Deeptalk.co.id – Badut sering kali dijadikan objek untuk menghibur banyak orang. Dengan tampilan yang menarik dan warna-warna yang cenderung mencolok, membuat badut tampak sangat menyenangkan dan membawa kebahagiaan bagi orang-orang yang menyaksikan pertunjukannya. Karena hal ini badut sangat sering dijumpai di tempat-tempat hiburan seperti taman bermain atau acara ulang tahun anak-anak.
Sayangnya tidak semua orang menyukai dan terhibur dengan sosok yang satu ini. Beberapa orang bahkan menyimpan rasa takut berlebih terhadap badut. Kamu mungkin pernah menemukan anak-anak yang menangis histeris saat melihat badut di acara ulang tahun. Bisa jadi respon tersebut menunjukkan gejala gangguan coulrophobia.
Untuk lebih mengenal mengenai gangguan coulrophobia, artikel ini akan secara khusus membahas gangguan tersebut. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis.
Jika pembaca menemukan beberapa kesamaan kondisi antara isi artikel dan diri sendiri atau orang disekitar, sebaiknya segera konsultasikan kondisi tersebut dengan para ahli seperti Psikolog atau Psikiater. Dengan begitu, kamu akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Pengertian Gangguan Coulrophobia

Istilah coulrophobia sendiri berasal dari Bahasa Yunani Kuno, yaitu kōlobatheron yang artinya panggung, dan phobos yang artinya rasa takut. Gangguan coulrophobia merupakan salah satu gangguan kesehatan mental yang juga bagian dari gangguan fobia spesifik. Gangguan coulrophobia ditandai dengan adanya rasa takut atau kecemasan berlebih terhadap badut.
Selain dikenal dengan gangguan coulrophobia, gangguan ini lebih populer dengan istilah “fobia badut” untuk di Indonesia. Gangguan coulrophobia sebenarnya tidak masuk dalam DSM-V yang merupakan patokan untuk melakukan diagnosis psikologis. Meski demikian, gangguan ini dapat menimbulkan kecemasan berlebih yang akhirnya mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya. Untuk itu, gangguan ini tidak boleh dibiarkan begitu saja.
Gangguan coulrophobia umumnya dialami oleh anak-anak. Meski demikian, tidak menuntut kemungkinan gangguan tersebut terbawa hingga usia dewasa. Walaupun badut digambarkan sebagai sosok yang lucu dan menghibur, namun bagi penderita gangguan coulrophobia justru kebalikannya.
Penyebab Gangguan Coulrophobia

Sama halnya dengan kebanyakkan gangguan kesehatan mental pada umumnya, penyebab pasti dari gangguan coulrophobia juga belum diketahui hingga saat ini. Meski demikian, terdapat beberapa faktor yang dipercaya dapat meningkatkan resiko gangguan coulrophobia, yaitu:
Genetik
Beberapa ahli percaya bahwa gangguan kecemasan termasuk gangguan fobia dan gangguan coulrophobia itu sendiri dapat diturunkan kepada anggota keluarga. Dengan demikian, seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan kecemasan, fobia jenis lain, atau gangguan coulrophobia sendiri, dapat meningkatkan resiko gangguan coulrophobia.
Baca juga : Nomophobia : Rasa Takut Berlebih Saat Tidak Memegang Ponsel
Kejadian traumatis
Kejadian traumatis menjadi faktor yang cukup berperan penting dalam berbagai kondisi kesehatan mental. Seseorang yang memiliki kejadian buruk, khususnya yang berhubungan dengan badut, akan beresiko mengalami gangguan coulrophobia. Misalnya, seseorang yang semasa kecilnya pernah diculik oleh orang yang menyamar sebagai badut.
Pandangan negatif mengenai badut
Tidak semua orang menggambarkan badut sebagai sosok yang menyenangkan dan menghibur. Beberapa media bahkan menggambarkan badut sebagai sosok yang menyeramkan dan jahat. Hal ini bisa jadi mendatangkan rasa takut berlebih terhadap badut. Dengan demikian, gangguan coulrophobia bisa terbentuk.
Gejala Gangguan Coulrophobia

Gejala utama yang ditunjukkan oleh penderita gangguan coulrophobia adalah adanya rasa cemas dan takut berlebih terhadap badut. Selain itu, penderita gangguan coulrophobia juga menunjukkan beberapa gejala fisik dan psikologis seperti:
Gejala fisik
Saat berhadapan dengan badut atau faktor pemicu rasa takut, penderita gangguan coulrophobia akan menujukkan gejala fisik seperti, jantung berdebar lebih cepat, badan gemetar, keringat berlebih, mual, sakit pada dada, pusing, hingga penurunan kesadaran.
Gejala psikologis
Selain gejala fisik, penderita gangguan coulrophobia juga menunjukkan gejala psikologis seperti rasa takut dan cemas berlebih saat berhadapan dengan badut, keinginan untuk menghindar dan melarikan diri dari badut, merasa terancam oleh kehadiran badut, dan bahkan kehilangan kendari dalam mengontrol diri dan emosi.
Penanganan Pada Penderita Gangguan Coulrophobia

Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya bahwa gangguan coulrophobia sebenarnya belum masuk dalam DSM-V. Namun bukan berarti kondisi ini bisa dibiarkan begitu saja. Pasalnya kondisi ini akan sangat mengganggu dalam kondisi-kondisi tertentu.
Jika kamu mengalami beberapa gejala di atas, tidak ada salahnya untuk melakukan konsultasi dengan para ahli seperti Psikolog atau Psikiater. Dengan demikian, kamu akan mendapatkan penanganan yang tepat sesuai dengan gejala dan tingkat keparahan gejala. Pada dasarnnya, bisa saja setiap penderita menunjukkan gejala dan tingkat keparahan gejala yang berbeda-beda.
Umumnya Psikolog akan memberikan penanganan berupa terapi psikologi yang telah disesuaikan dengan kebutuhan penderita. Terapi ini bisa berupa terapi perilaku kognitif dan/atau terapi paparan.
Sedangkan Psikiater akan memberikan penanganan berupa peresepan obat-obatan. Sayangnya belum ada obat-obatan yang dikhususkan untuk gangguan fobia, termasuk gangguan coulrophobia. Meski demikian, Psikiater akan memberikan obat untuk mengatasi gejala yang ada. Misalnya beta-blocker, benzodiazepin, atau antidepresan yang dapat meredakan kecemasan.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Cynophobia : Rasa Takut Berlebih Terhadap Anjing
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



