Deeptalk.co.id – Tahukah kamu bahwa ada istilah “quiet firing” di tempat kerja? Istilah ini merujuk pada pemutusan hubungan kerja yang dilakukan secara diam-diam oleh perusahaan atau atasan, tanpa memberikan pemberitahuan atau penjelasan secara resmi kepada karyawan yang bersangkutan.
Quiet firing bisa terjadi karena berbagai alasan, seperti kinerja karyawan yang buruk atau kebijakan perusahaan yang berubah. Namun, hal ini tidak berarti bahwa perusahaan atau atasan berhak untuk melakukan pemutusan hubungan kerja secara sembarangan tanpa memberikan alasan atau proses yang jelas.
Tidak semua pemutusan hubungan kerja adalah quiet firing, namun jika kamu merasa bahwa kamu menjadi korban dari tindakan ini, maka kamu harus mengetahui hak-hakmu sebagai karyawan dan mencari bantuan atau dukungan yang kamu butuhkan.
Apa Itu Quiet Firing Di Tempat Kerja?

Quiet firing di tempat kerja merujuk pada suatu situasi di mana seorang karyawan secara tidak langsung dipecat atau dihentikan dari pekerjaannya tanpa adanya pemberitahuan resmi atau transparansi dari pihak manajemen. Hal ini sering terjadi di tempat kerja yang tidak memperhatikan hak-hak karyawan dan cenderung melakukan tindakan yang tidak etis.
Quiet firing dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti mengurangi jumlah tugas yang diberikan pada karyawan tanpa alasan yang jelas, merubah jam kerja karyawan tanpa persetujuan, memberikan tanggung jawab yang berlebihan secara tiba-tiba, atau bahkan memperkenalkan sistem penilaian kinerja yang merugikan secara sepihak untuk karyawan tertentu. Dalam situasi ini, karyawan sering merasa kebingungan dan tidak tahu apa yang terjadi, sehingga sulit bagi mereka untuk mencari solusi atau membela diri.
Quiet firing dianggap sebagai praktik yang tidak adil dan dapat berdampak buruk pada kesejahteraan dan kepercayaan diri karyawan. Oleh karena itu, penting bagi manajemen untuk memastikan bahwa mereka melakukan tindakan yang transparan dan adil terhadap karyawan mereka. Selain itu, karyawan juga perlu memahami hak-hak mereka dan memiliki sumber daya yang cukup untuk melindungi diri mereka dari praktik yang tidak etis.
Baca juga: Hybrid Working: Solusi atau Masalah Baru bagi Karyawan?
Lalu Bagaimana Cara Menanggapi Ketika Kamu Mengalami Quiet Firing?

Ketika kamu merasakan tanda-tanda atau mengalami quiet firing di tempat kerja, tentu saja hal tersebut dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan kecemasan. Namun, penting untuk tetap tenang dan mengambil tindakan yang tepat. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantumu menanggapi quiet firing:
Jangan Terburu-Buru Mengambil Keputusan
Jika kamu merasa dirimu sedang mengalami quiet firing, jangan terburu-buru untuk mengambil keputusan besar seperti resign atau mengajukan cuti. Berikan dirimu waktu untuk mengevaluasi situasi dan menentukan langkah selanjutnya dengan bijaksana.
Jangan Menyalahkan Diri Sendiri
Terkadang, quiet firing bisa terjadi bukan karena kesalahanmu sebagai karyawan, tetapi karena alasan di luar kendalimu. Jangan menyalahkan diri sendiri atau merasa rendah diri. Alihkan energimu untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana kamu dapat memperbaiki situasi.
Cari Tahu Penyebab Quiet Firing
Coba cari tahu apa yang menyebabkan quiet firing terjadi. Apakah ada masalah kinerja atau adanya konflik antara kamu dengan atasanmu? Dengan mengetahui penyebabnya, kamu dapat menentukan tindakan yang tepat untuk mengatasinya.
Berbicara Dengan Atasanmu
Jika kamu memiliki perasaan bahwa kamu mengalami quiet firing, cobalah untuk berbicara dengan atasanmu secara terbuka dan jujur. Tanyakan padanya mengenai kinerjamu dan apa yang dapat kamu lakukan untuk meningkatkannya. Dengan cara ini, kamu dapat menunjukkan bahwa kamu peduli dengan pekerjaanmu dan ingin memperbaiki situasi.
Cari Tahu Tentang Hak Dan Kewajibanmu
Sebagai karyawan, kamu memiliki hak dan kewajiban di tempat kerja. Cari tahu tentang hak dan kewajibanmu, seperti hak untuk mendapat perlakuan yang adil dan kewajiban untuk menjalankan tugas dengan baik. Dengan mengetahui hak dan kewajibanmu, kamu dapat menentukan tindakan yang tepat untuk mengatasi quiet firing.
Pertimbangkan Opsi Lain
Jika situasimu di tempat kerja tidak membaik, pertimbangkan opsi lain seperti mencari pekerjaan baru atau bergabung dengan tim yang lebih baik. Ingatlah bahwa kamu memiliki pilihan untuk mencari lingkungan kerja yang lebih sehat dan positif untukmu.
Dokumentasikan Segala Hal Yang Terkait Dengan Pemutusan Hubungan Kerja
Pastikan kamu memiliki semua dokumen terkait dengan pemutusan hubungan kerja, seperti kontrak kerja, surat peringatan, atau dokumen lainnya. Selain itu, kamu juga bisa mencatat semua percakapan atau interaksi yang terjadi sebelum dan setelah pemutusan hubungan kerja dilakukan. Hal ini akan menjadi bukti jika kamu membutuhkan bantuan hukum di kemudian hari.
Jangan lupa bahwa quiet firing bukanlah akhir dari dunia. Tetaplah positif dan jangan ragu untuk mencari bantuan atau nasihat dari orang-orang yang dapat membantumu mengatasi situasi ini.
Baca juga: Penelitian : Melakukan Aktivitas Fisik Lebih Efektif Mengatasi Kecemasan
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



