Deeptalk.co.id – Pernahkah kamu mendengar statement bahwa gen z memiliki kesehatan mental yang lebih sensitif dan tidak stabil? Walaupun itu benar untuk sebagian gen z. Namun kita tetap tidak bisa menyamaratakan semua gen z seperti itu. Justru, banyak gen z yang memiliki pola pikir lebih kreatif. Hal ini tentunya dipicu oleh kehadiran mereka di era perkembangan teknologi yang sangat pesat.
Gen z memiliki kaitan yang sangat kuat dengan sosial media. Dengan sosial media, mereka bisa berinteraksi dengan banyak orang di belahan dunia lain. Dimana hal tersebut hampir mustahil untuk generasi sebelumnya yang belum familiar dengan teknologi.
Sayangnya, sosial media sering juga menimbulkan masalah-masalah baru. Misalnya, jika dulu kita hanya merasa iri dengan teman sekelas yang mencapai peringkat pertama. Sekarang kita iri dengan seluruh pelajar di banyak sekolah yang berhasil mencapai peringkat pertama. Kondisi semacam itu sering kali membuat seseorang merasa paling tertinggal, dan berlebihan dalam mengkhawatirkan masa depannya. Inilah yang menjadi tantangan baru bagi para gen z.
Dari contoh kasus tersebut menjadi tidak heran jika ada hal-hal yang memicu timbulnya masalah kesehatan mental bagi para gen z. Rasa khawatir pada dasarnya normal-normal saja. Namun jika berlebihan itu perlu menjadi lampu kuning bagi semua orang. Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai dampak dan cara mengatasi rasa khawatir berlebihan pada gen z.
Sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami rasa khawatir berlebihan. Jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Dampak Khawatir Berlebihan Pada Gen Z

Rasa khawatir memang bisa menjadi pelindung pertama kita dari kemungkinan terjadinya hal-hal buruk. Namun, rasa khawatir yang berlebihan juga tetap tidak baik. Berikut beberapa dampak rasa khawatir berlebihan yang bisa dialami oleh para gen z:
Beresiko mengalami gangguan mental
Dampak pertama rasa khawatir pada gen z adalah beresiko lebih besar mengalami gangguan mental. Pasalnya, khawatir berlebihan memang menyerang pola pikir seseorang yang notabenenya berhubungan dengan kesehatan mental. Resiko gangguan mental dalam hal ini bisa berupa depresi, gangguan kecemasan, stress berlebih, gangguan tidur, dan masih banyak lagi.
Penurunan produktivitas
Khawatir berlebihan juga bisa menimbulkan penurunan produktivitas bagi para gen z. Pasalnya, banyak waktu yang dihabiskan untuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan negatif yang belum tentu terjadi. Dibandingkan dengan melakukan aksi yang benar-benar lebih berarti.
Gangguan tidur
Khawatir berlebihan artinya membuat otak kita terus aktif dalam waktu yang lama. Hal ini bisa mengganggu waktu tidur. Dimana saat otak terus aktif dalam berpikir, maka seseorang akan mengalami kesulitan tidur. Hal ini juga bisa menimbulkan kelelahan otak.
Terganggunya hubungan sosial
Memiliki teman yang berlebihan dalam mengkhawatirkan sesuatu tentu menimbulkan rasa tidak nyaman. Dengan demikian, hal tersebut bisa mengganggu hubungan sosial seseorang.
Penurunan kesehatan fisik
Rasa khawatir berlebihan juga bisa memicu penurunan kesehatan fisik. Seperti yang kita ketahui, kondisi fisik dan mental memang saling mempengaruhi satu sama lain.
Baca juga: Pahami Rasa Khawatir Pada Gen Z
Cara Mengatasi Rasa Khawatir Berlebihan Pada Gen Z

Setelah mengetahui dampak dari rasa khawatir berlebihan. Tentu kita sadar bahwa kondisi tersebut perlu untuk dibenahi. Terutama untuk para gen z yang sudah mulai merambat dalam kehidupan sosial yang lebih dalam. Untuk itu, berikut beberapa cara mengatasi rasa khawatir berlebihan pada gen z:
Meditasi dan mindfulness
Cara pertama yang bisa dilakukan adalah dengan meditasi atau mindfulness. Cara yang satu ini bisa dilakukan secara mandiri dengan mempelajari metode-metode meditasi yang sudah banyak tersebar di media sosial.
Relaksasi
Selain meditasi, kamu juga bisa mencoba beberapa teknik relaksasi. Misalnya dengan melatih pernafasan, yoga, dan masih banyak lagi. Upaya tersebut juga bisa membantu dalam menenangkan pikiran, dan terhindar dari rasa khawatir berlebihan.
Melatih pola pikir positif
Untuk terhindar dari pikiran-pikiran negatif, tentu kita harus belajar untuk melatih pola pikir ke arah yang lebih positif. Dengan begitu, kamu bisa terhindar dari rasa khawatir berlebihan.
Dapatkan bantuan profesional
Jika kamu merasa tidak bisa menggati hal tersebut sendiri. Jangan ragu untuk meminta bantuan profesional. Kamu bisa mengunjungi psikolog atau psikiater terdekat. Jika bingung, kamu bisa mengunjungi web deeptalk.co.id untuk mendapatkan bantuan dari profesional di bidang kesehatan mental.
Itu dia penjelasan singkat mengenai dampak dan cara mengatasi rasa khawatir berlebihan pada gen z. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Dampak dan Cara Mengatasi Rumination Pada Gen Z
Sumber:
American Psychological Association. (2020). Worrying.
Beck, A. T., Rush, J., Shaw, B. F., & Emery, G. (1977). Cognitive Therapy of Depression.
Brewin, C. R., Dalgleish, T., & Joseph, S. (1996). A dual representation theory of post-traumatic stress disorder.
Twenge, J. M. (2017). iGen: Why Generation Z is Growing Up More Slowly Than Any Generation Before.
National Institute of Mental Health. (2020). Anxiety Disorders.
World Health Organization. (2019). Mental Health.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



