Deeptalk.co.id – Isu kesehatan mental memang menjadi topik pembahasan menarik beberapa tahun belakangan ini. Bahkan, banyaknya masyarakat yang tertarik akan isu tersebut membuat orang-orang lebih peduli lagi untuk menjaga kesehatan mental mereka. Tidak sedikit orang yang juga menyadari menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik.
Walaupun gangguan mental tidak tampak oleh mata seperti halnya kebanyakan penyakit fisik, namun bukan berarti kondisi kesehatan mental bisa diabaikan begitu saja. Kabar baiknya, kemudahan mengakses informasi membuat orang-orang lebih teredukasi lagi mengenali pentingnya menjaga kesehatan mental.
Sayangnya, dibalik banyaknya manfaat akan kemudahan mengakses informasi itu tentu juga mendatangkan berbagai dampak negatif. Salah satunya kemudahan untuk menyebarkan informasi-informasi yang tidak benar. Khususnya terkait isu kesehatan mental.
Untuk mengenal lebih jauh tentang kesehatan mental, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai fakta dibalik mitos kesehatan mental. Namun sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi. Jika kamu mengalami beberapa gejala gangguan mental, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Berikut beberapa mitos terkait isu kesehatan mental yang perlu kamu ketahui:
Penderita Gangguan Mental Memiliki Kecerdasan Rendah

Perlu diketahui bahwa masalah kecerdasan hanya mempengaruhi gangguan intelegensi. Artinya, tidak semua penderita gangguan mental memiliki masalah dengan kecerdasan mereka. Selain itu, gangguan mental juga bisa dialami oleh siapa saja, terlepas dari tingkat kecerdasan yang mereka miliki. Artinya, statement mengenai penderita gangguan mental memiliki kecerdasan yang rendah adalah mitos.
Gangguan Mental Hanya Untuk Orang Lemah

Memang benar bahwa kondisi mental dan fisik setiap orang berbeda-beda. Meski demikian, orang dengan gangguan mental bukan berarti mereka adalah orang-orang yang lemah. Banyak faktor yang bisa mempengaruhi kondisi mental seseorang, misalnya faktor genetik, gaya hidup, lingkungan, pengalaman hidup, dan masih banyak lagi.
Kepedulian Akan Kondisi Mental Hanya Untuk Mereka yang Terdiagnosis Gangguan Mental

Mitos yang satu ini merupakan salah satu pola pikir yang sangat menyimpang. Seperti yang kita ketahui, mencegah akan lebih baik dari pada mengobati. Hal yang sama juga berlaku untuk kesehatan mental. Artinya, kondisi kesehatan mental harus dijaga bahkan jika kamu tidak mengalami gangguan mental sama sekali. Selain itu, menjaga kesehatan mental juga akan membantu dirimu untuk mendapatkan kesejahteraan fisik, merasakan kebahagiaan, dan tentunya bisa lebih menikmati hidup.
Baca juga: Ini Dia yang Dirasakan Penderita Kepribadian Ganda
Gangguan Mental Merupakan Kasus Langkah

Beberapa diantara kita mungkin beranggapan bahwa gangguan mental merupakan kasus yang langkah. Namun tahukah kamu bahwa berdasarkan Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2013 terdapat 14 juta orang, atau sekitar 6% total penduduk Indonesia yang mengalami gangguan emosional dengan gejala depresi dan kecemasan. Selain itu, sekitar 400 ribu orang, atau sekitar 1,7 persen dari total penduduk Indonesia mengalami gangguan jiwa berat seperti skizofrenia. Jumlah tersebut merupakan jumlah terdaftar, belum termasuk penderita gangguan mental yang tidak mendapatkan diagnosa, atau tidak melakukan pemeriksaan psikologis. Dengan demikian, rasanya kurang tepat jika dikatakan gangguan mental merupakan kasus langkah.
Remaja Penurut dan Berprestasi Tidak Mungkin Mengalami Gangguan Mental

Mitos selanjutnya mengenali gangguan mental adalah remaja yang penurut, baik, dan berprestasi tidak mungkin mengalami gangguan mental. Banyak orang beranggapan bahwa perilaku baik para remaja tidak memiliki cela untuk mengalami gangguan mental. Namun tahukah kamu bahwa banyak remaja yang diam-diam mengalami depresi karena tekanan untuk terus menjadi pribadi yang baik, mempertahankan prestasi, dan lain sebagainya. Kondisi semacam itu bisa memicu kecemasan yang jika dibiarkan akan berujung pada berbagai masalah kesehatan mental. Dengan demikian, orang tua dan guru jangan hanya fokus untuk membenahi perilaku anak-anak nakal saja, namun juga memperhatikan kondisi mental anak-anak yang selalu dituntut untuk menjadi baik.
Kesehatan Mental Remaja Sepenuhnya Disebabkan Oleh Pola Asuh Orang Tua

Tidak bisa dipungkiri bahwa pola asuh orang tua memang sedikit banyak mempengaruhi kondisi mental anak dan remaja. Meski demikian, banyak hal lain yang juga ikut berkontribusi dalam membentuk kondisi mental para remaja. Terlebih lagi jika kita mengingat bahwa remaja sudah memasuki lingkungan sosial yang lebih besar. Artinya, kondisi lingkungan juga cukup banyak mempengaruhi kondisi mental para remaja. Faktor-faktor lain yang juga mempengaruhi kondisi mental remaja adalah kemiskinan, pengangguran, kondisi terpapar kekerasan, migrasi, dan keadaan serta insiden negatif lain. Walaupun, remaja yang memiliki dukungan dan cinta yang cukup dari orang tuanya akan bisa lebih baik dalam menghindari lingkungan eksternal yang membawa dampak negatif untuknya.
Itu dia beberapa mitos tentang isu kesehatan mental. Semoga dengan artikel ini kita bisa lebih bijak lagi dalam menyaring informasi agar lebih sesuai dengan fakta yang ada.
Baca juga: Mitos dan Fakta Tentang Kepribadian Ganda
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



