Semua artikel
Internet

Dampak Positif dan Negatif FOMO Bagi Gen Z

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – FOMO atau Fear of Missing Out merupakan fenomena yang sering dijumpai di kalangan muda masa kini. Dimana, muda mudi masa kini didominasi oleh gen z. Gen z adalah generasi yang lahir pada tahun 1997-2012. Artinya, para gen z sudah memasuki usia remaja dan dewasa.

Singkatnya FOMO adalah rasa takut akan ketertinggalan. Namun, FOMO yang banyak menjadi pembahasan lebih spesifik terhadap rasa takut akan ketertinggalan trend yang ada. FOMO membuat orang merasa cemas atau khawatir jika tidak bisa mengikuti segala bentuk trend yang ada di masyarakat. Terlepas dari trend itu merupakan hal yang disenangi atau tidak.

FOMO memang erat kaitannya dengan para gen z. Terutama untuk mereka yang memiliki ikatan khusus dengan media sosial. Seperti yang kita ketahui, media sosial merupakan wadah untuk menemukan berbagai macam trend yang ada. Lantas, apakah FOMO sepenuhnya negatif? Nyatanya, tidak hanya memberikan dampak negatif, FOMO juga memiliki dampak positif. Maka dari itu, artikel ini akan secara khusus membahas dampak positif dan negatif dari FOMO. Khususnya yang dialami oleh para gen z.

Sebelum kita masuk pada topik pembahasan utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami masalah kesehatan mental. Jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Dampak Negatif FOMO

Fear of missing out concept

FOMO pada dasarnya tidak termasuk dalam kategori gangguan mental. Meski demikian, FOMO bisa jadi gejala dari gangguan mental tertentu. Maka dari itu, FOMO tetap perlu menjadi perhatian khusus. Jangan sampai hal tersebut terlalu mengganggu aktivitas sehari-hari. Terutama jika FOMO sudah menunjukan beberapa dampak negatif berikut:

Meningkatkan stress dan kecemasan

Pada dasarnya FOMO memang rasa takut akan ketertinggalan. Dalam tahap tertentu, FOMO bisa diliputi dengan stress dan kecemasan berlebih. Jika terus dibiarkan, kondisi ini bisa menjadi masalah mental yang lebih serius.

Mengganggu keseimbangan hidup

Tidak semua trend yang ada sesuai dengan kebutuhan hidup kita. Bahkan banyak diantaranya yang justru menghabiskan banyak waktu, tenaga, dan juga materi. Kondisi semacam ini bisa memicu ketidakseimbangan dalam hidup.

Meningkatkan resiko kecanduan teknologi

Mengakses informasi paling mudah adalah dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Walaupun itu hal baik, namun tanpa disadari langkah itu bisa meningkatkan resiko kecanduan teknologi. Terlebih lagi banyak gen z yang sangat tergantung dengan sosial media.

Mengganggu hubungan sosial

FOMO bisa membuat gen z mengalami gangguan dengan hubungan sosial mereka. Pasalnya, FOMO terlalu fokus dengan aktivitas yang mereka inginkan. Hal tersebut membuat mereka lupa dengan orang disekitarnya.

Baca juga: 8 Tips Mengatasi FOMO Untuk Gen Z

Dampak Positif FOMO

yellow playful happy collaboration illustration

Walaupun FOMO memang bisa memicu berbagai masalah dalam kehidupan kita. Namun dalam kondisi tertentu, FOMO bahkan bisa memberikan dampak positif untuk kita. Berikut beberapa dampak positif FOMO bagi gen z:

Meningkatkan motivasi

Dalam beberapa kondisi, FOMO ternyata bisa meningkatkan motivasi seseorang. FOMO adalah rasa takut akan ketertinggalan. Pemicu motivasi dalam hal ini adalah rasa takut tersebut. Pada akhirnya, orang tersebut memiliki alasan kuat untuk mencapai apa yang mereka inginkan.

Meningkatkan kreativitas

Tidak hanya meningkatkan motivasi, FOMO juga bisa meningkatkan kreativitas. Seperti yang kita lihat di sosial media. Berapa banyak gen z yang memunculkan kreativitas mereka demi mengikuti trend yang ada.

Meningkatkan kesadaran

Dalam lingkup positif, FOMO bisa meningkatkan kesadaran seseorang. Karena ingin mengikuti trend yang ada, mereka harus pandai mengatur waktu dan prioritasnya. Meski demikian, tidak banyak orang mengalami hal ini.

Meningkatkan kemampuan adaptasi

Mengikuti trend artinya siap untuk segala bentuk perubahan. Terlebih lagi dengan banyaknya trend yang ada di sosial media. Banyak menjajaki perubahan, artinya memerlukan kemampuan adaptasi untuk menjalani perubahan tersebut. Hal ini bisa membantu para gen z untuk melatih kemampuan adaptasi mereka. Harapannya, mereka bisa beradaptasi dengan baik di lingkungan sosial yang cukup beragam saat ini.

Itu dia beberapa dampak positif dan negatif dari FOMO. Perlu diketahui bahwa banyak hal dalam hidup ini yang memiliki sisi positif dan negatif. Tinggal bagaimana cara kita agar bisa memanfaatkan dampak positif, dan membatasi diri agar tidak terjerumus dalam dampak negatifnya. Namun, jika FOMO yang dialami cukup mengganggu. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan para ahli. Kamu bisa mengunjungi web deeptalk.co.id untuk berjumpa dengan para profesional di bidang kesehatan mental.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Bagaimana FOMO Mempengaruhi Gen Z?

 

Sumber:

Kircaburun, K., & Griffiths, M. D. (2018). Problematic social media use and FOMO in young adults. Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking, 21(10), 661-666.

Wang, J. L., & Wang, H. Z. (2017). FOMO and social media addiction among college students: A moderated mediation model. Journal of Behavioral Addictions, 6(3), 559-568.

American Psychological Association. (2020). FOMO (Fear of Missing Out).

Journal of Adolescent Health. (2019). FOMO and Social Media Use Among Adolescents.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : 
@logosindonesiaofficial
Logos Institute : 
@logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : 
@deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : 
@deepgrowindonesia
EduQuotient : 
@eduquotientofficial

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait