Deeptalk.co.id – Umum kita ketahui bahwa setiap orang memiliki ketertarikan seksual terhadap orang lain. Namun tahukah kamu bahwa terdapat orientasi seksual yang menggambarkan orang tanpa ketertarikan seksual terhadap orang lain. Orientasi seksual tersebut dikenal dengan istilah aseksual.
Walaupun kondisi yang dialami oleh seorang aseksual dianggap aneh dan tidak lazim. Namun pada kenyataannya aseksual sama halnya dengan heteroseksual atau homoseksual yang merupakan orientasi seksual dan bukan bagian dari gangguan mental.
Untuk mengenal lebih jauh mengenai kondisi yang dialami oleh seorang aseksual, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai hal tersebut. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai hal ini, kamu bisa berkonsultasi lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater.
Berikut pembahasan mengenai aseksual.
Pengertian Aseksual

Seperti yang sudah dijelaskan secara singkat di atas bahwa aseksual merupakan orientasi seksual yang ditandai dengan tidak adanya ketertarikan secara seksual, baik terhadap lawan jenis maupun ke sesama jenis.
Meski demikian, seorang aseksual bukan berarti anti terhadap orang lain. Mereka tidak sepenuhnya tidak memiliki ketertarikan terhadap orang lain. Beberapa dari mereka tetap menjalin hubungan, namun bedanya mereka tidak memiliki niat untuk mendapatkan keuntungan dalam aktivitas seksual. Dengan demikian, seorang aseksual menjalani hubungan lebih seperti persahabatan dari pada berujung kepada hubungan intim. Namun tidak menuntut kemungkinan mereka tetap melakukan masturbasi diluar ketidak inginannya dalam melakukan hubungan seksual.
Perlu ditekankan kembali bahwa aseksual merupakan orientasi seksual yang normal, dan bisa dialami oleh siapa saja. Meski demikian, kondisi yang satu ini sering kali dianggap menyimpang karena cukup berbeda dengan orang-orang kebanyakan.
Sama halnya dengan orientasi seksual lainnya, penyebab seseorang menjadi aseksual juga belum diketahui hingga saat ini. Meski demikian, banyak ahli yang beranggapan bahwa kondisi ini sudah terbentuk sebelum seseorang dilahirkan. Dengan demikian, kita tidak bisa memilih apakah akan menjadi seorang aseksual atau tidak.
Baca juga : Mengenal 5 Tipe Pembohong
Jenis-Jenis Aseksual

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh halodoc dituliskan pernyataan dari seorang Sosiolog asal Universitas Warwick, Mark Carrigan mengenai beberapa jenis aseksual. Beliau menyatakan bahwa aseksual terbagi atas:
Aseksual aromatik
Jenis aseksual yang pertama adalah aseksual aromatik. Orang dengan jenis aseksual aromatik berada pada kondisi dimana mereka bahkan tidak tertarik dalam menjalin hubungan romantis atau hal-hal romantis lainnya. Dalam beberapa kasus, orang dengan aseksual aromatik bahkan tidak suka jika disentuh oleh orang lain.
Aseksual romantik
Jenis aseksual yang kedua adalah aseksual romantik. Berbeda dengan jenis aseksual sebelumnya, aseksual romantik umumnya masih menjalin hubungan romantis dan memiliki ketertarikan terhadap hal-hal romantis. Meski demikian, mereka tetap tidak memiliki ketertarikan secara seksual.
Aseksual abu-abu
Jenis aseksual yang ketiga adalah aseksual abu-abu. Seperti namanya, jenis aseksual yang satu ini sedikit sulit untuk dideteksi. Pasalnya, orang dengan aseksual abu-abu berada diantara aseksual aromatik dan aseksual romatik.
Ciri-Ciri Aseksual

Karena hal-hal yang berhubungan mengenai seksual dianggap tabu untuk menjadi perbincangan, banyak orang yang akhirnya tidak menyadari orientasi seksual yang dimiliki. Jika kamu mengalami masalah dalam mengetahui orientasi seksual yang kamu miliki, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Psikolog atau Psikiater.
Mengetahui orientasi seksual yang dimiliki akan membuat kita lebih mengenal diri sendiri, dan tentunya memahami seperti apa kita bertindak. Berikut beberapa ciri-ciri seseorang dengan orientasi seksual aseksual:
Tidak tertarik dengan seks
Ciri utama dari seorang aseksual adalah mereka tidak memiliki ketertarikan terhadap seks, aktivitas seks, atau hal-hal lain yang berhubungan dengan seks. Walaupun tidak memiliki ketertarikan akan hal tersebut, beberapa orang tetap melakukannya. Hanya saja, mereka menganggap aktivitas seks membuatnya tidak nyaman, bahkan memandang hal tersebut sebagai perbuatan negatif.
Memiliki fantasi seks
Walaupun seorang aseksual tidak memiliki ketertarikan terhadap aktivitas seksual, mereka tetap memiliki fantasi seksnya masing-masing. Bahkan beberapa dari mereka tetap melakukan masturbasi.
Fantasi seks sendiri merupakan imajinasi alam bawah sadar yang dibangun untuk meningkatkan gairah seksual. Hal inilah yang akhirnya membuat seorang aseksual memiliki keinginan hingga melakukan masturbasi.
Menjalin hubungan
Seperti yang sudah diungkapkan sebelumnya, seorang aseksual pada dasarnya masih bisa menjalin hubungan romantis, dengan atau tidak adanya aktivitas seksual dalam hubungan tersebut.
Itu dia beberapa penjelasan mengenai kondisi aseksual. Walaupun kondisi ini tidak termasuk dalam gangguan mental, namun jika hal tersebut dianggap cukup mengganggu khususnya dalam hubungan dengan pasangan, tidak ada salahnya melakukan konsultasi dengan ahlinya. Kamu bisa berkonsultasi dengan Psikolog.
Penting juga melakukan diskusi bersama pasangan jika kamu memang seorang aseksual. Dengan demikian pasangan akan memahami kondisi yang kamu alami. Karena cukup banyak orang yang menganggap penting aktivitas seksual, terutama saat sudah terikat dalam pernikahan.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Mengenal Tanda-Tanda Pebohongan Patologis
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



