Deeptalk.co.id – Beberapa orang membutuhkan waktu untuk menyendiri atau yang biasa dikenal dengan istilah “me time”. Hal ini cukup sering dilakukan untuk sekedar meluangkan waktu bagi diri sendiri. Bahkan, tidak sedikit orang yang menggunakan waktu sendiri untuk mengisi ulang tenaga mereka. Tentu saja para kaum introvert sangat relate dengan hal ini.
Namun tahukah kamu bahwa terdapat suatu kondisi gangguan mental yang membuat pengidapnya sangat merasa takut jika sendirian? Kondisi semacam ini biasa dikenal dengan istilah gangguan autophobia.
Artikel ini akan membahas secara khusus mengenai gangguan autophobia. Namun, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukatif dan tidak untuk dijadikan landasan dalam melakukan self diagnosis.
Jika diantara para pembaca ada yang menemukan kesamaan antara isi artikel dengan kondisi diri sendiri atau orang di sekitar, sebaiknya segera konsultasikan kondisi tersebut dengan Psikolog untuk mendapatkan diagnosis dan juga penanganan yang tepat.
Pengertian Gangguan Autophobia
Istilah autophobia sendiri berasal dari Bahasa Yunani, yaitu auto yang artinya diri, dan phobos yang artinya rasa takut. Sedangkan untuk artian lebih jelasnya, gangguan autophobia merupakan kondisi dimana seseorang mengalami kecemasan atau rasa takut berlebih terhadap kesendirian. Selain dikenal dengan istilah autophobia, kondisi ini juga sering disebut dengan monophobia.
Gangguan autophobia merupakan salah satu kondisi kesehatan mental yang juga bagian dari gangguan fobia spesifik. Penderita gangguan autophobia akan mengalami kecemasan berlebih walau hanya sekedar memikirkan bahwa mereka akan hidup sendiri dan tanpa adanya orang yang akan menemani mereka. Walau tampak cukup sederhana, namun gangguan yang satu ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari penderitanya.
Penderita gangguan autophobia akan selalu membutuhkan orang lain untuk membuat mereka merasa nyaman. Meski demikian, beberapa penderita autophobia tetap merasa ketakutan akan pikiran mengenai orang-orang akan meninggalkannya dan Ia akan hidup sendiri.
Kondisi ini tentu semakin terlihat mengganggu. Beberapa penderita gangguan autophobia justru mengalami kendala dalam menjalin hubungan, kehidupan sosial, dan juga berbagai permasalahan dalam karirnya.
Penyebab Gangguan Autophobia

Sama halnya dengan kebanyakan kondisi kesehatan mental lainnya, penyebab pasti dari gangguan autophobia juga belum diketahui penyebabnya hingga saat ini. Meski demikian, beberapa faktor dipercaya dapat meningkatkan resiko seseorang mengalami gangguan autophobia. Berikut faktor-faktor yang dimaksud:
Pengalaman traumatis
Faktor pertama ini menjadi merupakan faktor penyebab dari kebanyakan gangguan fobia. Tidak bisa dipungkiri bahwa adanya pengalaman traumatis membuat seseorang meningkatkan kewaspadaannya. Begitu juga dengan penderita gangguan autophobia.
Seseorang yang memiliki pengalaman buruk terkait kesendirian, akan beresiko lebih besar mengalami gangguan autophobia. Kejadian tersebut bisa berupa perceraian orang tua, meninggalnya orang tersayang, diabaikan oleh orang tua, dan kejadian sejenis lainnya.
Baca juga : Haphephobia : Rasa Takut Berlebih Saat Disentuh Orang Lain
Genetik
Selain pengalaman traumatis, faktor genetik juga cukup mempengaruhi kondisi kesehatan mental seseorang. Orang yang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan kecemasan, fobia jenis lain, atau mengalami gangguan autophobia itu sendiri, akan beresiko mengalami gangguan autophobia juga.
Kondisi kesehatan mental
Beberapa kondisi kesehatan mental terkadang membuat seseorang beresiko mengalami autophobia. Contohnya pada penderita borderline personality disorder (BPD), gangguan kepribadian dependent, dan masih banyak lagi. Kondisi kesehatan mental semacam itu sering kali membuat penderitanya merasa takut jika ditinggalkan sendiri.
Gejala Gangguan Autophobia

Sama halnya dengan penderita gangguan fobia spesifik lainnya, penderita gangguan autophobia juga sebenarnya menyadari bahwa apa yang ditakutkan itu bukanlah hal yang perlu ditakutkan. Meski demikian, mereka tidak bisa mengontrol rasa takut tersebut.
Penderita gangguan autophobia secara umum menunjukkan gejala berupa rasa takut berlebih terhadap kesendirian. Namun, selain itu mereka juga menunjukkan beberapa gejala fisik dan juga gejala psikologis. Berikut gejala-gejala yang dimaksud:
Gejala fisik
Penderita gangguan autophobia yang sedang atau memikirkan kesendirian, akan mengalami beberapa gejala fisik seperti keringat dingin, pusing, keringat berlebih, jantung berdebar cepat, mual, kesulitan bernafas, dan juga mengalami gangguan pencernaan.
Gejala psikologis
Selain gejala fisik, penderita gangguan autophobia juga menunjukkan beberapa gejala psikologis seperti, timbulnya perasaan cemas, sedih, dan takut yang berlebih saat ditinggalkan orang lain atau sedang sendirian. Selain itu, mereka juga cenderung mencari cara agar memiliki seseorang yang dapat menemaninya.
Seperti itulah gejala yang ditunjukkan oleh penderita gangguan autophobia. Jika kamu atau orang sekitar memiliki gejala serupa, jangan ragu untuk konsultasikan kondisi tersebut dengan Psikolog untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Saat diagnosis sudah ditentukan, Psikolog akan memberikan beberapa penanganan yang sesuai dengan gejala dan tingkat keparahan gejala yang ada. Penanganan dari Psikolog akan berupa terapi psikologi. Jika dirasa penderita membutuhkan bantuan obat-obatan, Psikolog akan merekomendasikan untuk bertemu dengan Dokter atau Psikiater. Hal ini dilakukan karena Psikolog tidak memiliki wewenang untuk peresepkan obat.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Merasa Sakit Padahal Sehat? Hati-Hati Gejala Hipokondria
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



