Semua artikel
Gangguan Perilaku

Gejala dan Penanganan Pada Penderita Oppositional Defiant Disorder

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Oppositional defiant disorder (ODD) merupakan kondisi psikologis yang cukup sering dialami oleh anak-anak dan remaja. Anak dengan kondisi oppositional defiant disorder ini sering ditandai dengan suasana hati yang buruk. Hal tersebut membuat anak mudah marah, tersinggung, dan lain sebagainya.

Walaupun oppositional defiant disorder sering kali dianggap sebagai tantrum bagi sebagian besar orang, namun pada kenyataannya oppositional defiant disorder dan tantrum adalah dua hal yang berbeda. Tantrum biasanya dimulai pada usia 1,5-2 tahun, dan meredah di usia 4 tahun. Sedangkan pada kasus oppositional defiant disorder dimulai pada usia 6-8 tahun dan bisa bertahan hingga usia remaja bahkan dewasa. Selain itu, kondisi oppositional defiant disorder juga lebih agresif dibandingkan dengan tantrum pada umumnya.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa oppositional defiant disorder ini cukup mengganggu anak dan orang-orang disekitarnya. Anak juga bisa mengalami berbagai kendala di lingkungan sosialnya. Misalnya sering bertengkar dengan teman sebayanya, memiliki penilaian akademik yang buruk, bahkan cenderung dijauhi oleh lingkungannya. Untuk itu penting bagi orang tua dan orang dewasa memahami kondisi oppositional defiant disorder dan tahu bagaimana menyikapi anak dengan kondisi oppositional defiant disorder.

Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai gejala dan penanganan bagi penderita oppositional defiant disorder. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis.

Berikut pembahasan mengenai gejala dan penanganan pada penderita oppositional defiant disorder.

Gejala Oppositional Defiant Disorder

Oppositional defiant disorder pada dasarnya merupakan salah satu gangguan kesehatan mental yang telah diakui. Maka dari itu, oppositional defiant disorder masuk dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 5th Edition (DSM-5), sebagai salah satu kategori gangguan mental. DSM-5 sendiri merupakan buku pedoman diagnosa gangguan mental yang digunakan oleh psikolog dan psikiater di seluruh dunia.

Dalam DSM-5 sendiri dinyatakan bahwa seseorang dapat dikategorikan sebagai pengidap oppositional defiant disorder jika gejala emosi dan perilaku bertahan setidaknya enam bulan. Adapun gejala dari oppositional defiant disorder adalah sebagai berikut:

·         Mudah marah dan tersinggung.

·         Sering kehilangan kesabaran .

·         Cenderung lebih sensitif dan mudah terusik oleh orang lain.

·         Sering marah dan merasa kesal terhadap orang lain atau situasi yang sedang dihadapi.

·         Memiliki perilaku menantang dan argumentatif.

·         Sering berdebat dengan orang dewasa atau orang-orang yang memegang kendali lebih.

·         Secara aktif menantang atau tidak mematuhi peraturan dan perintah dari orang dewasa atau orang yang memegang kendali lebih.

·         Sering dengan sengaja mengganggu ketentraman orang lain.

·         Cenderung menyalahkan orang lain atas kesalahan yang mereka perbuat sendiri.

·         Memiliki sifat dengki dan pendendam.

·         Ketidakpastian.

Itu dia beberapa gejala yang ditunjukan oleh pengidap oppositional defiant disorder. Meski demikian, untuk dapat memastikan apakah seseorang benar-benar mengidap oppositional defiant disorder atau tidak, tetap diperlukan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Hal ini penting untuk menghindari self diagnosis, kesalahan diagnosa, dan kesalahan penanganan pada penderitanya.

Baca juga : Oppositional Defiant Disorder : Gangguan Perilaku Pada Anak dan Remaja

Penanganan Pada Penderita Oppositional Defiant Disorder

Langkah awal yang perlu orang tua atau orang dewasa lakukan jika melihat anak menunjukan beberapa gejala oppositional defiant disorder di atas adalah, segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut kepada psikolog atau psikiater.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, psikolog atau psikiater akan menantikan diagnosa terhadap anak tersebut. Setelah diketahui gangguannya, maka akan diidentifikasi lagi seberapa parah gejala yang ditunjukan. Dari situlah akan ditentukan penanganan apa yang cocok bagi penderita. Pasalnya, setiap penderita oppositional defiant disorder bisa saja menunjukan gejala dan tingkat keparahan gejala yang berbeda-beda. Ini pula yang menyebabkan perbedaan penanganan antara satu penderita dengan penderita lainnya.

Meski demikian, penanganan yang umum didapatkan bagi penderita oppositional defiant disorder adalah sebagai berikut:

Terapi perilaku kognitif

Terapi ini bertujuan untuk memahami dan merekonstruksi sifat dan perilaku yang dianggap menyimpang, menjadi sifat dan perilaku yang lebih positif. Harapannya, anak akan mengetahui mana yang baik dilakukan dan yang tidak baik untuk dilakukan.

Terapi keluarga

Terapi ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada keluarga mengenai kondisi yang dialami oleh anak. Harapannya, keluarga bisa mendukung anak untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Selain itu, keluarga juga tahu bagaimana cara menghadapi anak dengan baik.

Terapi kemampuan bersosialisasi

Anak dengan kondisi oppositional defiant disorder sering kali mengalami masalah dalam bersosialisasi. Maka dari itu, anak juga membutuhkan terapi kemampuan bersosialisasi. Harapannya, dengan terapi ini anak mampu beradaptasi dan bersosialisasi dengan lingkungannya.

Obat-obatan

Jika memang dibutuhkan, dokter atau psikiater akan meresepkan beberapa obat agar gejala yang ditunjukan dapat meredah. Namun kembali lagi, mengkonsumsi obat-obatan harus sesuai dengan resep yang diberikan oleh dokter atau psikiater.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai gejala dan penanganan oppositional defiant disorder. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Kenali Gejala dan Penanganan Pada Kondisi Cinderella Complex Syndrome

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait