Semua artikel
Gangguan Psikologi

Apa Itu Body Dysmorphic Disorder?

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Menjaga citra tubuh tidak mengenal gender. Baik laki-laki maupun perempuan, keduanya sering kali memperhatikan bentuk fisik mereka. Walaupun lebih banyak perempuan yang memperhatikan hal tersebut. Diperkirakan sekitar 93% wanita sangat memperhatikan penampilan mereka, sedangkan laki-laki sekitar 87%.

Memiliki bentuk tubuh atau penampilan yang menarik merupakan dambaan hampir setiap orang. Hal ini sering kali membuat seseorang memiliki obsesi berlebih terhadap penampilan tubuh mereka. Obsesi tersebut biasa dikenal dengan istilah body dysmorphic disorder.

Artikel ini akan membahas lebih detail mengenai body dysmorphic disorder. Namun sebelum membahas lebih jauh mengenai gangguan ini, perlu diketahui bahwa artikel ini hanya sebagai bahan edukasi dan tidak bisa dijadikan sebagai patokan self diagnosis.

Jika pembaca menemukan kesamaan gejala dengan kondisi diri atau orang-orang di sekitar, sebaiknya segera melakukan konsultasi dengan para ahli untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Pengertian Body Dysmorphic Disorder

Front view young female in sport outfit holding scales on light white wall fit sport beauty body health exercises

Body dysmorphic disorder mungkin merupakan istilah yang cukup asing di teling. Meski demikian, gangguan yang satu ini sebenarnya cukup sering dijumpai di masyarakat. Body dysmorphic disorder merupakan salah satu gangguan mental yang ditandai dengan pemikiran untuk memperhatikan kekurangan fisik dalam penampilannya.

Penderita body dysmorphic disorder ini akan selalu fokus terhadap kecacatan atau kekurangan fisiknya, walau sebenarnya kekurangan tersebut bukanlah hal yang sangat menonjol bagi orang-orang disekitarnya. Walau seperti itu, penderita body dysmorphic disorder merasa sangat malu dan menjadi tidak percaya diri akibat kekurangan atau kecacatan kecil tersebut. Beberapa dari mereka bahkan akan membatasi diri atau menghindari dari interaksi atau situasi sosial.

Penderita body dysmorphic disorder ini juga sering kali memperhatikan penampilan mereka di depan cermin. Mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk selalu tampil sempurna dan menutupi kecacatan atau kekurangan yang dimiliki. Mereka bahkan tidak peduli jika harus membuang waktu atau materi yang banyak untuk mendapatkan penampilan yang sempurna.

Setelah mendapatkan penampilan paling sempurna, mereka akan merasakan kepuasan tersendiri. Sayangnya, kepuasan ini tidak akan bertahan lama. Mereka akan kembali mencari kekurangan atau kecacatan dari penampilan fisiknya yang lain, dan akhirnya membentuk pola yang sama seperti sebelumnya.

Baca juga: Anak Kesulitan Berhitung dan Memahami Konsep Matematika? Waspada Gangguan Diskalkulia

Penyebab Body Dysmorphic Disorder

Front view young female in sport outfit holding scales on white wall fit body beauty health sport exercises

Cukup disayangkan, hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti seseorang mengalami body dysmorphic disorder. Hal ini cukup mempersulit individu untuk menghindari gangguan yang satu ini. Meski demikian, terdapat beberapa faktor yang dipercaya dapat meningkatkan resiko body dysmorphic disorder, yaitu:

Jenis kelamin

Walaupun pria maupun wanita sama-sama beresiko mengalami body dysmorphic disorder, namun wanita memiliki peluang yang lebih besar untuk terjangkit gangguan tersebut. Hal ini menjadi masuk akal mengingat kebanyakan wanita sangat memperhatikan penampilan mereka.

Genetik

Walaupun belum bisa dipastikan seberapa besar peran genetik dalam meningkatkan resiko body dysmorphic disorder, namun hal ini dipercaya dapat menjadi faktor pemicu gangguan tersebut. Dipercaya bahwa seseorang yang memiliki riwayat keluarga pengidap body dysmorphic disorder atau gangguan obsesif kompulsif akan beresiko lebih besar mengalami body dysmorphic disorder.

Kejadian tidak menyenangkan

Tidak bisa dipungkiri bahwa kejadian tidak menyenangkan atau kejadian traumatis sering kali menggiring seseorang ke dalam masalah kesehatan mental. Seseorang yang memiliki kejadian tidak menyenangkan dalam hidupnya, seperti menjadi korban bullying, ditelantarkan, dilecehkan, dan lain sebagainya, akan beresiko lebih besar mengalami body dysmorphic disorder.

Pekerjaan / profesi

Beberapa pekerjaan atau profesi seringkali menuntut seseorang untuk selalu tampil sempurna. Pekerjaan atau prosesi ini biasanya berkaitan dengan hal-hal yang tampil di depan layar atau garda depan suatu perusahaan. Misalnya artis, bagian front office sebuah perusahaan, dan lain sebagainya. Tuntutan untuk berpenampilan menarik ini membuat seseorang beresiko lebih besar mengalami body dysmorphic disorder.

Ciri kepribadian tertentu

Seseorang yang memiliki ciri kepribadian tertentu seperti perfeksionisme, memiliki rasa rendah diri, dan lain sebagainya, akan beresiko lebih besar mengalami body dysmorphic disorder.

Lingkungan

Faktor lingkungan merupakan faktor yang cukup mempengaruhi kondisi kesehatan mental seseorang. Penilaian negatif dari lingkungan terhadap penampilan akan bentuk fisik dapat menjadi pemicu seseorang mengalami body dysmorphic disorder.

Kondisi kesehatan mental

Seseorang yang memiliki kondisi kesehatan mental lain seperti kecemasan, depresi, dan sejenisnya, akan meningkatkan resiko seseorang mengalami body dysmorphic disorder.

Seperti itulah pembahasan mengenai body dysmorphic disorder. Gangguan ini sebenarnya cukup sering dijumpai di sekitar kita, baik disadari maupun tidak disadari. Untuk itu, kita perlu menjadi lebih peka terhadap kondisi kesehatan mental diri sendiri dan orang-orang disekitar kita.

Beberapa faktor pemicu yang bisa dihindari, sebaiknya segera dihindari. Namun, jika kamu atau orang disekitar mu memiliki kondisi yang sama seperti yang dijelaskan mengenai body dysmorphic disorder, sebaiknya segera berkonsultasi dengan Psikolog untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Glossophobia: Ketakutan Berlebih Terhadap Aktivitas Berbicara di Depan Umum

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait