Deeptalk.co.id – Pernah mendengar seseorang berkata, “Aku merokok untuk meredakan stres”? Ya, kita semua tentu pernah mendengar kalimat itu, dan mungkin bahkan kita sendiri yang pernah mengatakannya. Memang, merokok sudah lama dianggap sebagai sarana untuk mengurangi stres. Tapi, benarkah?
Merokok dan stres, dua kata ini seringkali berdampingan, seperti dua teman yang tak terpisahkan. Tapi, apakah ini membuat merokok berubah menjadi “teman baik” bagi kita? Atau, bisa jadi malah sebaliknya, merokok adalah “teman yang berbahaya” yang secara diam-diam meracuni kita? Well, mari kita coba cari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Tanpa basa-basi lagi, yuk kita lebih dalam tentang fenomena ini. Apakah merokok benar-benar bisa mengurangi stres, atau itu hanyalah mitos yang harus kita hapus dari otak kita.
Apa Itu Stres?

Kamu tahu, stres itu seperti alarm intuisi kita yang berbunyi ketika ada sesuatu yang tidak berjalan baik. Ini mirip dengan perasaan gelisah atau cemas yang kita rasakan saat menghadapi pekerjaan berat. Seperti sedang meghadapi beban di kantor, persiapan ujian penting, atau mungkin masalah dalam hubungan personal kita.
Stres, secara dasar, adalah respons tubuh kita terhadap tekanan atau ketidaknyamanan yang muncul dalam berbagai situasi kehidupan. Itu bisa datang dari berbagai sumber, dan bukan hanya situasi yang membingungkan atau menakutkan saja. Kadang-kadang, perubahan besar dalam hidup, baik itu positif atau negatif, juga bisa memicu stres.
Mungkin terdengar menakutkan, tapi tenang saja, stres itu normal dan semua orang mengalaminya. Jadi, jika kamu merasa stres, ingatlah bahwa kamu tidak sendirian dan ada banyak cara untuk mengatasinya.
Baca juga: Kamu Merasa Kesepian Dalam Era Digital ini?
Merokok sebagai ‘Solusi’ untuk Stres

Pada tahap ini, kita mungkin bertanya, kenapa ada yang merokok untuk mengurangi stres? Nah, asap yang dihasilkan rokok berisi nikotin, zat yang bisa membuat kita merasa lebih rileks dan tenang untuk sementara waktu. Jadi, dari situ muncul persepsi bahwa merokok bisa mengurangi stres.
Hal ini karena rokok berisi sekitar 6000 macam zat kimia ketika dibakar. Dan salah satu yang paling aktif adalah nikotin. Ketika kita menarik nafas dalam-dalam saat merokok. Maka nikotin dengan cepat diserap oleh paru-paru dan mencapai otak dalam hitungan detik.
Di otak, nikotin melekat pada reseptor yang biasanya menerima neurotransmiter bernama asetilkolin. Asetilkolin biasanya menjaga kita tetap waspada dan “aktif”. Ketika nikotin dan asetilkolin bersaing untuk tempat yang sama, itu berarti nikotin “menghambat” asetilkolin, yang menyebabkan efek relax dan tenang.
Namun, jangan terjebak dalam perasaan sementara ini! Tubuh kita cepat beradaptasi dengan kehadiran nikotin dan mulai membuat lebih banyak reseptor. Yang berarti kita perlu lebih banyak nikotin untuk perasaan yang sama, mengarah pada ketergantungan.
Jadi, merokok jelas bukanlah solusi jangka panjang untuk mengatasi stres. Sebaliknya, alih-alih mengurangi stres, merokok justru dapat menambahnya.
Fakta Ilmiah tentang Merokok dan Stres

Tapi, tunggu dulu, karena penelitian telah menunjukkan bahwa merokok sebenarnya bisa menambah beban stres kita. Kenapa? Karena efek nikotin adalah sementara dan ketika efeknya hilang, tubuh kita akan mulai merasa gelisah dan menginginkan rokok lagi. Artinya, kamu malah menambah satu lagi stres dalam hidupmu, yaitu stres karena keinginan untuk merokok.
Belum lagi berbagai risiko kesehatan yang datang bersamaan dengan merokok. Seperti masalah jantung, paru-paru, dan bahkan kanker. Dan tentu saja, semua ini hanya akan menambah beban stres kalau kamu terjebak di dalamnya.
Alternatif Sehat untuk Mengurangi Stres

Jadi, kita sudah tahu bahwa merokok bukanlah cara yang baik untuk meredakan stres, bukan? Dengan demikian, mulai sekarang, kita harus mulai mencari metode lain yang lebih sehat untuk mengatasi stres. Misalnya, olahraga, meditasi, melakukan hobi, atau sekadar menghabiskan waktu bersama orang yang kamu cintai.
Ada banyak cara untuk mengurangi stres yang jauh lebih aman dan bahkan bisa memberikan manfaat tambahan untuk tubuh kita.
Misalnya, olahraga. Menghabiskan waktu untuk berolahraga bukan hanya membuat tubuh kita bugar, tapi juga menjadi antidepressan alami yang bagus. Ini membantu untuk meredakan stres dan meningkatkan mood kita.
Lalu ada meditasi. Meditasi adalah salah satu teknik yang telah terbukti secara ilmiah dapat meredakan stres. Ini bisa membantu kita merasa lebih tenang dan memiliki perspektif yang lebih baik tentang masalah yang kita hadapi.
Atau, mencoba melakukan hobi atau sekadar menghabiskan waktu berkualitas dengan orang yang kita cintai. Seperti menghabiskan waktu bersantai sambil membaca buku favorit, berkebun, memasak, atau menonton film bersama dengan keluarga atau teman. Aktivitas-aktivitas santai ini bisa mengalihkan pikiran kita dari stres dan memberikan kebahagiaan.
Nah, dengan semua opsi ini, kita punya banyak alternatif sehat untuk mengurangi stres. Dengan demikian, kita bisa tinggalkan merokok dan memilih cara yang lebih baik untuk mengatasi stres. Selain membuat kita merasa lebih baik, cara-cara ini juga memberikan manfaat tambahan untuk kesehatan kita.
Jadi, apakah merokok bisa mengurangi stres? Jawabannya tidak. Merokok sebenarnya bisa memperparah stres, bukan mengurangi. Jadi, mulai sekarang, mari kita lupakan gagasan bahwa merokok adalah cara untuk meredakan stres kita. Ketika stres melanda, ingat bahwa ada banyak cara lain yang lebih sehat dan positif untuk mengatasinya.
Baca juga: 4 Aktivitas yang Bisa Dilakukan Saat Merasa Kesepian
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



