Deeptalk.co.id – Mungkin selama ini kita mengenal depresi sebagai sebuah gangguan mental dengan kondisi kesedihan mendalam, sampai-sampai membuat penderitanya kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari. Namun pada kenyataannya, depresi sendiri memiliki tingkat keparahan yang beragam dengan gejala yang berbeda-beda. Hal inilah yang membuat depresi itu sendiri terbagi lagi ke dalam beberapa kategori.
Tahukah kamu bahwa terdapat salah satu depresi yang cukup parah sampai menimbulkan gejala psikotik. Depresi semacam ini dikenal dengan istilah depresi psikotik. Lantas seperti apa depresi psikotik tersebut? Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai kondisi kesehatan mental yang satu ini.
Sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa gejala seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut pembahasan mengenai depresi psikotik.
Pengertian Depresi Psikotik

Pada dasarnya, depresi psikotik adalah gangguan mental dengan gejala depresi dan psikotik. Seperti yang kita ketahui, depresi adalah gangguan mental yang ditandai dengan kesedihan mendalam dan kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari. Adapun gejala psikotik sendiri berupa delusi dan halusinasi.
Delusia adalah sebuah kondisi dimana seseorang mempercayai sesuatu yang tidak nyata. Hal ini membuat mereka tidak bisa membedakan mana yang nyata, mana yang hanya sekedar dalam imajinasi mereka sendiri. Sedangkan halusinasi merupakan kondisi dimana seseorang dapat melihat, merasakan, mencium, atau mendengar hal-hal yang pada dasarnya tidak nyata.
Delusi dan halusinasi memang sering kali dianggap sebagai satu kondisi yang sama. Walaupun delusi sering kali diikuti dengan halusinasi, namun keduanya adalah dua kondisi yang berbeda. Mudahnya, delusi yang seputar pemikiran yang tidak nyata, sedangkan halusinasi melibatkan alat indera dalam merasakan sesuatu yang tidak nyata.
Depresi psikotik merupakan bagian dari depresi kronis. Artinya, kondisi depresi yang satu ini melibatkan kombinasi antara depresi mayor unipolar, dan psikosis. Bahkan National Institute of Mental Health berpendapat bahwa, penderita depresi psikotik cenderung kehilangan kontak dengan kenyataan. Dengan demikian, sebagian besar dari mereka telah hidup dalam imajinasi mereka.
Gejala psikotik yang dialami oleh penderita depresi ini akan semakin memperburuk kondisi depresi itu sendiri. Pasalnya, penderita depresi psikotik bahkan mendengarkan suara-suara yang tidak nyata, atau mempercayai sesuatu yang sebenarnya tidak nyata. Sebagai contoh, mereka mendapatkan bisikan untuk bunuh diri atau melukai diri sendiri, atau mereka percaya bahwa orang lain sedang menceritakan keburukan yang ada dalam dirinya. Hal-hal semacam itu bisa membuat penderita merasa semakin tertekan dan memperparah depresinya.
Baca juga : Seberapa Penting Konseling Psikologi Untuk Para Pelaku Percobaan Bunuh Diri?
Gejala Depresi Psikotik

Sama halnya dengan gangguan mental lainnya, setiap penderita bisa menunjukan gejala dan tingkat keparahan gejala yang berbeda-beda. Walaupun pada dasarnya tingkat keparahan pada penderita depresi psikotik sudah berada di atas rata-rata. Meski demikian, secara umum gejala yang dialami oleh penderita depresi psikotik adalah gabungan antara gejala depresi mayor dan gangguan psikotik.
Berikut beberapa gejala yang umum dialami oleh penderita depresi psikotik:
Delusi dan halusinasi
Seperti yang sudah dijelaskan di awal, penderita depresi psikotik akan mengalami depresi dan/atau halusinasi yang dapat memperburuk kondisi mereka. Kondisi ini bahkan membuat mereka memiliki ide-ide yang bisa membahayakan diri sendiri dan orang disekitarnya.
Emosi yang tidak stabil
Penderita depresi psikotik cenderung memiliki emosi yang tidak stabil. Mereka bisa marah tanpa alasan yang jelas. Bahkan untuk hal-hal kecil saja, mereka bisa mengamuk tidak terkendali. Untuk itu penderita perlu mendapatkan perawatan intens.
Menarik diri
Sama halnya dengan gejala yang dialami oleh penderita depresi pada umumnya, penderita depresi psikotik juga cenderung menarik diri dari lingkungan sekitarnya. Mereka tidak ingin bersosialisasi, apa lagi beradaptasi dalam lingkungan baru.
Jam tidur yang tidak teratur
Penderita depresi psikotik juga cenderung memiliki waktu tidur yang sangat panjang. Mereka bahkan bisa tidur berhari-hari dan melewatkan waktu makan dan aktivitas sehari-hari lainnya. Disisi lain, mereka juga bisa terjaga sepanjang malam dan tertidur di waktu siang.
Mengabaikan penampilan
Tidak hanya menarik diri dari lingkungannya, penderita depresi psikotik juga cenderung tidak memperhatikan penampilan mereka. Mereka tidak peduli dengan pakaian yang dikenakan, model rambut, bahkan kebersihan tubuhnya.
Kehilangan tenaga dan semangat
Sekilas gejala depresi psikotik memang memiliki kesamaan dengan skizofrenia yang juga mengalami gejala psikotik. Namun, pada penderita depresi psikotik, gejala psikotik yang dialami lebih ke arah ketidak bedayaan atau kegagalan. Hal inilah yang juga membuat mereka seakan tidak memiliki tenaga dan semangat dalam beraktivitas.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai kondisi depresi psikotik. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Depresi Tidak Sesederhana yang Kita Bayangkan
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



