Deeptalk.co.id – Sebagian dari kita mungkin berpikir bahwa bunuh diri bukanlah langkah yang bijak untuk dilakukan. Walaupun memang benar seperti itu, tapi terkadang kita tidak bisa memposisikan diri kita dengan para pelaku percobaan bunuh diri.
Penting bagi kita mengetahui dan mempelajari apa sebenarnya yang dialami oleh para pelaku percobaan bunuh diri. Selain agar dapat meningkatkan kepedulian kita terhadap sesama, pengetahuan ini juga bisa menjadi bekal pribadi agar tidak bertindak hal serupa.
Percobaan bunuh diri atau juga dikenal dengan istilah Suicide attempt mungkin beberapa kali kita dengar kasusnya di berita. Namun di negara-negara lain hal tersebut justru lebih sering terdengar. Lantas, seperti apa sebenarnya Suicide attempt itu?
Untuk mengenal lebih jauh terkait Suicide attempt, artikel kali ini akan secara khusus membahas hal tersebut. Namun sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk jadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan di artikel ini, maka jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Pengertian Suicide Attempt

Suicide attempt atau dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan percobaan bunuh diri, merupakan upaya yang dilakukan seseorang untuk mengakhiri hidupnya. Terlepas dari berhasil atau tidaknya upaya tersebut. Artinya, pelaku Suicide attempt bukan hanya mereka yang berhasil bunuh diri, namun juga mereka yang gagal melakukan upaya bunuh diri.
Walaupun tindakan Suicide attempt dilakukan atas dasar kesadaran, namun tidak jarang diantara mereka yang dipicu oleh berbagai masalah kesehatan mental. Bahkan, salah satu tanda gangguan mental sudah sangat serius adalah adanya upaya untuk bunuh diri atau tindakan Suicide attempt ini.
Sebenarnya tindakan Suicide attempt bisa saja dicegah oleh orang-orang terdekat. Pasalnya, banyak diantara mereka yang menunjukan ciri-ciri kasat mata sebelum akhirnya mengeksekusi dirinya sendiri. Misalnya dengan menulis surat wasiat, menitip pesan kepada orang terdekat, dan masih banyak lagi. Maka dari itu, kontribusi orang terdekat sangat penting untuk mencegah Suicide attempt.
Perlu diketahui juga bahwa setiap pelaku Suicide attempt memiliki alasan yang berbeda-beda akan tindakannya tersebut. Kita tidak bisa serta merta menjudge perilaku tersebut sebelum mengetahui sebab akibatnya. Bisa jadi tindakan tersebut dipicu oleh beratnya masalah hidup yang mereka hadapi. Untuk itu, artikel ini hadir demi memberi gambaran terkait kasus Suicide attempt.
Baca juga: Tips Menghadapi Orang Tua Dengan Kondisi Empty Nest Syndrome
Penyebab Suicide Attempt

Suicide attempt pada dasarnya bisa dipicu oleh berbagai macam faktor, mulai dari faktor ekonomi, masalah hidup, hubungan tidak harmonis, hingga masalah kesehatan. Banyak juga yang mengalami lebih dari satu faktor sehingga membuatnya lelah akan hidupnya sendiri.
Dalam banyak kasus Suicide attempt, seringkali dipicu oleh gangguan mental tertentu. Adapun gangguan mental yang bisa memicu Suicide attempt adalah sebagai berikut:
· Depresi berat, yaitu gangguan psikologis dengan rasa sedih mendalam, kehilangan harapan, dan tidak jarang memicu pikiran untuk bunuh diri.
· Skizofrenia, yaitu gangguan psikologis dengan gejala utama berupa delusi dan halusinasi. Dimana delusi dan halusinasi ini tidak jarang mendorong penderita untuk melakukan upaya bunuh diri.
· Bipolar, yaitu gangguan psikologis yang menghadirkan lebih dari satu kepribadian dalam satu orang yang sama. Hampir serupa dengan skizofrenia, kondisi ini juga tidak jarang memicu delusi dan halusinasi yang mengarah pada upaya bunuh diri.
· Gangguan stress pasca trauma, yaitu masalah psikologis yang dialami setelah tertimpa kejadian yang tidak menyenangkan. Dimana hal tersebut seringkali menghadirkan mimpi buruk, dan pikiran yang kacau. Tidak jarang penderita merasa putus asa dan berpikiran untuk bunuh diri.
Beberapa jenis gangguan mental yang dipaparkan di atas memang memicu Suicide attempt. Meski demikian, tidak semua penderita gangguan mental pasti melakukan upaya bunuh diri. Bahkan, pada penderita gangguan mental yang mendapatkan penanganan tepat masih bisa menjalani kehidupan layak seperti orang-orang pada umumnya.
Selain karena dipicu oleh masalah kesehatan mental, tindakan Suicide attempt juga bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya:
· Kehidupan keluarga yang tidak harmonis, seperti pertengkaran orang tua, perceraian, menjadi korban KDRT, dan masih banyak lagi.
· Munculnya perasaan putus asa, tidak berharga, dan berbagai jenis emosi negatif lainnya.
· Memiliki riwayat Suicide attempt sebelumnya. Maka dari itu walaupun gagal dalam upaya bunuh diri, orang yang pernah melakukan Suicide attempt tetap harus mendapatkan perawatan medis.
· Penyalahgunaan narkoba dan mengkonsumsi alkohol secara berlebihan. Seperti yang kita ketahui, perilaku tersebut dapat menghilangkan kesadaran, dan bertindak diluar kesadarannya yang bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain.
· Menderita penyakit kronis dengan tingkat kesembuhan yang minim. Dimana hal tersebut tidak jarang membuat mereka putus asa akan hidupnya, atau tidak ingin menyusahkan orang lain. Dengan demikian dilakukannyalah tindakan Suicide attempt.
Itu dia penjelasan singkat mengenai Suicide attempt. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Tips Mengatasi Perasaan Hampa Saat Anak Meninggalkan Rumah (Empty Nest Syndrome)
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



