beberapa kasus, penderita shopping addiction juga mengalami stress, kecemasan, hingga perasaan kesepian jika dirinya tidak dapat berbelanja. Pada akhirnya, kegiatan berbelanja penderita shopping addiction bukan lagi menjadi suatu kegiatan wajib yang jika tidak dilakukan akan mendatangkan dampak negatif.
Baca juga: Sama-Sama Obsesif Kompulsif, Ini Dia Perbedaan OCD dan OCPD
Wajib Berbelanja Jika Merasa Kurang Mood

Gejala kedua pada penderita shopping addiction adalah saat mereka merasa kurang mood, maka wajib untuk mereka berbelanja. Seakan-akan, hanya dengan berbelanja emosi mereka akan menjadi stabil. Hal ini juga yang membuat mereka selalu berbelanja walau sebenarnya tidak benar-benar butuh untuk berbelanja.
Walaupun setelah berbelanja mood mereka akan kembali membaik, sayangnya hal tersebut tidak berlangsung lama. Akibatnya, penderita shopping addiction seakan berada dalam lingkaran setan yang tidak ada habisnya. Selain itu, perlu diingat juga bahwa perilaku tersebut sangat mempengaruhi kondisi keuangan penderitanya.
Pengeluaran Membengkak

Gejala ketiga dan paling berdampak pada penderita shopping addiction adalah membengkaknya pengeluaran mereka. Bagaimana tidak, berbelanja pada dasarnya membutuhkan uang sebagai alat tukarnya. Maka tidak heran jika banyak penderita shopping addiction yang mengalami masalah keuangan. Walaupun beberapa dari mereka berada dalam kondisi keuangan yang stabil.
Dampak dari membengkaknya pengeluaran ini tidak jarang membuat penderita shopping addiction merasa stress. Pada akhirnya pelarian akan stress tersebut kembali lagi dengan kegiatan berbelanja. Dengan demikian, hal tersebut tidak ada jalan keluarnya.
Tidak Peduli Nasehat Orang Lain

Gejala keempat pada penderita shopping addiction adalah ketidakpedulian mereka akan nasehat orang lain. Menasehati penderita shopping addiction mengenai kebiasaan berbelanjanya yang tidak sehat seakan hanya untuk membuang-buang waktu saja. Mereka selalu berdalih bahwa itu demi kesenangan, dan kesehatan mentalnya. Namun tanpa mereka sadari, mereka sedang membentuk masalah kesehatan mental lainnya.
Menunda Pekerjaan Untuk Berbelanja

Saat ini berbelanja sudah sangat mudah, tidak perlu lagi untuk pergi ke mall atau lokasi perbelanjaan. Cukup dengan segenggam handphone, seseorang sudah bisa berbelanja. Sayangnya, kemudahan tersebut justru membuat penderita shopping addiction sering kali mengabaikan pekerjaan mereka.
Bagi penderita shopping addiction berbelanja lebih penting daripada pekerjaan mereka. Dalam beberapa kasus, penderita shopping addiction bahkan tidak segan-segan meninggalkan tempat kerja untuk berbelanja secara langsung di mall atau pusat perbelanjaan lainnya.
Itu dia penjelasan singkat mengenai gejala dari shopping addiction. Jika kamu mengalami beberapa gejala di atas, melakukan konsultasi dengan psikolog atau psikiater akan lebih baik. Pasalnya, shopping addiction tidak hanya mengganggu kondisi keuangan, namun juga kondisi mental penderitanya.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: 3 Jenis Gangguan Kepribadian Tipe C
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



