Semua artikel
Sindrom Psikologi

Cinderella Complex Syndrome : Rasa Takut Menjadi Independen Bagi Wanita

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Saat ini sedang gempar menjadi pembicaraan mengenai, bagaimana seorang wanita menjadi independen, dan terkesan tidak membutuhkan pria dalam kehidupannya. Perkembangan zaman seakan mendukung kesetaraan gender antara pria dan wanita. Artinya, jika dulu wanita hanya bisa mengerjakan pekerjaan rumah, saat ini justru banyak wanita yang terjun langsung untuk bekerja.

Kenyataan bahwa saat ini wanita sudah bisa menghasilkan uang sendiri, sekaligus mengurus dirinya inilah yang membuat kebanyakan wanita tidak lagi membutuhkan figure pria. Meski demikian, ditengah banyaknya wanita yang menyuarakan mengenai menjadi independen, justru masih ada wanita yang takut menjadi independen. Kondisi tersebut biasanya dikenal dengan istilah cinderella complex syndrome.

Lantas seperti apa cinderella complex syndrome itu? Apakah kondisi ini termasuk dalam kategori gangguan mental? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai cinderella complex syndrome.

Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Berikut pembahasan mengenai cinderella complex syndrome.

Pengertian Cinderella Complex Syndrome

Cinderella complex syndrome adalah kondisi dimana seorang wanita tidak mampu untuk menghadapi ketakutannya seorang diri. Hal tersebut membuat mereka takut untuk menjadi independen dan cenderung menggantungkan diri kepada orang lain.

Istilah cinderella complex syndrome sendiri pertama kali dicetuskan oleh Colette Dowling yang merupakan seorang psikiatri modern, pada tahun 1981 di dalam bukunya yang berjudul “The Cinderella Complex: Women’s Hidden Fear of Independence.”

Menurut Dowling, wanita memang pada dasarnya tidak diajarkan untuk menghadapi ketakutannya sendiri. Hal inilah yang membuat wanita cenderung dependen, atau menggantungkan dirinya kepada orang lain, atau pria. Meski demikian, tidak semua wanita dikategorikan mengalami kondisi cinderella complex syndrome. Hal ini kembali lagi dengan faktor-faktor yang mempengaruhi masing-masing wanita.

Walaupun sekilas cinderella complex syndrome ini cukup mengganggu keseharian penderitanya, dan orang-orang disekitar, namun cinderella complex syndrome belum termasuk dalam kategori gangguan mental. Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya penelitian lebih lanjut mengenai kondisi tersebut.

Meskipun tidak dikategorikan sebagai gangguan mental, namun gejala yang ditunjukkan oleh penderita cinderella complex syndrome ini memiliki banyak kesamaan dengan kondisi gangguan kepribadian dependen. Gangguan kepribadian dependen sendiri adalah kondisi dimana seseorang menggantungkan hidupnya kepada orang lain, dan nyaris tidak bisa hidup sendiri. Untuk itu, penderita cinderella complex syndrome tetap perlu mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut dari orang-orang yang ahli di bidang tersebut. Dalam hal ini, psikolog atau psikiater.

Baca juga : 9 Teknik Pelaksanaan Psikoterapi Suportif

Penyebab Cinderella Complex Syndrome

Sikap manja yang dimiliki oleh wanita pada dasarnya sudah terbentuk akibat dari stereotip yang sudah lama berkembang. Secara umum wanita dibentuk sebagai sosok yang hanya akan selalu menerima, dan pria yang lebih mengarahkan. Terlepas dari mulai bergesernya pandangan mengenai hal tersebut di era modern ini.

Selain karena stereotip yang telah terbentuk sejak lama, masih banyak penyebab-penyebab lainnya yang membentuk cinderella complex syndrome pada diri seorang wanita, diantaranya:

Pola asuh orang tua

Salah satu penyebab utama yang dianggap berperan besar dalam terbentuknya cinderella complex syndrome dalam diri seorang wanita adalah pola asuh yang didapatkan dari orang tua sejak kecil.

Orang tua cenderung memberikan pola asuh yang berbeda antara merawat anak laki-laku dan anak perempuan. Dalam hal ini, anak perempuan cenderung diberikan banyak bantuan dalam proses mereka menghadapi masalah. Dengan demikian, anak perempuan akan tumbuh sebagai sosok yang tidak mandiri dan menggantungkan hidupnya kepada orang lain.

Faktor lingkungan

Selain pola asuh yang didapatkan dari orang tua, faktor lingkungan juga berperan besar dalam pembetukan cinderella complex syndrome dalam diri seorang wanita. Seperti yang kita ketahui, lingkungan akan memberikan banyak sekali bantuan dan kemudahan bagi wanita, bandingkan dengan pria. Bantuan-bantuan tersebutlah yang membuat wanita kurang mandiri dalam menjalani kehidupan mereka. Sedangkan pria akan lebih mudah beradaptasi dengan segala masalah yang ada di depan mereka.

Konsep diri

Selain faktor-faktor eksternal yang sudah dipaparkan di atas, terdapat faktor internal yang juga membentuk cinderella complex syndrome dalam diri seseorang. Faktor internal ini adalah konsep diri. Seseorang yang memiliki pandangan negatif terhadap dirinya cenderung membutuhkan bantuan orang lain dalam menghadapi masalah. Dalam hal ini, orang tersebut tidak yakin akan kemampuan mereka dalam menghadapi masalah. Hal inilah yang akhirnya berpotensi untuk membentuk cinderella complex syndrome dalam dirinya sendiri.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai cinderella complex syndrome. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Psikoterapi Suportif : Penanganan Masalah Kesehatan Mental Tanpa Takut Dihakimi

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Cinderella Complex Syndrome : Rasa Takut Menjadi Independen Bagi Wanita — DeepTalk