Deeptalk.co.id – Beberapa gen z sudah mulai menjalin hubungan asmara dengan lawan jenisnya. Bahkan beberapa dari mereka sudah mulai berkeluarga. Menjalin hubungan romantis memang hal yang menyenangkan. Rasa cinta dan kasih sayang dalam sebuah hubungan akan mempererat hubungan tersebut. Walaupun adakalanya timbul suatu masalah di dalamnya. Selama semua masalah itu bisa teratasi, justru bisa bagaikan bumbu dalam hubungan.
Sayangnya, tidak semua hubungan berlangsung dengan baik. Beberapa orang terjerat dalam hubungan yang tidak sehat. Para gen z menyebutnya dengan toxic relationship atau hubungan beracun. Salah satu contoh toxic relationship adalah dengan menjalin hubungan bersama pelaku gaslighting.
Gaslighting adalah sebuah manipulasi emosional yang membuat korban meragukan pikiran, perasaan, dan juga pengalamannya. Pelaku gaslighting melakukan hal tersebut agar korban mengikuti apa yang mereka inginkan. Bisa dikatakan bahwa pelaku gaslighting berusaha untuk mengendalikan atau mengontrol korbannya.
Kabar buruknya, banyak gen z yang justru mengalami gaslighting oleh pasangannya, atau yang pada artikel ini kita sebut dengan gaslighting dalam hubungan romantis. Lantas, bagaimana cara gen z bisa mengenali gaslighting dalam hubungan romantis dan bagaimana cara menghadapinya? Artikel kali ini akan membahas hal tersebut.
Sebelum kita masuk pada topik pembahasan utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami gaslighting dan berdampak pada kondisi mentalmu. Jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Ciri-Ciri Gaslighting Dalam Hubungan Romantis

Mengenali adanya perilaku gaslighting dalam sebuah hubungan sebenarnya sedikit rumit. Berbeda dengan jenis kekerasan secara fisik, dampak gaslighting cenderung tidak tampak oleh mata. Terlebih lagi pelaku gaslighting cukup manipulatif untuk membuat korbannya tidak menyadari hal tersebut. Maka dari itu, berikut beberapa ciri-ciri gaslighting dalam hubungan romantis yang perlu kita waspadai:
Manipulasi persepsi
Pelaku gaslighting umumnya melakukan manipulasi persepsi terhadap pasangannya. Hal ini membuat pasangannya tidak mempercayai persepsi atau pikirannya sendiri terhadap realita yang ada. Termasuk dalam membuat korban meragukan kemampuannya dalam memahami situasi.
Penggunaan informasi yang salah
Dalam banyak kasus, pasangan yang melakukan gaslighting cenderung menggunakan informasi yang salah untuk mengelabui pasangannya. Hal tersebut membuat pasangan tidak yakin dengan realita yang ada, termasuk meragukan kemampuan sendiri.
Penggunaan emosi untuk mengontrol
Pintarnya seorang pelaku gaslighting adalah mereka mampu membuat pasangannya merasa bersalah. Walaupun kesalahan ada padanya. Pelaku gaslighting memainkan emosi pasangannya untuk bisa mengontrol, menimbulkan perasaan bersalah, dan juga menimbulkan rasa takut.
Pengabaian atau penyangkalan
Jika kamu memahami sesuatu dengan sangat baik, namun masih mendapatkan penyangkalan dari pasanganmu. Bisa jadi kamu sedang menjadi korban gaslighting dalam hubungan. Pasalnya, pelaku gaslighting cenderung mengabaikan atau bahkan menyangkal perasaan maupun pengalaman korbannya.
Mengontrol
Ciri pelaku gaslighting dalam hubungan yang sering kali tidak kita sadari keberadaannya adalah kecenderungan mereka dalam memanfaatkan kekuasaan demi mengontrol pasangannya. Misalnya akses keuangan atau informasi yang dibatasi.
Baca juga: Mengapa Prokrastinasi pada Gen Z Bisa Berdampak Buruk pada Kesehatan Mental
Cara Menghadapi Gaslighting Dalam Hubungan

Setelah mengetahui seperti apa ciri-ciri gaslighting dalam hubungan, satu hal yang tidak kalah penting adalah mengetahui cara yang tepat dalam menghadapi pelaku gaslighting. Sangat perlu diingat bahwa pelaku gaslighting adalah individu yang manipulatif. Jika kita tidak peka, maka bisa saja kita terjebak olehnya. Untuk itu, berikut beberapa cara untuk menghadapi pelaku gaslighting dalam hubungan:
Mengembangkan kesadaran
Cara pertama yang bisa kamu coba adalah dengan mengembangkan kesadaran. Kamu harus tahu apakah hubungan yang terjalin benar-benar sehat, atau ada pelaku gaslighting di dalamnya. Sadari juga bahwa dampak gaslighting bisa sangat fatal jika dibiarkan begitu saja. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan motivasi untuk keluar dari hubungan tersebut.
Mengembangkan kemampuan berkomunikasi
Cara kedua yang bisa kamu coba untuk menghadapi pelaku gaslighting dalam hubungan adalah dengan mengembangkan kemampuan berkomunikasi. Pasalnya, seseorang dengan kemampuan komunikasi yang baik dan efektif dipercaya bisa mengatasi gaslighting.
Mencari dukungan
Cara ketiga untuk menghadapi pelaku gaslighting dalam hubungan adalah dengan mencari dukungan dari orang terdekat. Memang benar kalau pelaku gaslighting umumnya membuat korbannya jauh dari orang-orang terdekat. Namun, saat kamu mulai menyadari adanya ciri-ciri pelaku gaslighting pada pasanganmu, segera bangun kembali koneksi dengan teman, keluarga, dan juga kerabat terdekat. Mereka bisa memberikan dukungan emosional agar kamu bisa merasa lebih baik.
Jika memang dirasa perlu, tidak ada salahnya untuk mendapatkan dukungan dari para profesional seperti psikolog atau psikiater. Kamu bisa mengunjungi web deeptalk.co.id untuk menemukan para profesional di bidang kesehatan mental.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai cara mengenali dan menghadapi gaslighting pada gen z dalam hubungan romantis. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Gen Z dan Prokrastinasi: Bagaimana Teknologi Mempengaruhi Kebiasaan Mereka?
Sumber:
Baker, A. J. (2017). Gaslighting: A form of psychological manipulation. Journal of Clinical Psychology, 73(1), 15-25.
Havlik, J. (2015). Gaslighting: A review of the literature. Journal of Aggression, Conflict and Peace Research, 7(2), 147-158.
Johnson, K. (2018). Gaslighting in intimate relationships. Journal of Family Violence, 33(5), 531-541.
Stern, R. (2018). The gaslight effect: How to spot and survive the manipulation tactics people use to control others. Harmony Books.
Stark, E. (2019). Gaslighting: How to drive your partner crazy. Journal of Couple & Relationship Therapy, 18(1), 34-51.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



