Deeptalk.co.id – Kepribadian didefinisikan sebagai perpaduan pola perilaku dan pemikiran yang relatif stabil dari waktu ke waktu, yang mencirikan sifat dan sikap seseorang. Ketika Anda bertemu dengan orang baru, sering kali kepribadian mereka yang menjadi daya tarik bagi diri Anda. Dalam kehidupannya, manusia akan mengalami proses pembentukan hingga pengembangan kepribadian yang mengacu pada peningkatan serta perubahan kepribadian seseorang dari waktu ke waktu.
Perkembangan tersebut terjadi secara alami selama hidup, tetapi juga dapat dimodifikasi melalui upaya yang disengaja. Ini mengacu pada perilaku, sifat, pola emosional, dan kemampuan yang bertahan lama yang membentuk respons seseorang terhadap peristiwa-peristiwa dalam hidupnya.
Memahami bagaimana pembentukan kepribadian berkembang dapat memberikan wawasan tentang siapa seseorang dan latar belakangnya, serta meningkatkan pemahaman kita tentang apa yang ada di balik ciri-ciri dan karakteristik kepribadian kita. Artikel ini membahas bagaimana kepribadian didefinisikan, berbagai teori tentang bagaimana kepribadian terbentuk, dan apa yang dapat Anda lakukan jika Anda tertarik untuk mengubah aspek-aspek tertentu dari kepribadian Anda.
Apa itu Pengembangan Kepribadian?

Pengembangan kepribadian mengacu pada proses di mana pola pemikiran dan perilaku yang terorganisir yang membentuk kepribadian unik seseorang muncul dari waktu ke waktu. Banyak faktor yang memengaruhi kepribadian, termasuk genetika dan lingkungan, cara kita dibesarkan, dan variabel sosial.
Meskipun kepribadian seseorang relatif stabil, para ahli mencatat bahwa kepribadian tidak sepenuhnya tetap. Setiap individu dapat mengalami perubahan dalam sikap, perilaku, dan pola pikir mereka sebagai respons terhadap pengalaman baru atau pertumbuhan pribadi.
Termasuk yang mungkin paling penting pada interaksi berkelanjutan dari semua pengaruh tersebut dapat menjadi andil terbentuk nya kepribadian. Kepribadian melibatkan sifat bawaan dan perkembangan pola kognitif dan perilaku yang memengaruhi cara kita berpikir dan bertindak.
Pengembangan kepribadian telah menjadi topik utama yang menarik bagi beberapa pemikir terkemuka dalam psikologi. Sejak awal berdirinya psikologi sebagai ilmu pengetahuan yang terpisah, para peneliti telah mengajukan berbagai gagasan untuk menjelaskan bagaimana dan mengapa kepribadian berkembang.
Selain itu, pembentukan kepribadian juga menjadi landasan untuk memahami siapa dan apa diri Anda. Akibatnya, ini adalah subjek utama penelitian psikologis. Dan mempelajari kepribadian berarti mengajukan pertanyaan “mengapa orang-orang tertentu pada umumnya seperti itu?” Sifat yang luas dari pertanyaan ini telah memunculkan berbagai pendekatan untuk memahami perkembangan kepribadian.
Baca juga: Kondisi Psikologis yang Jarang Diketahui Namun Ada Di Dunia Nyata
Penjelasan Secara Teoretis

Bagaimana kepribadian terbentuk tidak sepenuhnya diketahui. Akan tetapi, ada banyak teori yang ada. Berikut adalah beberapa di antaranya.
Teori Psikoanalisis
Teori ini dikembangkan oleh Sigmund Freud yang mengasumsikan bahwa kepribadian mencerminkan cara kerja pikiran bawah sadar. Ia juga percaya bahwa kepribadian dibagi menjadi tiga dengan fungsi masing-masing yang berbeda pula, diantaranya id, ego dan superego.
