Deeptalk.co.id – Umumnya kia mengenal bahwa setiap orang memiliki ketertarikan seksual dengan cara yang berbeda-beda. Mulai dari yang normal dan bisa diterima oleh seluruh masyarakat seperti ketertarikan terhadap lawan jenis, hingga yang sebenarnya normal namun banyak bertentangan dengan norma yang berlaku di Indonesia seperti ketertarikan seksual terhadap sesama jenis.
Namun dalam beberapa konteks tidak semua ketertarikan seksual itu bisa dianggap normal. Misalnya ketertarikan seksual terhadap anak di bawah umur, atau meningkatkan hasrat seksual dengan memamerkan alat kelamin di tempat umum. Alih-alih dianggap sebagai orientasi seksual, kondisi semacam itu justru termasuk dalam kategori gangguan parafilia.
Istilah gangguan parafilia sendiri mungkin masih terdengar asing bagi kita. Namun tentu kita sudah tidak asing lagi dengan istilah penyimpangan seksual. Pada dasarnya, penyimpangan seksual dalam dunia medis disebut dengan gangguan parafilia. Gangguan parafilia sendiri terbagi lagi kedalam beberapa gangguan yang disesuaikan dengan gejala yang ditimbulkan.
Untuk mengenal lebih jauh mengenai gangguan parafilia, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai hal tersebut. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa kondisi yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater. Dari konsultasi tersebut barulah akan ditentukan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut pembahasan mengenai gangguan parafilia.
Pengertian Gangguan Parafilia

Seperti yang sudah dipaparkan secara singkat di atas, singkatnya gangguan parafilia merupakan penyimpangan seksual. Namun jika dipaparkan secara lebih spesifik, parafilia adalah perilaku seksual yang didorong ketertarikan seksual terhadap hal-hal yang umumnya tidak menjadi daya tarik akan hasrat seksual. Dengan demikian, penderita gangguan parafilia justru mengalami peningkatan hasrat seksual dengan objek, situasi, atau pola perilaku yang tidak normal. Dimana hal tersebut akan masuk dalam kategori gangguan jika sudah berada pada level mengganggu aktivitas sehari-hari atau orang-orang disekitar.
Kondisi yang dialami oleh penderita parafilia bahkan bisa menyebabkan mereka mengalami masalah pribadi, sosial, karir, bahkan tidak jarang terlibat dalam masalah hukum. Selain karena tindakan mereka yang sudah melanggar norma yang berlaku, mereka juga sering kali dianggap meresahkan dan mendapat julukan mesum.
Baca juga : Cara Melindungi Anak Dari Pelaku Pedofilia
Jenis-Jenis Gangguan Parafilia

Gangguan parafilia juga terbagi atas beberapa kategori lagi. Kategori ini disesuaikan dengan gejala yang dialami, serta hal apa yang membuat mereka mengalami peningkatan hasrat seksual. Berikut beberapa jenis-jenis gangguan parafilia:
· Eksibisionisme, yaitu peningkatan hasrat seksual dengan menunjukkan alat kelamin kepada orang lain tanpa persetujuan orang tersebut.
· Fetisisme, yaitu ketertarikan seksual terhadap benda mati atau bagian tubuh non genital.
· Frotteurisme, yaitu peningkatan hasrat seksual dengan menggesekkan alat kelamin atau organ genital ke tubuh orang lain tanpa persetujuan orang tersebut.
· Pedofilia, yaitu ketertarikan seksual terhadap anak-anak dibawah umur.
· Masokisme, yaitu peningkatan hasrat seksual saat mendapatkan siksaan yang menimbulkan rasa sakit baik secara fisik maupun mental dari pasangannya.
· Transvestisme, yaitu peningkatan hasrat seksual dengan menggunakan pakaian dari lawan jenisnya.
· Voyeurisme, yaitu peningkatan hasrat seksual dengan mengintip lawan jenis atau tindakan seksual orang lain.
· Koprofilia, yaitu peningkatan hasrat seksual dengan melakukan perilaku seksual yang dibarengi dengan kotoran.
· Klismafilia, yaitu peningkatan hasrat seksual dengan memasukkan cairan ke dalam usus besar melalui anus.
· Nekrofilia, yaitu ketertarikan seksual hingga melakukan hubungan seksual dengan mayat.
· Teleponikofilia, yaitu meningkatkan hasrat seksual dengan melakukan panggilan telepon cabul terlebih kepada orang asing, atau yang kita kenal dengan istilah phone sex.
· Urofilia, yaitu peningkatan hasrat seksual dengan menggunakan urin sebagai salah satu bagian dari aktivitas seksual.
· Zoofilia, yaitu ketertarikan seksual terhadap hewan.
Penyebab Gangguan Parafilia

Sayangnya hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab seseorang mengalami gangguan parafilia. Meski demikian, banyak ahli yang berpendapat bahwa kondisi tersebut bisa dipicu oleh beberapa faktor seperti:
Trauma masa kecil
Seseorang yang memiliki riwayat trauma pada masa kecil bisa jadi tumbuh sebagai sosok yang menderita gangguan parafilia. Hal tersebut spesifik kepada kejadian traumatis seperti mengalami pelecehan atau kekerasan seksual.
Proses belajar
Selaian kejadian traumatis, anak-anak juga melalui fase belajar. Dalam hal ini, fase belajar yang salah bisa menggiring anak terhadap gangguan parafilia. Misalnya anak menyaksikan orang yang melakukan aktivitas seksual yang tidak lazim dan meniru tindakan tersebut.
Pola asuh orang tua
Tidak bisa dipungkiri bahwa pola asuh orang tua sedikit banyak memberikan dampak terhadap perilaku dan kondisi mental seseorang. Dalam hal ini, orang tua yang terlalu mengekang atau bahkan terlalu membebaskan anak, khususnya perihal seksual, bisa membentuk anak menjadi penderita gangguan parafilia.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai gangguan parafilia. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Waspada Dampak Kesehatan Mental Pada Anak Korban Pedofilia
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



