Deeptalk.co.id –Pada era digital seperti saat ini, media sosial sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan kita. Dari bangun tidur hingga tidur lagi. Media sosial kerap menjadi tujuan kita untuk memperbarui informasi, berkomunikasi, atau hanya sekadar mengisi waktu luang. Namun, pernahkah kamu merasa kepala pusing, mata lelah, atau bahkan bad mood setelah menghabiskan waktu berjam-jam scrolling di media sosial? Jika iya, kamu tidak sendirian.
Fenomena ‘over scrolling’ di media sosial ini tampaknya sudah menjadi kebiasaan baru di tengah masyarakat. Rasa penasaran, algoritma media sosial, harga smartphone dan internet yang semakin terjangkau membuat kita enggan untuk melepaskan gawai dari genggaman. “Ada notifikasi baru, coba cek deh.” Pikiran kita berkata, meski kita tahu bahwa ini mungkin hanya akan membuat kita merasa lebih cemas atau stres.
Gambaran umum ini harusnya membuat kita bertanya, apa sebenarnya yang terjadi pada otak kita saat over scrolling media sosial? Bagaimana dampaknya pada kesehatan mental dan fisik kita? Artikel ini dicoba ditulis untuk menjawab pertanyaan tersebut dan membuka wawasan kita tentang cara kita menggunakan media sosial.
Apa yang Terjadi Pada Otak Saat Over Scrolling Media Sosial?

Saat kita melakukan over scrolling, otak kita sebenarnya bekerja secara aktif. Studi telah menunjukkan bahwa penggunaan media sosial dapat mempengaruhi bagian otak yang disebut sistem kebahagiaan. Sistem ini terkait dengan senang dan kepuasan. Jadi, saat kita mendapatkan likes, shares, atau komentar positif, sistem kebahagian kita menghasilkan dopamine. Zat kimia yang membuat kita merasa senang. Inilah yang membuat kita cenderung menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial.
Sayangnya, paparan konstan dan berlebihan terhadap media sosial tidak hanya menimbulkan dampak positif. Menurut penelitian, dapat terjadi perubahan pada otak yang berhubungan dengan perilaku yang kompulsif dan adiktif. Keinginan untuk terus memeriksa notifikasi dan konten baru dapat mencerminkan adanya peningkatan adaptasi yang membantu kita menavigasi dunia digital kita. Tetapi juga dapat membawa masalah, seperti peningkatan kecemasan atau rasa FOMO (Fear of Missing Out).
Paparan cahaya biru dari layar smartphone juga bisa merusak pola tidur kita. Cahaya ini dapat menghambat produksi melatonin, hormon yang membantu kita tidur. Jadi, meski merasa kecanduan dan menikmati berlama-lama di media sosial, kita juga perlu mempertimbangkan dampaknya pada kesehatan kita.
Baca juga: Begini Caranya Mengubah Passive Coping Menjadi Active Coping Yang Wajib Kamu Terapkan
Kenapa Terlalu Lama Scrolling Media Sosial Membuat Kita Sakit Kepala dan Pusing?

Terlalu lama scrolling media sosial dapat membuat kita pusing atau merasa tidak nyaman. Ada beberapa alasan untuk ini:
1. Ketegangan Mata
Ketegangan atau kelelahan mata adalah kondisi yang umum terjadi ketika kita terlalu lama menatap layar digital. Seperti smartphone atau komputer. Hal ini disebabkan oleh cahaya biru yang dipancarkan oleh layar digital tersebut. Cahaya biru dapat memicu ketegangan mata dan cepat menyebabkan kelelahan, yang pada akhirnya bisa berdampak pada pusing dan sakit kepala.
2. Paparan Informasi Berlebihan
Jadi, ketika kita sering scrolling media sosial, kita akan menemui berbagai jenis konten dari banyak sumber yang berbeda. Mulai dari kabar terkini, foto liburan teman, meme lucu, hingga iklan produk baru, semuanya tersaji secara bersamaan. Nah, di sinilah kita bisa mengalami “paparan informasi berlebihan”. Di mana otak kita kerja keras berusaha menyerap semua info yang kita dapatkan. Jadi, semakin lama kita scroll media sosial, semakin banyak informasi yang kita terima. Maka semakin besar kemungkinan kita mengalami “information overload”. Dari kondisi ini, otak kita jadi kelelahan dan akhirnya bisa menyebabkan sakit kepala atau pusing.
Jadi, bukan cuma karena ketegangan mata atau posisi tubuh yang salah saja yang bisa bikin kita pusing. Terlalu banyak informasi yang kita terima dari media sosial juga bisa berdampak negatif pada kesehatan kita. Untuk mengurangi dampak negatif ini, penting bagi kita untuk mengontrol waktu yang kita habiskan di media sosial. Cobalah untuk mengevaluasi konten apa yang benar-benar penting dan bermanfaat bagi kita. Pastikan untuk juga memberi waktu istirahat pada otak dan mata kita.
Lalu, apa yang bisa kita lakukan mengenai fenomena ini? Pertama, kita perlu menyadari bahwa media sosial bukanlah dunia nyata. Validasi dari orang lain di dunia maya tidak seharusnya menentukan nilai kita. Kedua, batasi penggunaan media sosial. Cara termudah adalah dengan menetapkan waktu tertentu setiap harinya untuk menggunakan media sosial dan berkomitmen untuk mematuhinya.
Memang, media sosial bukanlah bencana. Sebenarnya, media sosial bisa menjadi alat yang powerful untuk menyebar informasi dan berkomunikasi. Tapi, seperti halnya makanan enak, penggunaannya perlu diperhatikan agar tidak berlebihan. Ingat, kesehatan mental dan fisik kita adalah yang paling penting. Jadi, sebelum kamu membuka aplikasi media sosialmu berikutnya, tanyakan pada diri sendiri: “Apakah aku benar-benar butuh atau hanya ingin?” Semoga kita semua bisa menjadi pengguna media sosial yang lebih bijaksana dan seimbang, demi kesejahteraan diri kita sendiri.
Baca juga: Kamu Suka Over Scrolling Media Sosial? Bisa Jadi Passive Coping Yang Sedang Kamu Terapkan
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



