Semua artikel
Gangguan Psikologi

Anticipatory Anxiety : Memahami Pengertian Beserta Gejala dan Bahayanya

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia4 menit baca

Deeptalk.co.id – Anticipatory Anxiety atau disebut juga kecemasan antisipatif ialah kecemasan dan ketakutan yang meningkat sebagai upaya untuk mengantisipasi sesuatu yang buruk yang bisa terjadi di masa depan. Mereka yang memiliki kecemasan ini mungkin secara mental melatihnya dengan hasil buruk yang bahkan ketika hal itu sangat tidak mungkin terjadi. Meskipun ini bukan kondisi kesehatan mentalnya sendiri, kecemasan antisipatif dapat terjadi pada mereka yang memiliki kondisi lain seperti gangguan kecemasan umum (general anxiety disorder).

Dalam artikel kali ini, kami akan menyampaikan mengenai apa itu anticipatory anxiety, juga memahaminya dengan mengetahui bentuk dari kecemasan ini serta apa saja bahayanya.

Tentang Anticipatory Anxiety atau Kecemasan Antisipatif

Anticipatory anxiaty merupakan perasaan cemas yang meningkat, khususnya mengenai suatu keadaan di masa depan yang dapat membuat penderitanya merasa terjebak dan khawatir hingga kelelahan. Ini adalah hal yang normal terjadi ketika Anda berusaha mengantisipasi keputusan, tindakan atau situasi yang sulit. Itu adalah berupa harapan akan kesusahan yang disertai dengan dorongan untuk menghindari, dan rasanya mirip seperti peringatan.

Ini berlaku normal jika anticipatory anxiety cenderung dipicu ketika seseorang memiliki alasan yang masuk akal untuk memprediksi bahwa hasil yang buruk mungkin terjadi. Semakin besar kemungkinan hasil yang buruk atau semakin parah konsekuensi yang dapat terjadi, semakin normal untuk mengalami kecemasan antisipatif.

Namun kecemasan ini dapat menyebabkan pemikiran negatif kronis yang meningkatkan stres dan melanggengkan siklus terjadinya. Kecemasan antisipatif sering dikaitkan dengan skenario “bagaimana jika” yang tak ada habisnya, pemikiran terburuk, dan memikirkan semua hasil yang mungkin terjadi di masa depan. Biasanya, kecemasan antisipatif merupakan gejala dari gangguan kecemasan yang lebih besar.

Anticipatory anxiety sendiri oleh para ahli dianggap sebagai lapisan ketakutan ketiga. Dimana pada lapisan pertama, Anda bisa takut akan sesuatu dengan pikiran yang nyata. Lalu pada lapisan kedua, Anda bisa takut yang kemudian menjadi panik. Ini seperti jika saya melihat seekor lebah, saya mungkin menjadi sangat ketakutan sehingga saya mengalami serangan panik dan kemudian kehilangan kendali atau mengalami serangan jantung. 

Akhirnya, sampai pada ketakutan tingkat ketiga. Dengan bunyinya menjadi seperti “saya sengsara bahkan memikirkan tentang berkemah minggu depan karena saya mungkin melihat lebah dan mengalami serangan panik, kehilangan kendali, dan melakukan sesuatu yang gila. Mungkin saya harus membatalkan perjalanan berkemah.”

Lapisan ketakutan ketiga ini adalah motivator penghindaran yang kuat. Prediksi bencana —seperti mengalami serangan panik, membodohi diri sendiri, atau merusak hubungan, dapat menyebabkan kecemasan yang melumpuhkan yang menghentikan Anda untuk melanjutkan.

Ini kemudian dapat melibatkan kekhawatiran serta dorongan untuk menghindari, tidak sekedar kecemasan atau kepanikan, melainkan juga ada rasa jijik, marah, malu, menyesal, terhina, kewalahan atau emosi lain yang tidak diinginkan. Jika Anda khawatir akan mengalami serangan panik dalam situasi tertentu, kecemasan antisipatif dapat dimulai berjam-jam, berhari-hari, atau bahkan berminggu-minggu sebelum acara yang dijadwalkan.

Baca juga: Stres dan Demensia, Mengungkap Hubungannya dengan Jelas

Seperti Apa Anticipatory Anxiety Itu?

Anticipatory anxiety ini sangat bervariatif pada penampilannya. Ini bisa sebagai penghindaran fobia, takut kesendirian, kecemasan kinerja, atau insomnia. Kecemasan ini juga bisa terlihat seperti perencanaan rumit yang dilakukan seorang OCD untuk menghindari ketakutan yang menghantui akan kembalinya pikiran mengganggu yang tidak diinginkan.

Berkaitan dengan gangguan obsesive-compulsive disorder (OCD), kecemasan antisipatif mendorong kompulsi yang mendefinisikan gangguan ini dan kondisi terkait lainnya. Kecemasan antisipatif yang mendorong orang untuk melakukan ritual mental dan dorongan perilaku untuk mengurangi ketidaknyamanan langsung yang disebabkan oleh obsesi.

Kecemasan antisipatif dapat diekspresikan sebagai rasa takut pergi ke pesta atau restoran atau bepergian, atau pertemuan apa pun yang Anda yakini akan menantang. Takut sendirian di malam hari mungkin berasal dari narasi menakutkan tentang penyakit atau bahaya yang tiba-tiba. Anticipatory anxiety tentang hubungan yang dibayangkan mungkin menjadi alasan Anda menghindari kencan. Atau bisa juga tentang kemungkinan dipecat yang mungkin membuat Anda “sakit” setiap pagi sebelum berangkat kerja.

Gejalanya dapat terjadi sebagai ketegangan dalam tubuh tanpa kesadaran akan kekhawatiran tertentu. Ini bisa menjadi pendorong utama hiperventilasi kronis yang merupakan persiapan untuk serangan panik. Sakit kepala atau masalah gastrointestinal kronis seperti diare, mual, atau muntah dapat langsung ditelusuri ke penyebabnya.

Selain itu, anticipatory anxiety merupakan pendorong utama gangguan kecemasan umum, yakni kecenderungan akan kekhawatiran yang produktif dan berlebihan. Ini berkembang dari imajinasi yang terlalu aktif atau dari respons terkondisi terhadap ingatan. Lalu kemudian kecemasan dapat didorong oleh sifat yang disebut sensitivitas kecemasan atau ketakutan akan manifestasi pikiran dan tubuh dari gairah cemas.

Itu juga bisa muncul dari keadaan suasana hati yang tertekan. Atau ketika Anda menemukan asal-usulnya dalam keyakinan tentang ketidakmampuan Anda untuk mengatasi hal baru atau tantangan.

Baca juga: Gelisah Hal yang Normal, Berikut Penyebab Serta Dampaknya

 

Sumber:

Anticipatory Anxiety: Signs, Symptoms, & Treatment. (2023, June 1). Choosing Therapy. https://www.choosingtherapy.com/anticipatory-anxiety/

Anticipatory Anxiety: Bleeding Before You Are Cut. (2023). Anxiety and Depression Association of America, ADAA. https://adaa.org/learn-from-us/from-the-experts/blog-posts/consumer/anticipatory-anxiety-bleeding-you-are-cut-0

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Anticipatory Anxiety : Memahami Pengertian Beserta Gejala dan Bahayanya — DeepTalk