Deeptalk.co.id –“Duh, apa kata orang nanti ya?” Kalimat ini sering kita dengar, baik langsung dari teman, keluarga, atau mungkin dari dalam kepalaku sendiri. Ternyata, rasa takut mengenai apa yang dipikirkan orang lain atau yang dikenal sebagai FOPO (Fear of Other People’s Opinions). Ini bisa berdampak pada berbagai aspek kehidupan kita, termasuk di tempat kerja.
Bekerja tentu saja mengharuskan kita untuk berinteraksi dengan banyak orang. Mulai dari bos, rekan kerja, klien, hingga mitra bisnis. Rasa takut akan opini orang lain tentunya membuat kita cemas dan khawatir dalam melakukan tugas dan menjalin relasi di lingkungan kantor.
Nah, mari kita telusuri lebih dalam tentang apa itu FOPO. Bagaimana dampaknya pada pekerjaan kita. Dan apakah kamu termasuk yang mengalami FOPO ini.
Apa itu FOPO? Fear of Other People’s Opinions

FOPO adalah kekhawatiran yang dialami seseorang mengenai penilaian atau pendapat orang lain terhadap dirinya. Sumber dari FOPO ini beraneka ragam. Mulai dari pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan, keinginan untuk selalu disukai, hingga tekanan untuk tampil sempurna. Intinya, rasa takut akan opini orang lain ini sering kali menghalangi kita untuk menjadi diri kita yang sebenarnya.
Baca juga: Psikosis Disebabkan Oleh Faktor-Faktor Berikut Ini
FOPO di Tempat Kerja

FOPO di tempat kerja bisa muncul dalam berbagai bentuk. Seperti merasa minder dengan pencapaian rekan kerja lain. Stress pikirin gimana caranya membuat atasan suka sama kita. Atau bahkan malas datang ke kantor karena takut diejek rekan kerja.
Ketakutan akan pendapat orang lain ini bisa berdampak negatif pada kinerja kita di kantor. Kita jadi lebih sering mempertanyakan kemampuan kita sendiri. Sehingga sering kali menghindari situasi-situasi tertentu yang membuat kita merasa tidak nyaman. Akhirnya, kita jadi kurang produktif dan bahkan bisa menyebabkan munculnya perasaan-perasaan negatif lain. Seperti cemas, stres, dan depresi.
Apakah Kamu Termasuk FOPO?

FOPO memiliki banyak gejala. Misalnya, kamu merasa selalu dicekam rasa cemas dan khawatir tentang apa yang dipikirkan orang lain tentangmu. Kamu juga sering sekali mengecek dirimu sendiri, baik itu penampilan, ucapan, atau tindakanmu. Kamu merasa sangat perlu untuk mendapatkan pengakuan dan persetujuan dari orang lain.
Di tempat kerja, FOPO bisa menyebabkan kita merasa cemas dan tertekan. Beberapa contoh dampak FOPO yang mungkin kita alami, antara lain:
- Takut untuk berbicara atau mengekspresikan ide saat rapat. Karena khawatir ide kita dianggap tidak penting atau bodoh oleh rekan kerja.
- Sulit mengambil keputusan karena takut keputusan yang diambil menuai kritik dari orang lain.
- Keengganan untuk mengajukan promosi atau kesempatan lain yang lebih baik, karena khawatir akan opini rekan kerja atau atasan.
- Menyetujui segala hal yang diminta oleh atasan atau rekan kerja. Walaupun kita mengetahui bahwa itu bukan keputusan yang baik. Hanya karena takut mereka akan menilai kita.
Jika kamu merasa pernah mengalami hal-hal di atas atau merasa cemas tentang opini orang lain di tempat kerja. Mungkin kamu termasuk yang mengalami FOPO. Semua orang pasti pernah merasakan hal yang sama. Yang penting adalah bagaimana cara kita untuk mengelola dan mengatasi rasa cemas ini.
Mengakui bahwa kita mengalami FOPO adalah langkah pertama untuk mengatasi masalah ini. Setelah itu, kita bisa mulai mencoba untuk memberikan penilaian yang lebih positif terhadap diri kita sendiri. Kita mencoba untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap pendapat orang lain.
Mengatasi FOPO bukan berarti kita harus acuh tak acuh terhadap opini orang lain. Lakukan introspeksi. Tentukan batasan antara menerima kritik yang membangun untuk kemajuan diri. Jangan takut akan opini orang lain yang hanya akan membuat kita cemas.
Penutup
Dalam menghadapi FOPO di tempat kerja, penting untuk kita belajar untuk percaya pada kemampuan diri sendiri. Ingatlah bahwa kesuksesan dan kebahagiaan kita lebih bergantung pada pendapat kita sendiri dan bukan orang lain. Jadi, saat kita menghadapi situasi yang membangkitkan rasa FOPO. Cobalah kendalikan kecemasan dengan fokus pada tujuan dan kebutuhan kita, bukannya terus-menerus memikirkan apa kata orang lain.
Semua orang pasti pernah merasakan FOPO selama hidupnya, dan itu manusiawi. Namun, kita perlu belajar mengenali dan mengelola rasa FOPO ini agar tak menguasai diri kita sepenuhnya. Jangan biarkan rasa takut atas opini orang lain menghalangi kita dalam menggapai impian, khususnya di dunia kerja.
Membedakan antara opini orang lain yang baik untuk kita dan yang tidak memang tidak mudah. Tetapi, prinsip yang paling penting adalah, kita harus mengerti dan kenal diri kita sendiri. Bukan berarti kita harus cuek. Tapi jangan jadi takut segalanya. Jadikan FOPO ini sebagai pelajaran untuk mengukir tonggak kesuksesan di masa depan kita.
Baca juga: Populer Digunakan, Tes MBTI Apakah Sudah Akurat?
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



