Deeptalk.co.id – Sebagai orang dewasa membahas mengenai pernikahan dan komitmen dengan pasangan merupakan hal yang wajar. Pasalnya, di usia dewasa orang-orang sudah mulai memikirkan untuk membangun keluarga bersama dengan pasangannya.
Membangun komitmen dan memutuskan untuk menikah memang bukanlah hal yang mudah. Meski demikian, orang-orang pada umumnya akan menjadi sangat antusias dan mengusahakan hal tersebut sebaik mungkin.
Sayangnya, beberapa orang tidak setuju dengan hal ini. Walaupun tidak banyak, namun ada saja orang-orang yang tidak berani untuk memutuskan membangun komitmen atau melangsungkan pernikahan. Orang dengan kondisi ini biasanya disebut dengan gangguan gamophobia.
Artikel ini akan membahas secara khusus mengenai gangguan gamophobia. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan dalam melakukan self diagnosis.
Jika pembaca menemukan kesamaan kondisi antara isi artikel dengan diri sendiri atau orang lain, sebaiknya segera melakukan konsultasi dengan Psikolog. Psikolog akan melakukan serangkaian pemeriksaan, hingga akhirnya memberikan diagnosis yang tepat.
Pengertian Gangguan Gamophobia
Istilah gamophobia sendiri berasal dari Bahasa Yunani, yaitu gamos yang artinya pernikahan, dan phobos yang artinya rasa takut. Jika diartikan secara lebih detail, gangguan gamophobia merupakan kondisi dimana penderitanya memiliki rasa takut berlebih untuk berkomitmen atau melangsungkan pernikahan.
Saat seseorang memasuki usia pernikahan, menjalin hubungan dan memutuskan untuk lebih serius dengan pasangan penting untuk dilakukan. Selain mendapatkan teman hidup, pernikahan juga membantu kita untuk tidak merasa kesepian dan memiliki tempat untuk berkeluh kesah. Sayangnya, hal ini bisa jadi masalah bagi penderita gangguan gamophobia.
Penderita gangguan gamophobia akan beresiko mengalami kesepian di masa tuanya akibat tidak adanya pasangan dan keluarga. Untuk itu, walaupun di awal gangguan ini tidak menunjukkan masalah yang signifikan, tetap saja penderita gangguan gamophobia perlu mendapatkan penanganan yang tepat.
Penyebab Gangguan Gamophobia

Sama halnya dengan kebanyakan kasus gangguan mental, penyebab pasti dari gangguan gamophobia juga belum diketahui hingga saat ini. Meski demikian, beberapa kondisi membuat seseorang rentan mengalami gangguan gamophobia. Berikut beberapa kondisi yang dimaksud:
Kondisi hubungan antar orang tua
Anak yang hidup dengan orang tua yang tidak akur cenderung membuat anak merasa takut akan komitmen dan pernikahan. Hal ini cukup banyak terjadi, misalnya anak yang menyaksikan orang tua yang selalu bertengkar, atau bahkan menyaksikan perceraian orang tua. Anak akan merasa takut berakhir dengan hubungan yang sama dengan orang tuanya. Untuk itu mereka cenderung menghindari pernikahan dan membangun komitmen dengan lawan jenisnya.
Masalah dengan pasangan sebelumnya
Cukup banyak orang yang memutuskan untuk tidak memiliki hubungan spesial akibat pengalaman buruk dengan pasangan sebelumnya. Misalnya diselingkuhi oleh pasangan, mengalami kekerasan oleh pasangan, atau terjebak dalam hubungan yang toxic. Jangankan untuk membangun komitmen atau pernikahan, untuk sekedar dekat dengan lawan jenis saja sering kali menimbulkan rasa trauma.
Baca juga : Pediophobia : Rasa Takut Berlebih Terhadap Boneka
Korban pelecehan
Seseorang yang menjadi korban pelecehan sering kali merasa kotor dan tidak pantas untuk siapapun. Hal ini membuat mereka takut untuk membangun komitmen, apa lagi untuk memutuskan menikah.
Gejala Gangguan Gamophobia
Jika dilihat dari pengertiannya sudah cukup jelas bahwa gejala utama dari gangguan gamophobia adalah adanya rasa takut berlebih untuk membangun komitmen dan pernikahan. Meski demikian, penderita gangguan ini juga menunjukkan beberapa gejala fisik dan psikologis seperti:
Gejala fisik
Saat membahas atau dihadapkan dengan topik seputar komitmen dan pernikahan, penderita gangguan gamophobia akan menunjukkan gejala fisik berupa jantung berdetak lebih cepat, keringat berlebih, kesulitan bernafas, nyeri dada, merasa pusing, mula, hingga wajah memerah.
Gejala psikologis
Sedangkan gejala psikologis yang ditunjukkan oleh penderita gangguan gamophobia umumnya berupa adanya perasaan cemas berlebih walau hanya memikirkan tentang pernikahan, cenderung menghindari topik pembicaraan mengenai pernikahan, merasa cemas bahkan depresi saat menjalin hubungan, dan juga lebih sering menjalani hubungan tanpa status.
Penanganan Pada Penderita Gangguan Gamophobia

Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa gejala yang dipaparkan di atas, sebaiknya segera melakukan konsultasi dengan Psikolog untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Psikolog umumnya akan memberikan penanganan berupa terapi psikologi.
Terapi psikologi yang sering digunakan untuk penderita gangguan gamophobia biasanya berupa terapi perilaku kognitif atau terapi psikodinamika. Tentunya jenis terapi yang dipilih sudah disesuaikan dengan gejala dan kebutuhan penderita gangguan gamophobia.
Terapi perilaku kognitif (CBT) akan membantu Psikolog untuk memahami pola pikir klien dan membantu mengelola pola pikir mengenai rasa takut tersebut menjadi bukan suatu ketakutan lagi bagi klien. Sedangkan terapi psikodinamika berfokus pada alam bawah sadar klien, tujuannya hampir sama dengan terapi perilaku kognitif, hanya saja terapi ini cenderung membutuhkan waktu yang lebih lama.
Seperti itulah pembahasan mengenai gangguan gamophobia. Semoga artikel ini dapat membantu.
Baca juga : Dampak Kecanduan Pornografi Pada Anak dan Remaja
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



