Semua artikel
Pikiran

Catastrophising : Pengertian dan Penyebabnya

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id – Pernahkan Anda terlalu khawatir pada suatu hal yang terjadi kedepannya hingga sering memikirkan hal terburuk yang akan terjadi? Bisa jadi Anda sedang mengalami catastrophizing. Perilaku ini melibatkan pemikiran bahwa yang terburuk akan terjadi setelah tindakan atau peristiwa yang Anda alami dalam hidup. Catastrophizing atau pikiran buruk/bencana bisa menjadi kebiasaan yang tidak baik karena dapat memengaruhi kesehatan mental Anda.

Mempertimbangkan konsekuensi dari suatu keputusan atau peristiwa hidup adalah bagian rutin dari memikirkan semuanya. Ini bahkan bisa digunakan dan bermanfaat sebagai langkah pencegahan. Namun, jika Anda mendapati diri Anda tidak dapat berhenti memikirkan kemungkinan terburuk yang terjadi, tidak peduli betapa mustahilnya, ini sudah menjadi bencana bagi Anda.

Catastrophizing bukanlah kondisi gangguan kesehatan mental, melainkan cara berpikir yang dikenal sebagai distorsi kognitif. Meskipun demikian, jika dibiarkan akan menjadi berbahaya bagi kesehatan mental. Pun jika Anda hidup dengan kondisi kesehatan mental yang kurang baik, dapat membuat Anda lebih tinggi berisiko untuk mengembangkan cara berpikir negatif ini. Anda mungkin juga memiliki risiko bencana yang lebih tinggi jika Anda pernah mengalami peristiwa traumatis atau melihat orang-orang di sekitar Anda mengalami proses berpikir yang serupa.

Jangan khawatir, karena kami akan membantu Anda untuk mengambil langkah-langkah dalam menghentikan perilaku ini. Melalui artikel berikut, Anda bisa mengetahui lebih dalam mengenai catastrophizing sehingga bisa mengenalinya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Apa Itu Catastrophizing?

Menurut American Psychological Association (APA), seseorang bisa menjadi bencana bagi dirinya sendiri ketika mereka berpikir kemungkinan terburuk akan terjadi dalam suatu situasi atau karena pilihan yang mereka buat. Sehingga, jika Anda membuat pemikiran bencana ini, Anda mungkin khawatir akan hasil atau dampak dari catastrophizing tersebut dengan sedikit alasan atau fakta.

Catastrophizing dapat menyebabkan stres, kecemasan, dan depresi. Ditambah data lain pada sebuah penelitian dari tahun 2014 yang menunjukkan bahwa catastrophizing juga dapat memperburuk pengalaman nyeri kronis.

Selain itu, pemikiran ini dapat dimulai sebagai pemikiran kecil dan kemudian meningkat dengan cepat. Misal, ketika Anda tidak menyetujui suatu rencana dalam menghadiri suatu acara. Anda kemudian menjadi memikirkan keputusan Anda dengan percaya bahwa orang-orang tidak menyukai Anda dan akan menghindari Anda karena enggan untuk hadir.

Jika Anda terus mengikuti pemikiran bencana ini, Anda bisa menjadi khawatir tentang hal sederhana lainnya atau skenario gambaran besar lainnya. Memiliki pemikiran catasthrophising dapat menyebabkan panic attack atau reaksi lain terhadap stres dan kecemasan.

Catastrophizing seringkali menjadi gejala dari kondisi kesehatan mental yang mendasarinya, seperti depresi dan kecemasan. Meskipun sulit untuk mengatakan saat Anda sedang berputar-putar dengan isi pikiran Anda, ada beberapa tanda yang harus Anda perhatikan. Di antaranya sebagai berikut :

– Perasaan depresi, kecemasan atau pesimisme yang umum

– Memiliki isi pikiran yang kejar-kejaran

– Merasa terjebak di kepala Anda

– Kemarahan atau ketakutan mungkin terasa luar biasa

– Sering mengalami negative self-talk

– Secara berlebihan mencari solusi di internet untuk masalah apapun yang Anda alami

– Mendapati diri Anda terlalu memikirkan situasi, pilihan, atau suatu peristiwa.

Saat Anda mengalami catastrophizing ini, Anda mungkin tidak percaya bahwa Anda pantas untuk menerima hal-hal baik. Atau bahwa hal-hal baik dapat terjadi pada Anda. Anda mungkin mulai mencari alasan mengapa sesuatu tidak berhasil, yang terkadang dapat mengarahkan Anda untuk menciptakan kenyataan yang Anda takuti.

Perlu diingat bahwa pemikiran bencana adalah hal yang normal terjadi pada setiap orang dan mereka pasti pernah mengalaminya. Namun ini menjadi masalah jika sudah memengaruhi kehidupan sehari-hari Anda.

Baca juga: Meluapkan Rasa Duka Dengan Cara yang Sehat

Penyebab Terjadinya Catastrophizing

Catastrophizing dapat terjadi sebagai respons terhadap suatu peristiwa traumatis di masa lalu yang membingkai ulang pandangan Anda terhadap dunia. Atau peristiwa tersebut mengarah untuk memperkuat keyakinan bahwa betapa buruknya dunia ini. Sehingga tidak ada lagi orang yang bisa Anda percayai dan sangat hati-hati untuk mengambil risiko karena dapat menyebabkan diri Anda terluka.

Selain itu, catastrophizing juga dapat dikaitkan dengan gangguan kesehatan mental dan kondisi nyeri kronis, termasuk seperti :

Gangguan kecemasan : Sebuah studi tahun 2015 menemukan bahwa orang yang terlibat dalam catastrophizing lebih cenderung mengalami gangguan kecemasan.

Depresi : Satu studi tahun 2012 menemukan bahwa pemikiran bencana dapat menyebabkan perasaan putus asa, yang dapat menyebabkan depresi.

Gangguan stres pasca-trauma (PTSD) : Pemikiran catasthriphizing juga bisa menjadi pendahulu gejala PTSD.

Gangguan obsesif-kompulsif (OCD) : Adalah umum bagi penderita OCD untuk terpaku pada kemungkinan peristiwa berbahaya besar seperti kehilangan pekerjaan atau sakit. Ini dapat menyebabkan pemikiran catastrophizing.

Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) : Pemikiran bencana ini juga bisa menjadi ciri ADHD.

Nyeri kronis : Catastrophizing tentang nyeri kronis dan gejala gangguan kesehatan mental terkait seperti depresi, gangguan tidur, dan kecemasan telah terbukti berdampak negatif terhadap hasil penanganan dalam berbagai kondisi nyeri, termasuk fibromyalgia (gangguan kronis yang menyebabkan rasa sakit dan kelelahan yang meluas), endometriosis (lapisan jaringan rahim terbentuk di luar organ itu), dan penyakit Parkinson (penyakit saraf progresif yang mempengaruhi gerakan).

Baca juga: Cara Mengatasi Konflik Pasangan dan Mempertahankan Hubungan yang Harmonis

 

Sumber:

Catastrophizing: What Is It and How to Stop. (2023). Catastrophizing: What Is It and How to Stop | Psych Central. https://psychcentral.com/lib/what-is-catastrophizing

How to Retrain Your Thinking And Stop Catastrophizing. (2023, March 25). Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/managing-anxiety-and-catastrophic-thinking-5192375

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Catastrophising : Pengertian dan Penyebabnya — DeepTalk