Deeptalk.co.id – Istilah rumination mungkin masih asing untuk beberapa orang. Namun perlu diketahui bahwa, rumanation merupakan bagian dari overthinking. Dengan demikian, walaupun jarang didengar, namun pada dasarnya rumination sering kita jumpai.
Sama halnya dengan jenis overthinking lainnya, rumination juga sedikit banyak mempengaruhi kehidupan seseorang. Maka dari itu, penting bagi kita mengenal kondisi yang satu ini. Terlebih lagi jika mengingat para gen z banyak yang juga mengalami kondisi tersebut.
Artikel kali ini akan secara khusus membahas seputar rumination. Khususnya yang dialami oleh para gen z. Namun sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami masalah dengan kesehatan mental. Jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Pengertian Rumination

Seperti yang dipaparkan di awal, rumination memang merupakan bagian dari overthinking. Rumination sendiri adalah proses mental yang menimbulkan pola berpikir berulang, dan cenderung tidak terkendali. Pikiran tersebut umumnya berhubungan dengan masalah, kegagalan, kesalahan, atau hal-hal negatif lainnya.
Banyak gen z yang melalui kehidupan sulit. Ditambah lagi dengan perkembangan teknologi yang membuat persaingan mereka semakin ketat. Tidak sedikit dari mereka yang juga mengalami masalah akibat teknologi. Misalnya mengalami cyber bullying, pelecehan di media sosial, dan masih banyak lagi.
Kasus rumination pada gen z bisa dipicu oleh banyak sekali faktor. Berikut beberapa faktor yang umumnya memicu rumination pada gen z:
· Memiliki pengalaman hidup yang tidak menyenangkan. Misalnya pada mereka yang memiliki trauma, masalah financial, atau kondisi lingkungan yang tidak mendukung perkembangan mereka.
· Kondisi kesehatan mental yang tidak stabil. Misalnya pada mereka yang mengidap gangguan kecemasan, stress berlebih, depresi, dan lain sebagainya.
· Memiliki karakter perfeksionis, yaitu orang-orang yang terlalu berlebihan dalam mengejar kesempurnaan. Ditambah lagi dengan pengaruh media yang membuat standar seseorang menjadi makin tinggi.
· Kurangnya kemampuan dalam mengendalikan emosi.
· Penggunaan teknologi dan sosial media yang berlebihan..
· Tekanan sosial dan ekspektasi yang terlalu tinggi.
Baca juga: Mengenal Karakter dan Jenis-Jenis Overthinking
Tanda-Tanda Rumination Pada Gen Z

Setelah mengetahui pengertian dari rumination. Kita juga perlu paham bagaimana tanda-tanda seseorang mengalami rumination. Hal ini sangat penting agar kita bisa mengenali lebih awal, dan tentunya bisa segera mencari solusi dari kondisi tersebut.
Berikut beberapa tanda-tanda rumination pada gen z:
Pikiran berulang
Seperti pengertian dari rumination itu sendiri. Kondisi yang satu ini memiliki gejala utama berupa timbulnya pemikiran berulang terhadap hal-hal negatif. Dalam hal ini bisa tentang masalah, ketakutan, atau kegagalan.
Kesulitan mengelola emosi
Tanda kedua dari rumination adalah kesulitan dalam mengelola emosi. Gen z saat ini seharusnya sudah masuk usia remaja dan dewasa. Pada usia tersebut seseorang seharusnya sudah bisa mengelola emosi mereka. Sayangnya, kondisi rumination ini justru membuat mereka kesulitan dalam mengelola emosi.
Fokus terhadap hal-hal negatif
Tanda ketiga dari rumination adalah kecenderungan mereka dalam fokus terhadap hal-hal negatif. Hal semacam ini bagaikan lingkaran setan yang tak berujung. Pasalnya, semakin pikiran negatif mendominasi, maka akan semakin parah juga dampak dari rumination yang dialami.
Sulit menerima ketidakpastian
Tanda keempat dari rumination adalah sulit dalam menerima ketidakpastian. Padahal, dalam hidup ini tidak semua sesuai dengan harapan atau keinginan kita. Pada banyak kasus kita bisa saja terjebak dalam ketidakpastian.
Merasakan emosi negatif
Tanda kelima dari rumination adalah cenderung merasakan emosi-emosi negatif. Emosi negatif dalam hal ini juga cukup beragam. Mulai dari perasaan sedih, kecewa, cemas, takut, marah, dan lain sebagainya.
Kesulitan dalam mengambil keputusan
Tanda keenam dari rumination adalah kecenderungan mereka yang sulit dalam mengambil keputusan. Kondisi rumination ini memang membuat seseorang berlebihan dalam memikirkan konsekuensi negatif. Hal itulah yang membuatnya terhambat dalam mengambil keputusan. Selain membuang waktu, tidak jarang perilaku itu juga membuatnya mengambil keputusan yang tidak tepat.
Selalu memikirkan kegagalan dan kesalahan
Tanda ketujuh dari rumination adalah cenderung terjebak dalam pikiran-pikiran terkait kegagalan dan juga kesalahan. Memang benar kalau hal itu bisa membuat kita belajar. Namun jika lebih lebihan justru bisa menimbulkan rasa tidak percaya diri. Akibatnya, kesempatan lain yang datang bisa saja terlewatkan.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai rumination, khususnya pada gen z. Jangan ragu berkonsultasi dengan para ahli jika kamu mengalami rumination yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Mengapa Overthinking Bisa Terjadi?
Sumber:
American Psychological Association. (2020). Rumination.
Beck, A. T., Rush, J., Shaw, B. F., & Emery, G. (1977). Cognitive Therapy of Depression. Guilford Press.
Brewin, C. R., Dalgleish, T., & Joseph, S. (1996). A dual representation theory of post-traumatic stress disorder. Psychological Review, 103(4), 670-686.
World Health Organization. (2019). Mental Health.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



