Deeptalk.co.id – Masalah hidup selalu ada dan dirasakan oleh setiap orang. Hingga merasakan kesedihan sebagai respon normal, alami dan logis akan hal tersebut. Namun, kemudian Anda menemukan kejanggalan akibat kesedihan yang tidak kunjung selesai. Hingga muncul di benak Anda, “Apakah saya sedih biasa atau depresi?”
Merasa sedih setiap mendengarkan berita buruk, atau mengalami kehilangan orang terdekat atau pekerjaan, hingga tekanan hidup yang lain adalah hal yang normal. Bisa merasakan emosi negatif berupa sedih menandakan bahwa Anda memiliki respon emosional yang berfungsi.
Namun, titik rendah yang normal dialami ini bisa menjadi pemicu serangan depresi yang lebih lama dan berkelanjutan. Terutama pada orang yang sudah cenderung mengalami depresi klinis. Pada saat yang sama, penderita depresi akan merasakan kesedihan tanpa pemicu dan alasan yang jelas. Hingga mereka bertanya-tanya kapan kesedihan ini akan bertahan dan kapan akan terjadi lagi jika sudah meredah.

Akan menjadi kesulitan ketika menentukan apakah Anda hanya merasa sedih atau menderita depresi. Terutama ketika Anda sudah merasakan kesedihan yang mendalam dan tidak dalam kapasitas penuh untuk merenungkan keadaan emosi secara bermakna.
Namun, jika Anda merasa sedih dan menangis, hingga bertanya-tanya apakah Anda perlu untuk memeriksakan diri akan adanya kemungkinan depresi, berikut tanda-tanda yang bisa Anda jadikan pertimbangan.
1. Merasakan Kesedihan Akan Segala Hal
Ketika merasakan kesedihan, normalnya seseorang memiliki fokus khusus mengenai emosi tersebut. Sehingga dapat mengidentifikasikan alasan dari timbulnya sedih tersebut. Juga dengan kesedihan yang umum terjadi, akan ada saat-saat bahagia ketika Anda tidak memikirkan lagi hal tersebut.
Namun, berbeda dengan depresi yang tidak memiliki fokus seperti itu. Penderita depresi mendapati diri mereka dibanjiri gelombang kesedihan tanpa tempat yang jelas. Mereka bisa merasa sedih akan segala hal, yang bahkan sederhana sekalipun. Hingga kemungkinan mereka tidak dapat menemukan momen bahagia akibat dibanjiri oleh kesedihan tersebut.
Baca juga: 3 Alasan Dibalik Perilaku Manipulatif
2. Energi Menjadi Turun Serendah-rendahnya
Penderita depresi seringkali memiliki tingkat energi yang sangat rendah. Mereka mungkin merasa tidak bisa bangun dari tempat tidur untuk menghabiskan hari-hari normal di dunia. Bahkan beberapa diantaranya tidur dengan jumlah jam yang tidak normal hingga mendapati diri mereka tertidur selama acara penting.
Kesulitan tidur oleh penderita depresi ini dikarenakan mereka menemukan dirinya dikuasai oleh pikiran negatif di malam hari. Dalam kasus ini, tingkat energi yang rendah sering membuat penderitanya berlarut-larut sepanjang hari dengan perasaan yang tidak bersemangat.
3. Kesulitan Berpikir Jernih
Depresi sering diasosiasikan dengan kejernihan dan kekuatan emosi seseorang. Hingga melupakan bahwa depresi juga dapat memengaruhi kemampuan kognitif manusia.
Penderitanya mungkin tidak dapat berkonsentrasi pada tugas yang sebelumnya dapat mereka tangani dengan baik. Atau kemungkinan mereka memiliki isi pikiran yang “berkabut” dan sering melupakan banyak hal.
4. Menjadi Sering Marah
Sementara depresi paling sering memanifestasikan dirinya sebagai jenis kesedihan yang mendalam, banyak orang yang menderita depresi melihat sisi lainnya melalui sifat mudah kesal dan marah. Depresi terkadang digambarkan sebagai “kemarahan yang diarahkan ke dalam”, tetapi kemarahan yang sama juga dapat diarahkan ke luar.
Orang dengan depresi bisa menjadi sering murung, sering membentak pada hal-hal kecil sekalipun, dan umumnya merasa marah terhadap orang dan situasi di sekitar mereka. Jika Anda mendapati diri Anda sering membentak orang lain, mudah frustrasi, dan merasa lebih sering marah daripada yang Anda inginkan, depresi bisa menjadi penyebabnya.
5. Perubahan Berat Badan Yang Tidak Normal
Depresi telah dikaitkan dengan kenaikan berat badan dan penurunan berat badan. Mereka yang mengalami kenaikan berat badan selama periode depresi sering berada di bawah rentetan tiga masalah. Diantaranya kebiasaan makan berlebihan, membuat tubuh kurang aktif dari biasanya, dan meningkatkan hormon stres kortisol yang mempersulit penurunan berat badan.
Di sisi lain, ada juga beberapa penderita depresi yang mengalami penurunan berat badan. Teori seputar respons tubuh ini termasuk bahwa orang membakar lebih banyak kalori ketika mereka tidak bisa tidur nyenyak dan masalah pencernaan yang disebabkan oleh stres. Sehingga kemudian dapat mencegah mereka menyerap nutrisi dengan baik.
6. Memiliki Pemikiran Untuk Bunuh Diri
Secara medis, orang yang mengalami depresi kerap memiliki pikiran untuk bunuh diri. Seorang ahli medis, Therese Borchard, menggambarkan bunuh diri saat depresi sebagai “gatal bersin.”
Maksudnya perasaan bahwa Anda harus mengakhiri hidup terasa seperti dorongan yang tak terkendali. Pikiran itu mungkin muncul begitu saja di benak Anda, lalu membuat Anda merasa terdorong untuk menindaklanjutinya. Bagi orang-orang dengan depresi kronis jangka panjang, melawan pikiran-pikiran ini bisa menjadi upaya seumur hidup.
Jika Anda mendapati diri Anda memiliki tanda-tanda seperti yang dijelaskan sebelumnya, silakan temui profesional medis dan diskusikan gejala-gejala ini. Menemukan ahli kesehatan mental yang memahami gejalanya dan akan mendengarkan kekhawatiran Anda dapat menjadi awal untuk menempuh jalan yang lebih mulus dan lebih sehat hari ini. Jika Anda tidak yakin apakah perasaan sedih Anda sebenarnya adalah depresi, hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah menemui seseorang yang terlatih untuk mengenali perbedaannya.
Baca juga: Self Healing: Proses Penyembuhan Oleh Diri Sendiri
Sumber:
Real Life Counseling. (2018, July 31). Am I Depressed? 6 Signs That It’s More Than Sadness. https://reallifecounseling.us/am-i-depressed/
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



