Semua artikel
Sindrom Psikologi

Berlebihan Dalam Mengidolakan Seseorang? Waspada Celebrity Worship Syndrome

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Diantara pada pembaca sekalian, bisa jadi ada seorang fangirl atau fanboy yang memiliki idola dimana mereka sangat mengagumi idolanya tersebut, baik karena tampangnya yang rupawan atau karena kemampuan luar biasa yang dimiliki oleh idola tersebut. Terlebih lagi di era perkembangan teknologi ini, kita akan dengan sangat mudah mengetahui informasi seseorang yang bisa membuat kita merasa kagum terhadap orang tersebut.

Mengidolakan seseorang memang bukanlah sesuatu yang salah, namun jika hal ini sudah berlebihan dikhawatirkan kamu justru menjadi obsesi dan mengembangkannya menjadi sebuah gangguan yang dikenal dengan istilah celebrity worship syndrome.

Untuk mengenal lebih jauh mengenai kondisi celebrity worship syndrome ini, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai gangguan tersebut. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokkan self diagnosis.

Jika kamu atau orang disekitar merasakan hal yang sama dengan ciri-ciri dalam artikel ini, maka sebaiknya segera lakukan konsultasi dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Berikut penjelasannya.

Pengertian Celebrity Worship Syndrome

Celebrity worship syndrome atau yang biasa disingkat dengan CWS merupakan salah satu kondisi mental yang disebabkan oleh obsesi berlebihan seorang penggemar kepada idolanya. Kondisi ini tidak hanya membuat penggemar mengagumi hasil karya sang idola, melainkan segala aspek dalam kehidupan idola tersebut.

Sebenarnya objek dari penderita celebrity worship syndrome ini tidak hanya seorang idola atau tokoh-tokoh yang sering tampil di berbagai media, namun pada umumnya memang merekalah yang menjadi objek dari penderita celebrity worship syndrome.

Pada dasarnya kondisi celebrity worship syndrome ini tidak masuk dalam kategori gangguan mental. Meski demikian, kondisi ini bisa sangat mengganggu, dan pada akhirnya membutuhkan penanganan yang lebih serius. Selain itu, penderita celebrity worship syndrome juga beresiko mengalami berbagai gangguan mental seperti difusi sosial, gangguan kecemasan, perubahan perilaku, bahkan depresi.

Jenis-Jenis Celebrity Worship Syndrome

Berdasarkan sebuah artikel yang diterbitkan oleh halodoc, kondisi celebrity worship syndrome terbagi atas 3 jenis, yaitu:

Hiburan sosial

Kondisi celebrity worship syndrome yang satu ini biasa dikatakan sebagai jenis teringan dari kondisi celebrity worship syndrome lainnya. Dimana pada kondisi ini, penderita merasa senang dengan mengikuti kehidupan idolanya dan menceritakan segala hal tentang idolanya kepada teman-temannya. Dalam artian kondisi celebrity worship syndrome hanya membuat mereka menganggap idolanya sebagai hiburan sosial.

Baca juga : Ini Dia Dampak dan Cara Mengatasi Gangguan Erotomania

Intense personal

Kondisi celebrity worship syndrome ini memiliki tingkatan yang lebih tinggi dari hubungan sosial. Dimana pada kasus intense personal, penggemar sudah mulai merasakan adanya ikatan personal dengan idolanya. Contohnya, mereka merasa bahwa dirinya sedang menjalin hubungan romantis dengan idolanya.

Borderline pathological

Jenis celebrity worship syndrome yang ketiga ini merupakan tingkat terparah dari jenis sebelumnya. Dimana pada kondisi borderline pathological, penderita celebrity worship syndrome ini memiliki pikiran dan fantasi yang ekstrim terhadap idolanya. Kondisi borderline pathological ini juga mendorong penderita untuk melakukan tindakan-tindakan negatif seperti impulsif, egosentris, hingga antisosial.

Penyebab Celebrity Worship Syndrome

Sayangnya hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti dari kondisi celebrity worship syndrome ini. Meski demikian, beberapa faktor dipercaya dapat meningkatkan resiko seseorang mengalami celebrity worship syndrome. Berikut beberapa faktor yang dimaksud:

Gangguan kepribadian narsistik

Penderita gangguan kepribadian narsistik sangat beresiko mengalami kondisi celebrity worship syndrome. Dimana gangguan kepribadian narsistik sendiri adalah kondisi dimana seseorang merasa dirinya adalah orang yang paling penting, membutuhkan perhatian orang lain, dan memiliki rasa kagum berlebihan terhadap dirinya.

Rendah diri

Rendah diri memang sangat bertolak belakang dengan poin sebelumnya. Meski demikian, perasaan rendah diri juga dapat menimbulkan kondisi celebrity worship syndrome. Rendah diri pada dasarnya adalah sesuatu yang baik, namun jika hal ini berlebihan justru dapat berdampak negatif, salah satunya celebrity worship syndrome. Perasaan rendah diri sering kali membuat penderitanya menarik diri dari lingkungan dan mencari kebahagiaan dengan mengagumi para idola. Hal ini dapat mengembangkan celebrity worship syndrome, terutama saat mereka tidak mendapatkan perhatian dari orang lain.

Riwayat hubungan yang buruk

Kamu mungkin tidak asing dengan orang-orang yang putus cinta dan menjadi seorang fangirl atau fanboy dadakan. Terutama pada mereka yang memiliki hubungan buruk sebelumnya. Mereka merasa image yang dimiliki idolanya dapat mengobati rasa sakitnya. Jika ini berlebihan, maka bisa berkembang menjadi kondisi celebrity worship syndrome.

Pengaruh sosial media

Tidak bisa dipungkiri bahwa sosial media berperan besar dalam mengenalkan sang idola kepada para penggemarnya. Dengan demikian, sosial media juga menjadi salah satu faktor penyebab dari kondisi celebrity worship syndrome.

Selain beberapa kondisi di atas, masih banyak lagi faktor-faktor yang dapat mengembangkan celebrity worship syndrome, seperti gangguan kecemasan, kecanduan, kurang bisa membatasi diri, dan lain sebagainya.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Mengenal Gangguan Erotomania yang  Sering Dialami Seorang Penggemar

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Berlebihan Dalam Mengidolakan Seseorang? Waspada Celebrity Worship Syndrome — DeepTalk