Deeptalk.co.id –Pasti dalam benakmu pernah muncul pertanyaan, “Apakah rasa takut itu harus dilawan?”. Nah, di era digital ini, informasi mengenai cara menghadapi rasa takut sangatlah mudah ditemui. Meskipun begitu, rasanya kita belum pernah menemukan jawaban yang benar-benar meyakinkan, bukan? Tenang, dalam artikel ini kita akan coba mengupas tuntas persoalan mengenai rasa takut, apakah harus dilawan atau justru membiarkannya.
Kita semua tahu bahwa rasa takut merupakan emosi yang begitu manusiawi. Semua orang pernah merasakannya dan tak terkecuali kamu. Namun, kita juga harus tahu bahwa setiap orang memiliki cara tersendiri dalam menghadapi rasa takutnya. Berbicara soal rasa takut, sebenarnya takut itu sendiri dapat sangat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya pola asuh orangtua kita.
Sejak kecil, kita semua pasti pernah merasakan perasaan takut. Baik itu takut kepada monster di bawah tempat tidur. Pertama kali berbicara di depan umum. Atau takut kehilangan orang yang kita cintai. Takut adalah bagian dari hidup kita dan seringkali kita merasa bahwa takut itu adalah musuh bebuyutan yang harus kita lawan. Tapi, apakah benar kita harus melawan ketakutan itu?
Mari kita ubah sedikit perspektif kita. Apa jadinya jika kita melihat rasa takut bukan sebagai musuh, tetapi sebagai teman yang mengingatkan kita untuk berhati-hati?
Apakah Ketakutan Itu Harus Dilawan?

Pertanyaan apakah ketakutan harus dilawan tentu bukan pertanyaan mudah dengan jawaban hitam dan putih. Sebenarnya, jawabannya tergantung pada konteks dan sifat rasa takut itu sendiri.
Misalnya, jika kamu merasa takut melompat dari lantai 10 gedung tanpa perlengkapan keselamatan. Itu adalah rasa takut yang masuk akal dan perlu dihadapi. Rasa takut tersebut harus kita dengarkan karena itu melindungi kita dari situasi yang berbahaya.
Namun, jika kamu merasa takut untuk berbicara di depan umum hingga merasa panik dan gelisah. Hingga akhirnya berdampak buruk pada kehidupan sosial kamu. Itu adalah rasa takut yang mungkin perlu dilawan. Mengapa? Karena ketakutan tersebut justru menghambat kamu untuk berkembang dan meraih potensi terbaikmu.
Jadi, bukannya bersikap harus lawan atau harus terima, tapi kita perlu lebih bijaksana dalam mengelola rasa takut. Kadang, ia harus kita lawan. Tapi, di momen lain kita perlu mendengarkannya dan mengambil tindakan berdasarkan pesan yang ia berikan.
Baca juga: Manfaat Mengetahui Kepribadian Diri Dengan Tes MBTI
Rasa Takut Itu Adalah Emosi yang Wajar
Sebelum kamu terlalu keras pada diri sendiri karena merasa takut. Ingatlah bahwa rasa takut itu adalah emosi yang wajar. Setiap orang merasakannya. Bahkan orang-orang yang kita pandang sebagai sosok yang kuat sekalipun. Emosi ini bisa menjadi sistem alarm kita. Memberitahu kita kapan harus berhati-hati dan menjaga dari segala kemungkinan yang tak diinginkan. Jadi, alih-alih mengecam diri kita sendiri karena merasa takut, kenali dulu asal muasal rasa takut itu. Pahami mengapa emosi tersebut muncul.
Kenapa Rasa Takut Itu Dibutuhkan?

Rasa takut memiliki peran penting dalam hidup kita. Secara evolusioner, takut berfungsi sebagai mekanisme pertahanan diri yang merupakan bagian dari sistem respons “lawan atau lari” untuk kelangsungan hidup. Rasa takut membantu kita merespon dengan cepat terhadap situasi yang berpotensi membahayakan. Contoh rasa takut yang dibutuhkan
- Ketakutan terhadap Bahaya Fisik: Misalnya, ketakutan kita terhadap api atau ketinggian. Rasa takut ini adalah respons alami tubuh kita untuk melindungi diri dari bahaya yang dapat merusak tubuh kita. Rasa takut ini membantu kita melewati lingkungan yang berpotensi membahayakan selamat.
- Ketakutan Terhadap Penyakit: Rasa takut terhadap penyakit bisa mendorong kita untuk menjaga kesehatan dan melakukan pencegahan. Seperti rutin berolahraga, makan makanan sehat, dan memastikan kebersihan lingkungan.
- Ketakutan Terhadap Kegagalan: Rasa takut gagal bisa mendorong kita untuk bekerja lebih keras dan lebih teliti dalam berbagai hal. Mulai dari pekerjaan sehari-hari hingga pengambilan keputusan penting dalam hidup.
Jadi, rasa takut, meskipun bisa mengganggu dan membuat kita tidak nyaman. Sebetulnya, memiliki fungsi penting dalam hidup kita. Itulah mengapa penting untuk mengenali dan memahami rasa takut kita, bukan hanya berusaha melawannya atau menghindarinya.
Terkadang Rasa Takut Tumbuh dari Pola Asuh Orangtua Kita
Banyak dari kita mungkin tidak menyadari bahwa rasa takut yang kita miliki sekarang mungkin sudah tertanam sejak kita kecil. Pola asuh orangtua kita, lingkungan pertumbuhan, serta berbagai pengalaman yang telah kita alami semasa kecil. Semua itu turut membentuk cara kita menghadapi rasa takut.
Mungkin saja kita diarahkan oleh orangtua kita untuk menaruh rasa takut pada sesuatu agar tidak mencoba hal-hal yang berbahaya. Walaupun niat mereka baik, tetapi terkadang efeknya bisa berubah menjadi rasa takut yang berlebihan di kemudian hari. Dalam kondisi ini, kita perlu menelaah kembali rasa takut tersebut. Mencari tahu apakah takut itu masih relevan atau perlu kita lawan agar tidak menghambat hidup kita.
Pada akhirnya, rasa takut bukanlah musuh bebuyutan. Takut adalah pesan dari diri kita sendiri bahwa ada sesuatu yang mungkin perlu kita perhatikan dengan lebih cermat. Jadi, gantikan pertanyaan “Apakah rasa takut harus dilawan?” dengan “Apa yang bisa aku pelajari dari rasa takut ini?”
Baca juga: Kecerdasan Intelegensi (IQ) : Definisi Beserta Penjelasan Selengkapnya
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



