Deeptalk.co.id – Kasus kekerasan seksual pada anak memang tidak selalu dilakukan oleh para pedofil. Meski demikian, pada pengidap pedofilia ini akan sangat memungkinkan untuk terlibat dalam kasus kekerasan seksual pada anak. Untuk itu, setiap orang tua, guru, dan orang dewasa lainnya perlu memperhatikan anak-anak agar terhindar dari para pelaku pedofilia.
Pedofilia sendiri merupakan salah satu gangguan mental, khususnya gangguan seksual yang ditandai dengan adanya ketertarikan secara seksual terhadap anak di bawah umur. Para penderita pedofilia umumnya dikenal dengan julukan pedofil. Orang yang menjadi korban pedofil ini merupakan anak-anak dan remaja di bawah usia 16 tahun. Bahkan beberapa kasus pedofilia menimpa anak-anak di usia balita.
Para pedofil yang terbukti melakukan kekerasan seksual terhadap anak bisa dikenakan sanksi hukum. Namun tindakan tersebut tidak serta merta membuat pelaku terlepas dari ketertarikan mereka kepada anak-anak. Selain itu, hingga saat ini belum ada penanganan yang dapat menyembuhkan penderita pedofilia 100%. Namun, para pedofil ini bisa mengikuti serangkaian pemeriksaan dan penanganan untuk akhirnya meminimalisir timbulnya gejala pedofilia yang dialami. Dengan begitu, mereka bisa menjalani kehidupan normal, tanpa membahayakan anak-anak disekitarnya.
Kasus pedofilia bukanlah kasus yang asing lagi ditelinga kita. Pasalnya kasus tersebut sudah banyak terjadi dan cukup sering menjadi pembahasan di media sosial. Dampak dari perbuatan para pedofil ini juga cukup membahayakan mental korbannya. Untuk itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai dampak kesehatan mental pada korban pedofilia. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi.
Berikut beberapa kondisi mental yang bisa saja dialami oleh korban pedofilia:
Gangguan Stress Pasca Trauma

Seperti yang diketahui bahwa mendapatkan kekerasan seksual dapat membuat seseorang mengalami trauma yang mendalam, terlebih lagi jika hal ini dialami oleh anak-anak di bawah umur. Perlakuan tidak menyenangkan pada anak ini akan membuat anak merasa tidak aman, tidak nyaman, hingga akhirnya berujung pada kondisi gangguan stress pasca trauma atau yang juga kita kenal dengan singkatan PTSD.
Sama halnya dengan PTSD karena kejadian-kejadian traumatis lainnya, anak yang menjadi korban dari pelaku pedofilia perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut agar kondisi trauma ini tidak mengganggu kehidupan anak di masa yang akan datang.
Ketakutan Berlebih
Dampak buruk lainnya yang dapat dialami anak sebagai korban pedofilia adalah anak mengalami ketakutan yang berlebih. Hal ini merupakan respon dari kejadian tidak menyenangkan yang menyerang mental dan fisik anak.
Tidak sedikit anak yang menjadi korban pedofilia menjadi menarik diri dari lingkungan, enggan untuk bersekolah, mengalami penurunan nilai akademik, dan lain sebagainya. Hal ini dikarenakan anak selalu dihantui oleh pengalaman-pengalaman yang telah menimpa dirinya. Untuk itu penting bagi anak mendapatkan penanganan dari Psikolog atau Psikiater.
Kehilangan Rasa Percaya Diri
Banyak orang dewasa yang mengalami kekerasan seksual juga kehilangan rasa percaya diri mereka. Bagaimana jika hal tersebut dialami oleh anak-anak yang seharusnya membangun rasa percaya diri mereka?
Bisa dibayangkan bagaimana anak yang menjadi korban pedofilia akhirnya kehilangan rasa percaya diri mereka. Mereka takut ditolak atau diejek oleh teman-teman dan orang disekitar karena telah mengalami kekerasan seksual.
Baca juga : Pedofilia : Obsesi Terhadap Anak Kecil Sebagai Objek Seks
Kecenderungan Untuk Bersikap Buruk

Tidak sedikit anak yang menjadi korban pedofilia mengalami perubahan sikap. Beberapa diantara mereka menjadi lebih mudah marah. Hal ini merupakan bentuk kekecewaan mereka terhadap apa yang telah mereka alami. Mereka mencoba untuk melampiaskan kekecewaan tersebut dalam bentuk amarah kepada orang-orang disekitarnya.
Orang tua dan orang dewasa lainnya perlu ekstra sabar dalam menghadapi sikap anak yang satu ini. Tidak ada salahnya untuk mengkomunikasikan perubahan sikap anak ini kepada Psikolog atau Psikiater yang menangani kasus anak tersebut. Dengan demikian orang tua akan tahu bagaimana harus bertindak saat anak mulai mengalami perubahan sikap tersebut.
Memiliki Emosi yang Tidak Stabil
Masih berhubungan dengan poin sebelumnya, korban pedofilia tidak hanya menjadi mudah marah. Mereka juga beresiko mengalami emosi yang tidak stabil. Anak bisa tiba-tiba merasa ketakutan, tidak percaya diri, bahkan menjadi pribadi yang pemalu dan cenderung tertutup. Tidak sedikit korban yang akhirnya menjadi pendendam dan selalu merasa dimusuhi oleh teman-temannya.
Beresiko Menjadi Pedofil
Walaupun hal ini tidak bisa dipastikan 100%, namun seperti yang telah diketahui bahwa salah satu penyebab seseorang mengalami pedofilia adalah karena mereka pernah mengalami pelecehan seksual saat masih kecil. Hal ini tentu akan minim terjadi jika korban pedofilia ini mendapatkan penanganan oleh Psikolog atau Psikiater sedini mungkin.
Seperti itulah dampak kesehatan mental pada korban pedofilia. Untuk itu, penting bagi orang dewasa membawa anak korban pedofilia agar mendapatkan penanganan secara profesional dari Psikolog dan Psikiater. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir dampak negatif yang tidak diinginkan di masa depan.
Baca juga : Voyeurisme : Kecenderungan Mengintip Untuk Kepuasan Seksual
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



