Deeptalk.co.id – Setiap orang memiliki cobaan hidup yang berbeda-beda, begitu juga kondisi mentalnya. Maka dari itu, kita tidak boleh langsung menyudutkan perilaku seseorang, tanpa mengetahui kondisi yang sedang mereka jalani.
Salah satu perilaku yang selalu disudutkan oleh masyarakat adalah percobaan bunuh diri atau suicide attempt. Walaupun percobaan bunuh diri tetap tidak menjadi tindakan yang dibenarkan, namun ada baiknya untuk kita mengetahui kondisi apa yang sedang dialami oleh pelaku.
Percobaan bunuh diri atau suicide attempt merupakan suatu tindakan mengakhiri nyawa sendiri. Terlepas dari berhasil atau tidaknya tindakan tersebut. Namun perlu diketahui bahwa seseorang yang pernah melakukan percobaan bunuh diri dan gagal, akan lebih beresiko untuk mengulangi tindakan yang sama. Maka dari itu, penting bagi kita memberikan perhatian khusus terhadap kasus yang satu ini.
Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai gejala dan cara mengatasi suicide attempt. Namun sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut bersama psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Gejala Suicide Attempt

Pada dasarnya, suicide attempt atau percobaan bunuh diri bisa dicegah jika kita mengenali gejala awal timbulnya pemikiran tersebut. Maka dari itu, penting bagi kita membekali pengetahuan terkait gejala suicide attempt. Selain dapat menjadi warning untuk diri sendiri, kita juga bisa membantu orang-orang disekitar kita yang mungkin menunjukan gejala-gejala serupa.
Walaupun setiap pelaku suicide attempt bisa jadi menunjukan gejala yang berbeda-beda, namun secara umum mereka menunjukan beberapa gejala berikut:
Kesulitan berkonsentrasi
Salah satu gejala suicide attempt adalah kesulitan berkonsentrasi. Kondisi yang mereka alami bisa jadi ikut mengganggu pola pikirnya. Mereka susah untuk memfokuskan pikiran akan suatu hal, dan kesulitan untuk memecahkan masalah.
Mengungkapkan niat bunuh diri pada orang terdekat
Beberapa pelaku suicide attempt bahkan menceritakan niat mereka untuk bunuh diri kepada orang-orang terdekatnya. Namun sayangnya, beberapa orang hanya menganggap itu sebagai omongan semata. Misalnya pelaku suicide attempt secara terang-terangan mengatakan “aku akan bunuh diri”, atau secara tersirat seperti “aku lelah dengan hidup ini”.
Memberikan benda berharganya
Gejala berikutnya dari pelaku suicide attempt adalah memberikan benda-benda berharganya kepada orang lain tanpa alasan yang jelas. Hal ini dilakukan karena mereka merasa sudah tidak membutuhkan benda-benda tersebut lagi.
Menyimpan alat yang digunakan untuk bunuh diri
Untuk melancarkan aksinya, pelaku suicide attempt juga cenderung menyimpan dengan baik alat yang akan digunakan untuk bunuh diri. Misalnya obat-obatan, benda tajam, senjata api, tali tambang, dan masih banyak lagi.
Menarik diri dari lingkungan
Banyak kasus suicide attempt yang dipicu oleh depresi atau gangguan mental lainnya. Maka dari itu, beberapa gejalanya memang serupa dengan jenis-jenis gangguan mental tertentu. Misalnya upaya penarikan diri yang juga dialami oleh penderita depresi, gangguan kecemasan, dan lain sebagainya.
Baca juga: Apa Itu Suicide Attempt?
Cara Mengatasi Suicide Attempt

Jika kamu atau orang terdekat menunjukan beberapa gejala-gejala di atas, maka langkah yang paling tepat adalah melakukan pemeriksaan kepada para profesional. Dalam hal ini kamu bisa berkonsultasi langsung dengan psikolog atau psikiater.
Dalam proses pemeriksaan, kamu akan menjalani berbagai konsultasi psikologis, tes fisik, tes terkait kemungkinan penyalahgunaan zat-zat berbahaya, riwayat obat yang dikonsumsi, dan berbagai jenis pemeriksaan lainnya yang dibutuhkan.
Setelah mendapatkan diagnosa yang tepat terkait kondisi yang dialami, barulah akan ditentukan jenis penanganan yang sesuai. Adapun jenis penanganan pada pelaku suicide attempt cukup beragam, diantaranya:
Psikoterapi
Jenis penanganan pertama adalah psikoterapi atau terapi psikologis. Terapi ini awalnya digunakan untuk mengetahui pemicu utama lahirnya keinginan bunuh diri. Barulah secara perlahan perilaku dan pola pikir akan dibentuk ke arah yang lebih baik. Dengan psikoterapi, pelaku suicide attempt juga akan diajarkan bagaimana cara yang tepat untuk manajemen emosinya, mengubah perilaku negatif ke positif, dan juga membangkitkan semangat hidup penderita.
Mengkonsumsi obat-obatan
Dalam beberapa kasus, pelaku suicide attempt bisa saja diresepkan beberapa obat untuk membantunya menjalani kehidupan sehari-hari. Tentu saja obat tersebut sudah disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pelaku. Misalnya antidepresan pada penderita depresi, dan lain sebagainya.
Edukasi keluarga dan orang terdekat
Salah satu penunjang yang sangat berperan dalam penanganan pelaku suicide attempt adalah support atau dukungan dari orang terdekatnya. Maka dari itu, penanganan tidak hanya dikhususkan pada pelaku, namun juga pada keluarga dan orang terdekatnya. Nantinya mereka akan diberikan edukasi bagaimana cara yang tepat untuk memberikan dukungan dan menghadapi pelaku suicide attempt.
Itu dia penjelasan mengenai gejala dan cara mengatasi suicide attempt. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Tips Menghadapi Orang Tua Dengan Kondisi Empty Nest Syndrome
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