Id bertanggung jawab atas naluri dasar manusia, dorongan alami, dan temperamen alami, serta terletak sepenuhnya di pikiran bawah sadar. Sedangkan ego juga disebut sebagai “diri”, membantu Id mendapatkan apa yang diinginkannya dengan menerapkan penilaian. Ego berada di pikiran sadar dan bawah sadar. Kemudian superego menjadi bagian yang bertanggung jawab atas moralitas dan menerapkan kebanggaan dan rasa bersalah. Bagian ini berada di pikiran sadar dan bawah sadar.
Teori Humanistik
Abraham Maslow menyusun teori humanistik pada tahun 1950-an. Menurutnya, teori psikoanalisis masih memiliki kekurangan. Sehingga sebaliknya, Maslow menekankan pentingnya memahami pikiran sadar dan kepribadian dalam keadaan normal.
Teori humanistik mengasumsikan bahwa manusia memiliki kehendak bebas dan orang membuat pilihan berdasarkan keinginan utama untuk keunggulan diri. Kepribadian didasarkan pada pengalaman subjektif dan interaksi individu dengan lingkungannya.
Teori kepribadian humanistik pada akhirnya menghasilkan model Hierarki Kebutuhan Maslow yang terkenal, yang menunjukkan bahwa ketika kebutuhan dasar manusia terpenuhi, kebutuhan tersebut akan digantikan dengan kebutuhan yang semakin kompleks. Secara sederhana, Psikologi menguraikan lima tingkat kebutuhan. Dari yang paling tinggi hingga yang paling rendah, yaitu
- Kebutuhan aktualisasi diri
- Kebutuhan akan penghargaan
- Kebutuhan cinta/kepemilikan
- Kebutuhan rasa aman
- Kebutuhan fisiologis
Teori Sifat
Teori sifat oleh Gordon Willard Allport ini menyatakan bahwa kepribadian terdiri dari kumpulan karakteristik dalam diri seseorang, yang disebut sebagai trait atau sifat. Karakteristik ini membantu mengekspresikan keunikan setiap orang dan dapat dibagi menjadi tiga jenis utama, yakni sifat utama, sifat sentral, dan sifat sekunder.
Sifat utama ini merupakan sifat-sifat yang meresap dan dominan. Jenis sifat inilah yang memengaruhi hampir setiap aspek perilaku dan kepribadian. Namun, sifat-sifat ini jarang terjadi.
Lalu pada sifat sentral, terdiri dari lima hingga 10 karakteristik yang menentukan kualitas dasar seorang individu. Ini mungkin termasuk kecerdasan, misalnya, atau rasa malu.
Sedangkan sifat sekunder ini bergantung pada konteks. Misalnya seperti preferensi terhadap makanan atau warna tertentu.
Teori Kognitif Sosial
Dicetuskan pertama kali oleh Albert Bandura, melalui teori kognitif sosial ini ia menekankan bahwa kepribadian terbentuk berdasarkan konteks sosial. Teori ini pun mengasumsikan dua prinsip utama oleh Williams dan Cervone.
Pertama, psikologi dalam diri individu, lingkungan dan perilaku mereka saling mempengaruhi satu sama lain. Lalu yang kedua, manusia paling baik dipahami dalam tiga jenis kemampuan kognitif, yakni kemampuan yang membantu mereka merepresentasikan peristiwa secara simbolis dalam pikiran mereka, merefleksikan diri, dan mengembangkan diri.
Menurut teori kognitif sosial, pembentukan kepribadian terjadi ketika orang mengamati perilaku orang lain. Hal ini mengarah pada adaptasi dan asimilasi, terutama jika perilaku tersebut dihargai. Teori kognitif sosial sering dianggap sebagai jembatan antara teori kepribadian yang menekankan pada perilaku dan teori kepribadian yang menekankan pada kognisi.
Baca juga: Kecerdasan Seorang Anak Menurun dari Ibu, Benarkah?
Sumber:
Cherry, K. (2023, July 19). The Psychology of Personality Development. Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/personality-development-2795425
The Science of Personality Development. (2023). Lesley University. https://lesley.edu/article/personality-development
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



