Semua artikel
Terapi

Bingung Memulai Journaling? Ikuti Tips Berikut Ini

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia4 menit baca

Deeptalk.co.id – Setelah mengetahui manfaat yang ditawarkan dari menulis jurnal, dimana dapat mengurangi stres, meningkatkan suasana baik, dan lain-lain, mungkin beberapa dari Anda sudah mulai tertarik untuk melakukannya. Namun, Anda tidak segera mengerjakannya karena bingung dan bertanya-tanya, dari mana Anda bisa memulai melakukan jorunaling? Sehingga muncul ketakutan sebelum memulainya.

Keraguan dan ketakutan tersebut bisa menjadi kendala terbesar dalam memulai journaling. Sehingga, Anda tidak memberikan perubahan apapun dalam diri Anda.

Perlu diingat sebelumnya bahwa jurnal yang Anda tuliskan bisa menjadi tempat yang pribadi dan aman. Sehingga tidak akan ada yang melihat hingga memberikan penilaian pada jurnal pribadi Anda. Menulis jurnal adalah kegiatan dengan zona pribadi yang mana Anda bebas menuliskan apapun di sana. Dengan demikian, Anda bisa mengungkapkan apapun yang Anda rasakan atau pikirkan, juga sekaligus Anda bisa menjadi diri Anda sendiri pada jurnal pribadi.

Seorang penulis sekaligus pasien penderita clipring anxiety, Austin Hackney membagikan pengalamannya selama ia melakukan journaling yang memberikan dampak bagi penyembuhannya. Berikut adalah tujuh cara yang Austin lakukan agar dapat menggunakan jurnal untuk membuka jalan menuju wawasan dan penyembuhan.

Full shot woman doing creative journaling

1. Mulailah Dari Tempat Anda Berdiri Saat Ini

Cara termudah dan tentunya berguna dalam memulai jurnal bukanlah dengan menelusuri apa yang terjadi di masa lalu. Melainkan dengan menulis apa yang sedang Anda alami saat ini. Bisa dibantu dengan pertanyaan, bagaimana perasaanmu? Apa pendapatmu? Mengapa Anda menulis jurnal? Apa harapan dan impian Anda, ketakutan dan kecemasan Anda? Mereka berasal dari mana? Bagaimana Anda mengatasinya? Apa yang memberi Anda kesenangan atau kebebasan?

2. Baik Benar Atau Salah, Jangan Dinilai dan Biarkan Kata-Kata Mengalir

Apapun itu yang sudah dituliskan dalam jurnal, jangan sekalipun untuk dinilai. Anda tidak perlu mengkhawatirkan ejaan atau tata bahasa yang digunakan. Selama tulisan tersebut bisa Anda pahami, itu lah yang terpenting. Tulis saja dan biarkan kata-kata mengalir dalam “aliran kesadaran” yang murni. Jika Anda mengoceh, mengoceh. Atau akhirnya menulis cerita, baiklah. Bahkan Anda hanya bisa membuat daftar pertanyaan yang belum ada jawabannya, tidak masalah. Ini jurnal Anda, dan ini adalah proses penemuan tanpa akhir.

3. Dialog Dengan Diri Sendiri

Sebuah teknik yang sering digunakan dalam terapi dan yang bekerja dengan baik untuk jurnal pribadi mana pun adalah berbicara dengan diri sendiri. Jika Anda pernah mendengar bahwa berbicara kepada diri sendiri adalah tanda pertama dari kegilaan, jangan percaya. Karena kegiatan ini sering kali menjadi salah satu langkah pertama untuk penyembuhan.

Baca juga:

4. Bersyukurlah

Seringkali, Anda akan menemukan semua kesedihan dan kecemasan, kemarahan dan kesedihan Anda mengalir ke halaman. Itu hal yang baik dan bagian penting dari proses penyembuhan. Tetapi untuk fokus hanya pada hal-hal negatif dapat menyebabkan ketidakseimbangan. Merupakan ide bagus untuk menyelesaikan setiap entri jurnal dengan catatan positif. Jika Anda belum dapat menemukan sesuatu yang positif dalam situasi tersebut, tulis saja dengan rasa terima kasih karena Anda memberi diri Anda kesempatan untuk “membongkar” di tempat yang aman, mengakui bahwa itu adalah langkah pertama menuju kesejahteraan.

5. Jurnal Tidak Harus Ditulis

Jurnal sebenarnya menjadi media untuk menyampaikan isi hati atau perasaan yang ada dalam benak seseorang. Dan mengungkapkannya tidak harus dengan menuliskannya. Jika Anda kesulitan menemukan kata-kata yang sesuai dengan keinginan, maka Anda bisa menggambar, melukis, atau membuat kolase pada halaman jurnal. Sebagai pengingat bahwa jurnal adalah ruang kosong dengan zona kebebasan. Sehingga untuk mengisinya, ada banyak cara yang bisa Anda lakukan. Banyak orang lebih visual daripada verbal dan mengungkapkan perasaan dengan cara ini dapat menghasilkan wawasan dan penyembuhan yang kuat.

6. Tulis Sebagai Orang Ketiga

Terkadang akan sulit ketika menulis tentang diri sendiri. Oleh karenanya Anda dapat menuliskannya dengan menggunakan teknik sudut pandang orang ketiga. Teknik ini juga baik untuk mengembangkan wawasan dalam jurnal penyembuhan. Menggunakan sudut pandang orang ketika yakni mengganti kata “aku” dengan “dia”. Ini adalah metode sederhana yang membantu Anda melangkah mundur dan mengambil pandangan yang lebih terpisah dan rasional tentang pikiran dan perasaan Anda saat dibutuhkan.

7. Merevisi Peristiwa Masa Lalu

Peristiwa di masa lalu memang tidak bisa dirubah dan Anda tidak bisa mengulangnya. Akan tetapi, Anda bisa melakukannya di jurnal. Untuk mengakhiri pengalaman yang menyakitkan dan mengganggu dari masa lalu, baik dari masa kanak-kanak atau hari sebelumnya, gunakan jurnal untuk menulis versi yang lebih baik dari peristiwa tersebut dengan hasil yang Anda inginkan. Idenya di sini bukan untuk membodohi diri sendiri, tetapi untuk memungkinkan Anda mempelajari mengapa segala sesuatunya menjadi seperti itu, untuk menetapkan hasil yang lebih bahagia dalam pikiran Anda, dan memberikan wawasan tentang cara untuk menghindari pengulangan pengalaman negatif yang sama.

Baca juga: 

 

Sumber :

https://medium.com/the-ascent/how-to-use-a-journal-for-healing-670dc0b0a764

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Bingung Memulai Journaling? Ikuti Tips Berikut Ini — DeepTalk