Semua artikel
Kesehatan Mental

Bangsa yang Sehat Mental, Bangsa yang Merdeka

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Memiliki mental yang sehat memang akan mempengaruhi banyak aspek dalam kehidupan individu. Termasuk membuat individu lebih produktif, mampu mengambil keputusan dengan baik, termasuk kesehatan fisik yang ikut terjaga. Namun, apakah kesehatan mental ini memiliki pengaruh jika dikualifikasikan ke dalam suatu bangsa?

Nyatanya, masyarakat dengan kesehatan mental yang baik mampu memberikan banyak sekali dampak terhadap negara. Sebaliknya, negara yang mendukung kesejahteraan mental rakyatnya secara tidak langsung memberikan kemerdekaan mental untuk setiap rakyat. Berhubung sebentar lagi kita akan memasuki hari kemerdekaan, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai kesehatan mental bangsa.

Sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala gangguan mental. Cobalah untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu bisa diketahui gejala dan penanganan yang tepat.

Pengertian Kesehatan Mental Bangsa

Rakyat, Teman-Teman, Bersama, Senang

Kesehatan mental bangsa adalah kondisi kesejahteraan psikologis suatu negara yang dilihat secara kolektif. Negara yang memiliki kesehatan mental bangsa yang baik, artinya memiliki mayoritas masyarakat yang mampu berpikir secara jernih, mengelola emosi dengan baik, beradaptasi dengan perubahan, dan kontribusi tinggi terhadap kehidupan sosial, budaya, maupun ekonomi.

Berhubung kesehatan mental bangsa dilihat secara kolektif keseluruhan masyarakat dalam suatu negara,  tentu hal tersebut membutuhkan kontribusi dari kebijakan pemerintah, kondisi sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan. Dengan demikian, masyarakat yang sehat secara mental ini juga bisa memberikan kontribusi positif terhadap negara dan lingkungannya, sebagai bentuk timbal baliknya. Misalnya menjadikan negara dengan stabilitas sosial yang baik, produktivitas tinggi, hingga ketahanan terhadap krisis.

Baca juga: Kemerdekaan Emosional: Langkah Awal Menuju Jiwa yang Merdeka

Ciri-Ciri Kesehatan Mental Bangsa yang Baik

Selamat Berlibur, Wanita, Pembicaraan

Berikut beberapa indikator yang menandakan kesehatan mental bangsa yang baik:

Tingkat toleransi dan kohesi sosial tinggi

Toleransi adalah kemampuan seseorang dalam menerima perbedaan. Sedangkan kohesi sosial adalah kemampuan suatu masyarakat atau kelompok dalam mempertahankan kesatuan demi mencapai tujuan bersama. Negara dengan kesehatan mental bangsa yang baik memiliki tingkat toleransi dan kohesi sosial yang tinggi.

Produktivitas kerja tinggi

Produktivitas adalah kemampuan seseorang dalam menghasilkan sesuatu dalam jumlah besar atau maksimal. Dalam hal ini bisa dilakukan dengan peningkatan efisiensi, efektivitas, dan kualitas dari setiap pekerjaan yang dilakukan. Negara dengan kesehatan mental bangsa yang baik memiliki mayoritas masyarakat dengan produktivitas kerja tinggi.

Kesejahteraan psikologis masyarakat terjaga

Sehubungan dengan kesehatan mental bangsa yang dilihat secara kolektif, artinya negara dengan kesehatan mental bangsa yang baik memiliki mayoritas rakyat dengan angka yang rendah terhadap kasus depresi, kecemasan, bunuh diri, konflik sosial, dan segala hal yang berhubungan dengan masalah mental.

Kemampuan adaptasi terhadap perubahan

Negara dengan kesehatan mental bangsa yang baik memiliki mayoritas rakyat yang mampu merespons tantangan global seperti krisis ekonomi atau bencana alam dengan gotong royong.

Partisipasi aktif dalam pembangunan

Kesehatan mental bangsa yang baik juga bisa dilihat dari jumlah masyarakat yang mau terlibat dalam kegiatan sosial, politik, dan ekonomi untuk kemajuan bersama.

Baca juga: Merdeka dari Tekanan Batin: Menafsirkan Kemerdekaan Lewat Kesehatan Mental

Manfaat Kesehatan Mental Bangsa

Selamat Berlibur, Wanita, Konfeti

Walaupun kesehatan mental bahngsa dialami oleh rakyat, namun negara manfaat dari kesehatan mental bangsa yang terjaga. Berikut beberapa manfaat kesehatan mental bangsa:

Stabilitas sosial dan politik

Kesehatan mental bangsa yang terjaga mampu menciptakan stabilitas sosial dan politik dalam suatu negara. Misalnya dari konflik yang dapat dicegah atau diselesaikan dengan damai karena rakyat memiliki manajemen emosi yang baik.

Peningkatan produktivitas nasional

Kesehatan mental yang baik juga ditandai dengan produktivitas yang baik pula. Jika diakumulasi produktivitas mayoritas rakyat dalam suatu negara memiliki nilai yang tinggi, maka dapat tercipta pula produktivitas nasional yang meningkat. Hal tersebut bisa dilihat dari tenaga kerja lebih kreatif, inovatif, dan efisien.

Kualitas hidup masyarakat meningkat

Manfaat lain dari kesehatan mental bangsa adalah memiliki masyarakat dengan kualitas hidup yang meningkat. Hal tersebut bisa dilihat dari kebahagiaan, rasa aman, dan harapan masa depan masyarakat yang terjaga.

Ketahanan bangsa

Kesehatan mental bangsa juga bisa berkontribusi pada ketahanan bangsa tersebut. Artinya, masyarakat mampu melewati krisis global maupun domestik dengan lebih baik. Tentu hal tersebut juga ditunjang oleh produktivitas, kemampuan manajemen emosi, dan kemampuan bersosial yang baik.

Citra positif di mata dunia

Satu hal yang mungkin jarang disadari adalah saat suatu negara memiliki kesehatan mental bangsa yang baik, maka negara tersebut berpeluang memiliki citra positif di mata dunia. Dengan minimnya konflik, kesejahteraan masyarakat, serta sikap masyarakat yang positif. Citra positif ini juga bisa menarik investasi, kerjasama internasional, termasuk wisatawan asing.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai kesehatan mental bangsa. Jika kamu mengalami masalah dengan kesehatan mental mu. Cobalah untuk mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog disana. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Pandemi dan Gelombang Kesepian: Studi Psikologi tentang Isolasi Sosial di Era COVID-19

 

Sumber:

WHO. (2022). Mental health: Strengthening our response. World Health Organization.
Keyes, C. L. M. (2007). Promoting and protecting mental health as flourishing: A complementary strategy for improving national well-being. American Psychologist, 62(2), 95–108.
Selye, H. (1976). Stress in Health and Disease. Butterworth-Heinemann.
Santrock, J. W. (2019). Life-Span Development (17th ed.). McGraw-Hill Education.
Badan Pusat Statistik (BPS). (2023). Indeks Pembangunan Manusia dan Indikator Kesejahteraan Rakyat.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial

 

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait