Semua artikel
Gangguan Perilaku

Anak Suka Melanggar Aturan? Waspada Gejala Conduct Disorder!

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Kamu mungkin pernah berjumpa dengan anak yang sangat nakal, suka melanggar aturan, mengganggu orang lain, dan melakukan tindakan-tindakan nakal lainnya. Beberapa orang mungkin akan menganggap itu adalah kenakalan anak-anak. Namun tahukah kamu bahwa kondisi tersebut bisa menandakan anak mengalami gangguan mental yang dikenal dengan istilah conduct disorder.

Conduct disorder adalah gangguan perilaku yang berulang, dan ditandai dengan upaya penyerangan atau menyakiti orang lain, merugikan orang lain, atau tindakan lainnya yang menentang aturan dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Conduct disorder memang umumnya dijumpai pada anak-anak dan remaja. Namun jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, maka kondisi tersebut bisa terbawa hingga dewasa.

Gejala conduct disorder bisa dideteksi sebelum usia 10 tahun. Namun umumnya kondisi tersebut dialami oleh anak-anak dan remaja dengan rentan usia 10-19 tahun. Conduct disorder juga lebih sering ditemukan pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan.

Conduct disorder juga masuk dalam kategori impulse control disorder atau gangguan kontrol impuls. Dengan demikian, penderita conduct disorder cenderung mengalami kesulitan untuk mengontrol perilaku dan emosi mereka. Maka seringkali penderita conduct disorder melakukan perilaku menyimpang atau marah-marah tanpa memikirkan konsekuensi dari tindakan mereka tersebut.

Lalu, bagaimana kita bisa mengenali kondisi conduct disorder pada anak? Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai gejala conduct disorder. Namun sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis.

Sama halnya dengan diagnosa gangguan mental pada umumnya, diagnosa conduct disorder juga hanya bisa diberikan oleh psikolog atau psikiater setelah melalui serangkaian pemeriksaan. Hal ini sangat penting untuk meminimalisir kesalahan diagnosis dan penanganan bagi penderita. Meski demikian, kita masih bisa mengenali gejala conduct disorder sebagai pertimbangan untuk melakukan pemeriksaan ke psikolog atau psikiater.

Berikut beberapa gejala yang umum ditemukan pada penderita conduct disorder:

Agresi Terhadap Hewan dan Manusia

Gejala pertama yang umum dialami oleh penderita conduct disorder adalah agresi terhadap hewan dan manusia. Artinya, penderita conduct disorder cenderung melukai atau mencelakai hewan dan manusia. tindakan agresi terhadap hewan dan manusia ini juga cukup beragam, yaitu:

Menggertak orang lain

Bentuk agresi terhadap manusia adalah kebiasaan penderita conduct disorder dalam menggertak, mengancam, bahkan mengintimidasi orang lain. Penderita cenderung tidak memikirkan apakah perkataan mereka akan melukai hati orang lain atau tidak.

Memulai perkelahian fisik

Bentuk agresi terhadap manusia selanjutnya adalah cenderung memulai perkelahian fisik. Terlepas dari ada atau tidaknya masalah, penderita conduct disorder seakan mencari acara untuk bisa memulai perkelahian fisik. Tidak jarang tindakannya justru merugikan diri sendiri dan orang lain. dalam pertengkaran fisik tersebut pula, penderita conduct disorder cenderung menggunakan senjata, misalnya batu, pecahan botol, pisau, atau pistol.

Melakukan kekejaman fisik

Tidak hanya suka memulai pertengkaran fisik, penderita conduct disorder juga umumnya suka melakukan kekejaman fisik. Dalam hal ini mereka suka menyiksa manusia maupun hewan yang tidak berdaya.

Memaksa aktivitas seksual

Gejala selanjutnya adalah sering melakukan pemaksaan terhadap orang lain untuk melakukan aktivitas seksual. Terlepas dari setuju atau tidaknya orang tersebut, mereka hanya akan berbuat sesuai keinginannya.

Baca juga: Conduct Disorder: Gangguan Perilaku yang Menyebabkan Anak Bertingkah Agresif

Agresi Merusak Properti

Selain melakukan agresi terhadap hewan dan manusia, penderita conduct disorder juga cenderung melakukan agresi dalam merusak properti. Bentuk dari agresi merusak properti ini juga beragam, yaitu:

Merusak menggunakan api

Penderita conduct disorder cenderung melakukan agresi merusak properti atau fasilitas umum dengan menggunakan api. Tindakan mereka ini akan menimbulkan masalah serius dan kerugian besar.

Merusak tanpa api

Selain menggunakan api, penderita conduct disorder juga merusak properti atau fasilitas umum tanpa menggunakan api. Misalnya dengan mencoret-coret tembok, mematahkan kursi taman, dan masih banyak lagi.

Agresi Penipuan dan Pencurian

Gejala conduct disorder selanjutnya adalah agresi penipuan dan pencurian. Dalam bentuk agresi yang satu ini, penderita tidak ragu untuk membobol rumah orang lain, dan mengambil benda-benda berharga. Selain itu, tindakan seperti pencopetan, penjambretan, begal, dan sejenisnya juga sudah menjadi kebiasaan mereka.

Agresi Pelanggaran Serius

Gejala conduct disorder selanjutnya adalah agresi pelanggaran serius. Bentuk agresi yang satu ini bisa berupa sering berada di luar rumah sejak usia 13 tahun, sering kabur dari rumah, bolos sekolah, atau melakukan tindakan-tindakan yang melanggar hukum dan norma yang berlaku di masyarakat.

Itu dia penjelasan singkat mengenai gejala yang dialami oleh penderita conduct disorder. Jangan ragu membawa anak untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut jika anak menunjukan beberapa gejala di atas. Dengan demikian, kondisi anak akan segera mendapatkan pertolongan, dan membantu anak untuk hidup lebih baik.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Penanganan dan Cara Menghadapi Anak Pengidap Oppositional Defiant Disorder

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Anak Suka Melanggar Aturan? Waspada Gejala Conduct Disorder! — DeepTalk