Semua artikel
Gangguan Suasana Hati

Cara Mengatasi Premenstrual Dysphoric Disorder

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Premenstrual dysphoric disorder merupakan kondisi dimana seorang wanita mengalami gangguan baik dari segi fisik maupun mental saat sebelum memasuki periode menstruasi. Kondisi ini memiliki gejala yang sama dengan premenstrual syndrome atau yang dikenal dengan PMS, hanya saja pada kondisi premenstrual dysphoric disorder gejala yang dialami akan lebih parah dibandingkan dengan premenstrual syndrome.

Kondisi premenstrual dysphoric disorder umumnya akan dimulai di minggu pertama hingga minggu kedua sebelum memasuki masa menstruasi, dan berakhir di hari kedua atau ketiga pada periode menstruasi dimulai.

Wanita yang mengalami premenstrual dysphoric disorder akan merasakan berbagai masalah kesehatan, mulai dari masalah kesehatan mental dan juga kesehatan fisik. Umumnya penderita akan mengalami emosi yang tidak stabil dan membuat mereka lebih sensitif. Hal ini akhirnya berujung kepada sikap wanita yang mudah marah, mudah menangis, dan lain sebagainya. Di sisi fisiknya sendiri, penderita premenstrual dysphoric disorder cenderung mengalami kram perut, pusing, hingga kehilangan kesadaran.

Berbeda dengan penderita premenstrual syndrome yang masih bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik, penderita premenstrual dysphoric disorder justru mengalami gangguan dalam menjalani aktivitas sehari-harinya. Karena ini pula penderita premenstrual dysphoric disorder perlu mendapatkan penanganan yang tepat.

Komplikasi Premenstrual Dysphoric Disorder

Selain dapat mengakibatkan masalah dalam beraktivitas, penderita premenstrual dysphoric disorder juga bisa menimbulkan komplikasi berupa depresi berat. Seperti yang diketahui bahwa penderita premenstrual dysphoric disorder mengalami emosi yang tidak stabil dan lebih sensitif. Hal ini tidak menuntut kemungkinan membuat penderita mengalami depresi berat. Depresi berat yang berlangsung cukup lama dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat akan mengundang perasaan untuk melakukan percobaan bunuh diri.

Selain depresi berat, emosi yang tidak stabil dan ditambah lagi dengan fisik yang kurang baik yang dialami oleh penderita premenstrual dysphoric disorder juga akan mengganggu aktivitas sosialnya, dimana mereka akan kesulitan untuk bekerja atau sekolah. Dengan demikian, penderita premenstrual dysphoric disorder bisa jadi mengalami penurunan produktivitas di kantor, atau penurunan kualitas akademik di sekolah.

Pencegahan Premenstrual Dysphoric Disorder

Seperti yang telah diketahui bahwa mencegah lebih baik dari pada mengobati. Sayangnya pencegahan premenstrual dysphoric disorder belum diketahui secara pasti hingga saat ini. Hal ini dikarekanakan faktor penyebab utama dari gangguan ini juga belum diketahui. Meski demikian, beberapa upaya berikut dipercaya dapat mengurangi gejala yang nantinya akan timbul akibat premenstrual dysphoric disorder, yaitu:

Mengatur pola makan

Untuk setidaknya mengurangi gejala premenstrual dysphoric disorder yang nantinya muncul, wanita perlu membiasakan untuk mengatur pola makannya. Pola makan dalam hal ini bisa dengan memperhatikan dan memastikan makanan yang dikonsumsi memiliki nilai gizi yang seimbang. Selain itu, meningkatkan konsumsi buah-buahan, sayuran, dan karbohidrat kompleks juga baik untuk mengurangi gejala premenstrual dysphoric disorder.

Selain memperhatikan apa yang dikonsumsi, wanita juga perlu mengurangi beberapa asupan makanan seperti makanan cepat saji, dan makanan yang tinggi gula dan garam. Mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang mengandung kafein juga perlu untuk dilakukan.

Baca juga : Bukan Lebay! Ini Dia Penjelasan Mengenai Premenstrual Dysphoric Disorder

Mengatur pola tidur

Selain memperhatikan pola makan, menjaga pola tidur yang baik juga tidak kalah penting untuk mengurangi gejala premenstrual dysphoric disorder. Menjaga pola tidur dalam hal ini dengan memastikan kebutuhan waktu tidur terpenuhi dan istirahat yang cukup.

Meditasi atau olahraga

Membiasakan diri untuk berolahraga secara rutin setidaknya 15 atau 30 menit per hari juga baik untuk mengurangi gejala premenstrual dysphoric disorder. Tidak perlu dengan olahraga berat, cukup dengan melakukan yoga atau sekedar meditasi.

Mengatasi Premenstrual Dysphoric Disorder

Saat seseorang mengalami gejala dari premenstrual dysphoric disorder dan merasa bahwa apa yang dialami cukup mengganggu aktivitas sehari-hari, maka itu adalah pertanda untuk melakukan konsultasi lebih lanjut dengan para ahli seperti Dokter, Psikolog, atau Psikiater. Terlebih lagi jika seseorang mengalami serangan panik, amarah yang tidak terkendali, depresi berat, keinginan untuk melukai diri sendiri dan orang lain, serta keinginan untuk bunuh diri.

Dengan melakukan konsultasi bersama para ahli, penderita akan diberikan berbagai penanganan untuk mengatasi gejala yang dialami. Bisa jadi penanganan setiap penderita akan berbeda-beda, tergantung pada gejala yang ditimbulkan. Meski demikian, umumnya penanganannya akan berupa mengkonsumsi obat-obatan dan melakukan psikoterapi.

Obat-obatan yang umum diberikan dalam kasus ini bisa berupa antidepresan untuk membantu mengontrol suasana hati, pill KB untuk mengatur kadar hormon, obat nyeri, dan lain sebagainya. Sedangkan psikoterapi akan disesuaikan dengan kondisi mental penderita, bisa jadi diberikan terapi perilaku kognitif dan lain sebagainya.

Selain itu, penderita juga bisa membiasakan pola hidup sehat seperti olahraga rutin, mengurangi konsumsi kafein dan rokok, melakukan metode relaksasi, belajar untuk mengendalikan stress, atau sekedar berbagi cerita dengan orang lain juga bisa membantu menurunkan gejala depresi akibat premenstrual dysphoric disorder.

Seperti itulah penjelasan mengenai  cara mengatasi premenstrual dysphoric disorder. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Orang Tua Wajib Tahu Dampak Dari Depresi Postpartum

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Cara Mengatasi Premenstrual Dysphoric Disorder — DeepTalk