Semua artikel
Gangguan Perilaku

Gejala dan Penyebab Gangguan Kontrol Impuls

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Pernakah kamu mendengar tentang gangguan kontrol impuls? Jika belum pernah, kamu mungkin sedikit tahu mengenai kleptomania, yaitu kondisi dimana seseorang mengalami dorongan untuk mencuri sebagai kesenangan semata. Kleptomania ini merupakan bagian dari gangguan kontrol impuls.

Gangguan kontrol impuls adalah satu satu gangguan mental yang membuat individu tidak bisa mengontrol emosi dan perilaku mereka. Emosi dan perilaku yang tidak terkontrol ini umumnya mengarah pada hal-hal yang bersifat negatif, bahkan melanggar norma-norma yang berlaku di masyarakat. Bahkan dalam banyak kasus, penderita gangguan kontrol impuls melakukan tindakan yang membahayakan bagi diri sendiri dan orang-orang disekitarnya.

Untuk mengenal lebih jauh mengenai gangguan kontrol impuls, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai gejala, penyebab, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan gangguan kontrol impuls.

Sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Gejala Gangguan Kontrol Impuls

Untuk dapat memastikan apakah seseorang benar-benar mengalami gangguan kontrol impuls atau tidak, tentu harus melalui pemeriksaan lebih lanjut oleh psikolog atau psikiater. Pasalnya, gejala yang dialami oleh penderita gangguan kontrol impuls memiliki beberapa kesamaan dengan jenis gangguan mental lainnya. Dengan demikian, pemeriksaan oleh para ahli dilakukan untuk meminimalisir kemungkinan kesalahan diagnosa.

Walaupun diagnosa hanya bisa ditegakkan oleh para ahli, namun kita perlu mengetahui gejala dari gangguan kontrol impuls sebagai langkah pengenalan awal. Berikut gejala yang umumnya dialami oleh penderita gangguan kontrol impuls:

Gejala perilaku

Pada dasarnya, setiap penderita gangguan kontrol impuls bisa menunjukan gejala perilaku yang berbeda-beda tergantung jenis dari gangguan kontrol impuls yang dialami. Meski demikian, umumnya perilaku mereka mengarah ke hal-hal negatif, merusak, dan juga mengganggu lingkungannya. Misalnya terlibat dalam perilaku yang beresiko, sering berbohong, mencuri, menarik rambut, melakukan kekerasan kepada orang lain, perusakan properti, pembangkang, hingga kabur tanpa alasan yang jelas.

Gejala fisik

Penderita gangguan kontrol impuls juga umumnya mengalami beberapa gejala fisik yang berhubungan dengan dampak dari tindakan mereka sendiri. Misalnya memiliki luka bekas luka bakar, rambut rontok atau tampak lebih tipis dari biasanya, mengalami cedera akibat kerusakan yang dilakukan, hingga timbulnya infeksi menular seksual.

Gejala psikologis

Selain gejala perilaku dan fisik, penderita gangguan kontrol impuls juga umumnya mengalami gejala psikologis. Misalnya cenderung agresif, selalu merasa cemas, perasaan tertekan, merasakan ketegangan, menurunnya harga diri, penyesalan, perubahan suasana hati yang ekstrim, hingga mengisolasi diri.

Baca juga: Jenis-Jenis Gangguan Kontrol Impuls

Penyebab Gangguan Kontrol Impuls

Gangguan kontrol impuls tidak memiliki penyebab tunggal. Artinya, kondisi yang satu ini bisa saja dipengaruhi oleh banyak faktor. Adapun faktor-faktor yang dapat memicu kondisi gangguan kontrol impuls pada seseorang adalah sebagai berikut:

Faktor genetik

Walaupun tidak bisa menjadi patokan 100%, namun pada kenyataannya faktor genetik menjadi salah satu faktor pemicu seseorang mengalami gangguan kontrol impuls. Dalam hal ini, individu yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi gangguan kontrol impuls akan beresiko lebih besar mengalami kondisi serupa jika dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki riwayat keluarga dengan kondisi tersebut.

Jenis kelamin

Gangguan kontrol impuls juga lebih sering ditemui pada laki-laki dibandingkan dengan perempuan. Hal ini diperkirakan karena laki-laki cenderung lebih sulit untuk mengekspresikan emosi dan perasaan mereka. Dampaknya, emosi dan perasaan tersebut menjadi sampah psikologis dalam diri, dan meluap dalam bentuk perilaku dan emosi yang tidak terkontrol.

Penyalahgunaan zat

Mengkonsumsi alkohol secara berlebihan akan membawa dampak negatif untuk diri sendiri. Salah satunya beresiko mengalami kondisi gangguan kontrol impuls. Selain alkohol, penyalahgunaan obat-obatan berbahaya juga memiliki dampak yang sama.

Tramua

Gangguan kontrol impuls juga bisa dipicu oleh adanya trauma yang tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Khususnya trauma yang terjadi pada masa kanak-kanak. Misalnya mendapatkan perlakukan kasar atau agresif sejak kecil, diabaikan orang tua, menjadi korban pelecehan seksual, dan masih banyak lagi.

Memiliki masalah kesehatan mental

Kondisi penderita gangguan kontrol impuls juga bisa jadi disebabkan oleh komplikasi dari masalah kesehatan mental lainnya. Misalnya pada penderita gangguan obsesif kompulsif (OCD), atau pada penderita depresi.

Masalah pada fungsi otak

Sebuah penelitian yang tercantum dalam “Journal of Behavioral Addictions” menyatakan bahwa seseorang yang memiliki obsesi tidak sehat untuk terus menyalakan api atau pyromania, mengalami masalah pada bagian otak yang mengatur memori, perhatian, dan fungsi eksekutif.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai gejala dan penyebab dari kondisi gangguan kontrol impuls. Jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut jika kamu mengalami beberapa kondisi di atas. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Jenis-Jenis dan Gejala Gangguan Obsesif Kompulsif

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Gejala dan Penyebab Gangguan Kontrol Impuls — DeepTalk